Mau Main Motor Custom? Ini 3 Motor Bahan yang Cocok untuk Pemula, Mulai Rp5 Jutaan

Valentyo Samuel Putra Widodo • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 13:05 WIB
Mau main motor custom? Ini 3 motor bahan untuk pemula mulai Rp5 jutaan, dari Suzuki Thunder 125, Honda Verza hingga Yamaha Bison.
Mau main motor custom? Ini 3 motor bahan untuk pemula mulai Rp5 jutaan, dari Suzuki Thunder 125, Honda Verza hingga Yamaha Bison.

 JAKARTA – Kalau baru ingin masuk ke dunia motor custom, saya tidak menyarankan langsung membeli motor berkapasitas besar. Dari pengalaman membangun beberapa motor, memulai dari mesin kecil justru bisa menjadi pilihan yang lebih masuk akal karena risiko biaya dan perawatannya relatif lebih terkendali.

Motor custom memang terlihat menarik dari luar. Namun, setelah dimiliki, pemilik tetap harus menghadapi biaya servis, spare part, modifikasi, hingga kemungkinan motor lebih sering masuk bengkel. Karena itu, saya lebih menyarankan pemula memulai dari motor bahan yang sederhana dan terjangkau.

Setidaknya ada tiga pilihan motor di bawah Rp10 juta yang menurut saya bisa dipertimbangkan, yakni Suzuki Thunder 125, Honda Verza, dan Yamaha Bison.

Baca Juga: Modifikasi Daihatsu Xenia Ini Bikin Pangling, Tampil Racing Style dengan Pelek Ring 18

Suzuki Thunder 125, Mulai Rp5 Jutaan

Pilihan pertama adalah Suzuki Thunder 125 tahun 2006 yang menurut saya menarik untuk dijadikan bahan motor custom. Harganya berada di kisaran Rp5 jutaan, tergantung kondisi unit.

Saya menyukai Thunder 125 karena bentuk rangkanya cukup fleksibel untuk berbagai konsep. Motor ini bisa diarahkan menjadi cafe racer, tracker, flat tracker, bobber, hingga gaya klasik lainnya.

Salah satu kelebihannya adalah desain sasis yang terlihat cukup kekar untuk motor 125 cc. Bagian kaki-kakinya juga masih memungkinkan penggunaan ban yang lebih lebar tanpa harus langsung mengganti segitiga depan maupun swing arm.

Baca Juga: iPad Air M1 2026 Masih Layak Dibeli? Harga Bekas Rp5 Jutaan, Performa Masih Ngebut

Namun, kelemahan utamanya ada pada mesin 125 cc. Performa motor ini lebih cocok untuk penggunaan santai dan harian dibandingkan mengejar kecepatan. Karburator bawaannya juga membuat respons akselerasi terasa tidak secepat motor modern.

Saya sendiri pernah menjadikan Thunder 125 sebagai motor custom pertama. Dari pengalaman tersebut, saya menilai motor ini cukup aman untuk pemula yang ingin mencoba berbagai konsep tanpa langsung mengeluarkan biaya besar.

Honda Verza, Pilihan Injeksi di Bawah Rp10 Juta

Pilihan kedua adalah Honda Verza tahun 2013 yang berada di kisaran Rp6 juta hingga Rp8 jutaan.

Salah satu alasan saya memasukkan Verza adalah sistem injeksinya. Dibandingkan beberapa motor bahan lain di kelasnya yang masih menggunakan karburator, Verza sudah menggunakan sistem injeksi.

Motor ini cocok diarahkan menjadi tracker, flat tracker, atau cafe racer. Spare part Honda juga relatif mudah ditemukan dan tersedia banyak pilihan aftermarket.

Baca Juga: iPad Air M1 2026 Masih Layak Dibeli? Harga Bekas Rp5 Jutaan, Performa Masih Ngebut

Namun, saya kurang menyarankan Verza untuk konsep bobber yang terlalu mengekspos rangka. Sasisnya cenderung ramping sehingga membutuhkan trik tambahan agar proporsi motor tetap terlihat sesuai dengan konsep.

Bagian kaki-kaki juga perlu diperhatikan. Shockbreaker depan yang ramping membuat penggunaan ban berukuran besar membutuhkan penyesuaian tambahan.

Yamaha Bison, Pilihan yang Fleksibel

Pilihan ketiga adalah Yamaha Bison tahun 2013 dengan harga sekitar Rp6 juta hingga Rp7 juta.

Baca Juga: Asus ROG Strix G16 2025 Rp59,4 Juta, RAM Bisa Di-upgrade hingga 64 GB

Menurut saya, Bison menjadi salah satu bahan motor custom yang cukup populer karena struktur standarnya memang fleksibel. Motor ini bisa diarahkan menjadi cafe racer, tracker, flat tracker, maupun bobber dengan penyesuaian tertentu.

Kelebihan lainnya ada pada kaki-kaki. Jarak shockbreaker depan cukup lebar sehingga masih memungkinkan penggunaan ban berukuran lebih besar. Diameter shock depan yang mencapai sekitar 41 mm juga membuat tampilannya terlihat kekar.

Bagian belakangnya juga cukup lapang untuk penggunaan ban yang lebih lebar. Namun, karena Bison menggunakan monoshock, konsep klasik dengan dual shock membutuhkan pengerjaan tambahan.

Spare part Bison juga relatif terjangkau dan mudah ditemukan. Kekurangannya, pelek bawaan menggunakan model palang. Kalau ingin tampilan lebih vintage dengan pelek jari-jari, tentu harus menyiapkan biaya tambahan.

Jangan Langsung Lompat ke Motor Besar

Dari tiga pilihan tersebut, saya melihat setiap motor punya karakter masing-masing. Thunder 125 cocok jika saya lebih mengutamakan fleksibilitas konsep dan biaya awal. Verza menarik jika saya ingin mesin injeksi dan kemudahan mencari spare part. Sementara Bison bisa dipertimbangkan jika saya menginginkan kaki-kaki yang lebih siap untuk kebutuhan modifikasi.

Intinya, budget harus disesuaikan dengan konsep yang ingin dibuat. Jangan sampai baru mulai bermain motor custom, tetapi langsung membeli motor seperti CB400, XS650, atau SR400 tanpa menghitung biaya perawatan dan spare part.

Baca Juga: Asus ROG Strix G16 2025, Laptop RTX 5080 Seharga Rp59 Juta untuk Gaming dan Editing

Kalau ternyata setelah beberapa bulan saya merasa hobi tersebut tidak cocok, motor dengan harga awal yang terlalu mahal justru bisa menjadi beban.

Karena itu, saya lebih memilih memulai dari yang sederhana. Kalau sudah merasa cocok dengan dunia motor custom dan menjadikannya bagian dari hobi, barulah naik kelas ke mesin 400 cc, 600 cc, bahkan 1.000 cc.

Bagi pemula, tujuan awalnya bukan membangun motor paling mahal. Yang penting adalah menemukan motor bahan yang sesuai budget, konsep, kemampuan perawatan, dan tingkat pengalaman.

Source YouTube Aterx Katros

Editor : Valentyo Samuel Putra Widodo
modif motor 2026 bahan motor custom