BLITAR KAWENTAR - iPad Pro M4 ternyata bisa digunakan sebagai perangkat utama untuk bekerja, bukan sekadar tablet pendamping. Hal tersebut dibuktikan seorang pengguna yang selama dua minggu memindahkan hampir seluruh workflow dari MacBook ke tablet Apple tersebut.
Sebelumnya, iPad justru jarang digunakan karena pemiliknya sudah memiliki MacBook. Namun, kebutuhan mobilitas yang lebih tinggi dan keinginan membawa satu perangkat untuk bekerja membuat iPad Pro M4 akhirnya dipilih sebagai daily driver.
Pengalaman tersebut juga menunjukkan bahwa kemampuan tablet tidak hanya ditentukan oleh spesifikasi, tetapi bagaimana pengguna menyesuaikan workflow dengan sistem operasi dan aplikasi yang tersedia.
Dari Sekadar Konten Jadi Daily Driver
Sebelumnya, iPad dibeli terutama untuk kebutuhan membuat konten. Setelah beberapa waktu, perangkat tersebut justru lebih banyak menganggur karena pekerjaan sehari-hari masih mengandalkan MacBook.
Situasinya berubah ketika pengguna harus membawa ThinkPad dari kantor dan MacBook sekaligus saat bepergian. Membawa dua laptop dinilai terlalu berat dan merepotkan.
Dari situ muncul kebutuhan terhadap perangkat yang lebih portabel. iPad Pro 11 inci dengan chip M4 kemudian dipilih sebagai perangkat yang diharapkan bisa menggantikan MacBook dalam aktivitas sehari-hari.
Setelah dua minggu digunakan, hampir seluruh pekerjaan konten sudah dapat dilakukan melalui iPad, mulai dari menulis script hingga mengedit video.
Baca Juga: Tablet 5-10 Jutaan Terbaik 2026, Ada iPad hingga Tablet Gaming
Performa M4 Disebut Overkill
Sektor performa menjadi salah satu bagian yang paling menonjol. iPad Pro M4 menggunakan chip Apple M4 yang secara kemampuan berada di kelas sangat tinggi untuk sebuah tablet.
Editing video 4K60, rendering, hingga gaming berat dapat dilakukan dengan lancar. Dalam penggunaan yang dibagikan, game seperti Diablo Immortal dan Genshin Impact dapat dimainkan tanpa kendala berarti.
Untuk pekerjaan editing, CapCut menjadi salah satu aplikasi utama. Versi yang digunakan adalah CapCut untuk tablet dengan antarmuka yang disebut mirip dengan versi desktop.
Hal tersebut membuat proses adaptasi lebih mudah, terutama untuk pengguna yang sebelumnya sudah terbiasa melakukan editing di komputer.
Baca Juga: 5 HP Kamera Terbaik untuk Konser 2026, Zoom Tajam dan Video Stabil
Port USB-C Memudahkan Workflow
Salah satu alasan iPad Pro M4 dapat digunakan sebagai perangkat kerja adalah konektivitasnya. Pengguna dapat menghubungkan mikrofon eksternal serta hard disk melalui USB-C.
Dukungan aksesori tersebut membuat proses produksi konten tidak harus selalu menggunakan laptop.
Apple Pencil juga bisa digunakan untuk beberapa aktivitas editing, seperti menggeser timeline, melakukan pemotongan video, memberi highlight, maupun mencatat. Namun, untuk pekerjaan mengetik, keyboard tetap menjadi pilihan utama.
Baca Juga: 5 HP 5 Jutaan Terbaik 2026, Kamera Setara HP Belasan Juta
Layar OLED 120 Hz dan Extended Display
iPad Pro M4 menggunakan layar Tandem OLED dengan refresh rate hingga 120 Hz. Kombinasi layar tersebut dan chip M4 membuatnya cocok untuk editing maupun konsumsi hiburan.
Perbedaan lain dibandingkan iPad entry-level adalah dukungan extended display ketika dihubungkan ke monitor. Fitur ini membuat iPad lebih fleksibel untuk multitasking dibandingkan perangkat yang hanya dapat melakukan mirroring.
Mouse dan keyboard juga dapat digunakan sehingga setup kerja dapat dibuat lebih menyerupai komputer desktop.
Namun, pengguna tetap perlu beradaptasi dengan cara kerja iPadOS yang berbeda dari macOS.
Bobot Sekitar 500 Gram Jadi Keunggulan
Portabilitas menjadi alasan utama memilih iPad Pro dibandingkan melakukan upgrade MacBook.
Dengan bobot sekitar 500 gram untuk versi 11 inci, perangkat ini jauh lebih ringan dan mudah dibawa dibandingkan laptop. Untuk bekerja dari kafe, bepergian atau berpindah tempat, perbedaan tersebut terasa signifikan.
Baterainya juga dinilai cukup untuk aktivitas sehari-hari. Dalam penggunaan yang mencakup menulis script, membuka CapCut dan bermain game sebentar, daya tahan yang didapat berada di kisaran 6 hingga 8 jam.
Unit bekas yang digunakan memiliki battery health sekitar 90 persen dengan cycle count lebih dari 300.
Tetap Ada Batasan untuk Pekerjaan Kantor
Meski mampu menggantikan MacBook untuk workflow tertentu, iPad Pro M4 belum sepenuhnya menggantikan laptop untuk semua kebutuhan.
Aplikasi seperti Docs, Sheets dan presentation masih dinilai lebih lengkap serta nyaman digunakan di laptop. Karena itu, iPad lebih sering digunakan untuk monitoring, preview dan review pekerjaan kantor.
Keterbatasan sistem operasi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum menjadikan iPad sebagai perangkat utama.
Jangan Beli Tablet Jika Belum Punya Laptop
Pengalaman tersebut juga memberikan gambaran bagi calon pembeli. Jika seseorang belum memiliki laptop atau PC, laptop maupun desktop tetap lebih fleksibel untuk dijadikan perangkat utama karena sistem operasinya menawarkan lebih banyak kemampuan.
Sementara bagi pengguna yang sudah memiliki laptop dan memang menginginkan iPad, pembelian dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta preferensi pribadi.
Tidak semua orang membutuhkan iPad Pro M4. Untuk banyak pengguna, iPad Air atau bahkan iPad versi dasar sudah dapat memenuhi kebutuhan.
Bahkan, jika performa M4 tidak benar-benar dibutuhkan, generasi M1, M2, atau M3 dapat menjadi pilihan dengan kemampuan yang tetap tinggi.
Pada akhirnya, pengalaman menggunakan iPad Pro M4 sebagai daily driver menunjukkan bahwa tablet ini memang mampu menangani workflow kreator secara serius. Namun, nilai tambah terbesarnya bukan sekadar chip M4, melainkan kombinasi performa, layar, portabilitas, konektivitas, dan kemampuan iPadOS yang sesuai dengan kebutuhan penggunanya.
Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest