BLITAR KAWENTAR - Influencer mawas diri menjadi salah satu sikap penting ketika aktivitas di media sosial semakin mudah mendapat perhatian publik.
Di tengah derasnya arus informasi digital, sebuah konten dapat menjadi viral dalam waktu singkat. Kondisi tersebut membuat kreator konten perlu lebih berhati-hati sebelum membagikan sesuatu di ruang publik.
Kreator konten asal Blitar, Andhira Arum Mufzalifa, memilih menerapkan sikap mindful dan mawas diri dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, kebebasan berekspresi tetap perlu diimbangi dengan kesadaran terhadap dampak dari konten yang dibagikan.
Baca Juga: Modifikasi Innova Reborn G Putih Ini Bikin Pangling, Tampil Clean dengan TE37 Jepang
Sikap berhati-hati tersebut dilakukan untuk meminimalkan potensi salah paham maupun friksi dengan pengguna media sosial lainnya.
Sebab, keberagaman karakter warganet membuat sebuah unggahan dapat dipahami secara berbeda oleh orang yang melihatnya.
Andhira mengatakan aktivitas seseorang di linimasa tidak selalu mencerminkan seluruh karakter asli orang tersebut.
Baca Juga: Motor Sport Murah CBR 150R NOS Cuma Rp30 Jutaan, Masih 0 Km!
Namun, pertimbangan sebelum mengunggah konten tetap menjadi bentuk perlindungan awal bagi seorang kreator.
Ia memilih mengunggah sesuatu yang aman dan minim multitafsir. Sikap tersebut diterapkan ketika menulis maupun membagikan konten di media sosial.
Menurutnya, kehati-hatian diperlukan karena sebuah unggahan dapat dengan mudah tersebar.
Ketika sebuah konten telah menjadi perhatian publik, konsekuensi yang muncul tidak selalu dapat dikendalikan oleh pembuatnya.
Karena itu, Andhira membiasakan diri memperhitungkan konsekuensi sebelum membagikan pemikiran, termasuk untuk unggahan yang bersifat santai.
Langkah tersebut dilakukan agar aktivitasnya di media sosial tetap berada dalam koridor yang menurutnya aman.
Baca Juga: Cara Cek KTP Digital Online Lewat IKD, Aktivasi Akun Perlu Verifikasi Petugas
Sikap mawas diri juga diterapkan ketika menghadapi konflik di media sosial. Ketika muncul perdebatan atau debat kusir di kolom komentar, Andhira memilih untuk tidak terlalu memikirkannya dan melanjutkan aktivitas sehari-hari.
Menurutnya, mengabaikan perdebatan dapat menjadi salah satu pilihan ketika percakapan sudah tidak lagi menghasilkan komunikasi yang sehat.
Ia menilai masyarakat pada dasarnya juga memiliki kehidupan masing-masing sehingga tidak semua komentar perlu direspons.
Baca Juga: Cara Cek Kepesertaan BPJS Kesehatan Lewat HP, Bisa via WhatsApp dan Mobile JKN
Pilihan tersebut membuat perhatian tidak sepenuhnya tersedot ke dalam konflik di media sosial.
Bagi kreator, kemampuan menentukan kapan harus merespons dan kapan harus mengabaikan menjadi bagian dari pengelolaan aktivitas di ruang digital.
Andhira juga menyoroti kreator konten yang mengalami blunder ketika berkarya.Menurutnya, publik pada dasarnya masih memiliki ruang toleransi dan kesempatan kedua bagi seseorang yang melakukan kesalahan.
Baca Juga: Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4, Ini 5 Kriteria KPM yang Disebut Diproses
Namun, kesempatan tersebut perlu diikuti dengan kemauan untuk belajar. Kreator harus mampu mengambil pelajaran dari kesalahan dan berusaha agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas sebagai kreator konten tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membuat materi yang menarik.
Kesadaran terhadap konsekuensi, kehati-hatian dalam berkomunikasi, serta kemampuan menghadapi respons publik juga menjadi bagian dari aktivitas di media sosial.
Baca Juga: Andre Taulany dan Amanda Rigby Punya Banyak Kesamaan, Suka Komedi Hingga Sama-Sama Tak Suka Drama
Di tengah kondisi ketika sebuah unggahan dapat menyebar dengan cepat, sikap influencer mawas diri menjadi penting untuk mengurangi potensi salah paham.
Berpikir sebelum mengunggah, menghindari konten yang mudah ditafsirkan secara beragam, serta tidak mudah terseret perdebatan menjadi sejumlah langkah yang dipilih Andhira.
Ruang digital memberikan kesempatan luas bagi siapa pun untuk berekspresi. Namun, kebebasan tersebut berjalan bersama tanggung jawab terhadap apa yang disampaikan kepada publik.
Baca Juga: Erin Wartia dan Amanda Rigby Dibandingkan, Ini Kesamaan yang Diungkap Andre Taulani
Bagi kreator konten, kehati-hatian sebelum mengunggah dapat menjadi langkah awal untuk menghadapi berbagai risiko yang mungkin muncul setelah sebuah konten tersebar. (jar/c1/sub)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari