JAKARTA - Empat flagship Ultra yang diuji dalam satu perbandingan kamera justru menghasilkan kesimpulan yang berbeda dari format pengujian smartphone pada umumnya. Xiaomi 17 Ultra, Vivo X300 Ultra, Oppo Find X9 Ultra, dan Samsung Galaxy S26 Ultra tidak mudah ditempatkan dalam satu peringkat karena keunggulan masing-masing berubah tergantung objek, kondisi cahaya, lensa, hingga pengaturan kamera.
Pengujian tersebut menunjukkan bahwa menentukan satu smartphone sebagai pemenang kamera secara mutlak semakin sulit. Bahkan, perbedaan kecil dalam skenario pemotretan dapat mengubah hasil perbandingan.
Kamera Smartphone Semakin Sulit Dinilai dengan Satu Ranking
Perbandingan kamera biasanya dilakukan dengan membandingkan foto dari lensa yang sama, kemudian melihat detail pada hasil crop. Namun, pendekatan tersebut dinilai tidak lagi cukup untuk empat flagship Ultra terbaru.
Baca Juga: Elim Tyu Samba Siap Hadapi Musorkotlub KONI Kota Blitar Hari Ini
Ketika objek yang difoto berubah dari teks menjadi manusia, hewan, atau pemandangan, hasilnya dapat berubah. Kondisi cahaya juga memberikan pengaruh besar. Urutan hasil pada siang hari belum tentu sama ketika digunakan pada sore mendung atau kondisi low light.
Pengaturan kamera turut membuat perbandingan semakin rumit. Vivo, Oppo, dan Xiaomi menyediakan berbagai pilihan warna, exposure, serta pemrosesan gambar yang dapat mengubah karakter hasil foto.
Karena itu, membandingkan seluruh perangkat hanya menggunakan mode otomatis dianggap belum menggambarkan kemampuan kamera secara keseluruhan.
Baca Juga: Mohammad Trijanto Mundur dari Bursa Ketua KONI Kota Blitar, 14 Cabor Sempat Beri Dukungan
Samsung Galaxy S26 Ultra Masih Tertinggal di Hardware Kamera
Dari empat perangkat tersebut, Samsung Galaxy S26 Ultra disebut memiliki posisi yang paling mudah dibedakan dalam pengujian karena keterbatasan hardware kameranya.
Kamera telefoto 3x masih menggunakan sensor 10 MP berukuran relatif kecil, sementara telefoto 5x dinilai sudah tertinggal dibandingkan tiga pesaingnya. Ketika digunakan untuk zoom jauh, terutama pada kondisi cahaya yang kurang ideal, perbedaannya semakin terlihat.
Keterbatasan tersebut juga berdampak pada video karena kamera telefoto yang sama digunakan untuk perekaman. Kamera utama Samsung juga menggunakan sensor yang lebih kecil dibandingkan tiga flagship China yang sudah mengadopsi sensor sekitar 1 inci.
Namun, pengujian tersebut tetap menegaskan bahwa Samsung Galaxy S26 Ultra bukan berarti buruk untuk penggunaan sehari-hari. Kritik yang diberikan terutama ditujukan pada kemampuan kameranya ketika dibandingkan dengan tiga flagship Ultra lainnya.
Xiaomi 17 Ultra Lebih Dipilih untuk Fotografi
Xiaomi 17 Ultra memiliki karakter yang berbeda. Perangkat ini dipilih sebagai smartphone untuk pengguna yang memang ingin memotret, bukan sekadar membawa kamera untuk kebutuhan pekerjaan.
Baca Juga: Realme 15 Pro 5G Andalkan Triple Kamera 50 MP dan Baterai 7.000 mAh
Karakter warna dan hasil pemrosesannya dinilai mampu memberikan mood pada foto tanpa membutuhkan banyak penyuntingan setelah pemotretan. Kemampuan tersebut membuat suasana biasa dapat terlihat lebih artistik.
Kelemahannya muncul ketika perangkat digunakan untuk produksi video. Kamera utama memang memberikan hasil yang kuat, tetapi perpindahan ke ultrawide dalam kondisi cahaya rendah dapat menghasilkan gambar yang lebih lembut. Kamera telefoto juga dapat mengalami penurunan kualitas ketika digunakan di atas focal length tertentu dalam pencahayaan yang tidak ideal.
Vivo X300 Ultra Lebih Cocok untuk Produksi Video
Berbeda dengan Xiaomi, Vivo X300 Ultra diposisikan sebagai perangkat untuk pekerjaan video. Pengujian menyoroti karakter gambar yang lebih menyerupai kamera, perpindahan lensa ketika merekam yang tetap mulus, serta pilihan fitur video yang lebih mendalam.
Salah satu fitur yang disorot adalah kemampuan memilih tone warna ketika merekam 4K 60 FPS. Perangkat ini juga dapat menghubungkan DJI Mic dan sejumlah mikrofon wireless melalui Bluetooth tanpa membutuhkan receiver tambahan.
Kekurangannya terdapat pada stabilisasi kamera depan dan sistem fokus yang terkadang masih dapat berubah tergantung objek dan kondisi. Untuk fotografi, karakter warna Vivo juga belum tentu cocok untuk semua situasi.
Oppo Find X9 Ultra Jadi Pilihan Serba Bisa
Oppo Find X9 Ultra memiliki keunggulan paling menonjol pada kemampuan telefoto. Pada zoom tinggi, hasilnya dinilai tetap detail dengan pemrosesan yang lebih natural.
Selain kemampuan optical zoom, hasil hybrid zoom juga disebut konsisten pada berbagai tingkat pembesaran. Kekurangannya muncul ketika merekam video dalam kondisi gelap karena perpindahan lensa untuk mempertahankan kualitas zoom tidak bekerja seperti pada mode foto.
Di luar kamera telefoto, Oppo dinilai lebih merata. Tidak banyak kondisi ketika perangkat tersebut mengalami penurunan kualitas yang sangat drastis. Karakter inilah yang membuatnya digunakan sebagai daily driver dalam pengujian.
Tidak Ada Satu HP yang Menang di Semua Kondisi
Baca Juga: Redmi Note 15 Pro 5G Setelah 6 Bulan, Kamera 200MP dan HyperOS 3 Jadi Sorotan
Hasil pengujian akhirnya tidak menghasilkan satu pemenang mutlak. Xiaomi 17 Ultra lebih diarahkan untuk fotografi, Vivo X300 Ultra untuk produksi video, sementara Oppo Find X9 Ultra menjadi pilihan yang lebih serbaguna dengan keunggulan telefoto.
Samsung Galaxy S26 Ultra sendiri masih dinilai sebagai smartphone yang solid untuk penggunaan sehari-hari, tetapi kemampuan hardware kameranya dianggap tertinggal dibandingkan tiga Ultra China tersebut.
Perbandingan ini menunjukkan bahwa kamera smartphone flagship semakin sulit dinilai hanya berdasarkan satu skor atau satu ranking. Pilihan kamera terbaik dapat berubah berdasarkan kebutuhan pengguna, apakah lebih banyak memotret, merekam video, menggunakan zoom jauh, atau membutuhkan satu perangkat untuk berbagai aktivitas.
Source YouTube K2G
Editor : Valentyo Samuel Putra Widodo