ltel Inuyasa Bisa Tembus Rp3 Juta, Bentuk Ekornya Bikin Cupang Ini Istimewa

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 17:52 WIB
Veltel Inuyasa bisa tembus Rp3 juta. Bentuk ekor dan proses breeding membuat cupang ini punya nilai jual tinggi. (Pinterest)
Veltel Inuyasa bisa tembus Rp3 juta. Bentuk ekor dan proses breeding membuat cupang ini punya nilai jual tinggi. (Pinterest)

JAKARTA - Veltel Inuyasa menjadi salah satu ikan cupang yang memiliki nilai jual tinggi dalam video kunjungan ke sebuah farm dan seller cupang. Salah satu ikan dengan kualitas tertentu disebut pernah ditawar hingga Rp7 juta, sementara Veltel Inuyasa lainnya masih bisa terjual sekitar Rp3 juta. Selain harga, bentuk ekor dan proses pengembangan genetik menjadi daya tarik utama jenis cupang tersebut.

Baca Juga: Ikan Cupang Termahal Ini Tembus Rp3 Juta, Ada Pink Aurora dan Veltel Inuyasa

Ekor Veltel Berubah Saat Dewasa

Veltel memiliki tampilan yang cukup berbeda ketika masih kecil dan setelah dewasa. Saat ukurannya masih kecil, ekornya terlihat seperti kuncup sehingga belum menunjukkan bentuk maksimalnya.

Namun, ketika ikan semakin besar, bagian ekornya mulai berkembang dan terlihat menyerupai selendang. Perubahan tersebut menjadi salah satu daya tarik yang membuat Veltel memiliki penggemar tersendiri.

Dalam video tersebut, pengelola memperlihatkan beberapa Veltel dengan karakter berbeda. Ada yang masih dalam tahap pertumbuhan dan ada pula yang sudah memperlihatkan bentuk ekor lebih lebar.

Salah satu Veltel Inuyasa yang diperlihatkan memiliki warna merah cukup kuat. Menurut pengelola, karakter warna juga menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas ikan.

Pengelola menyebut pernah mendapatkan tawaran sekitar Rp7 juta untuk salah satu Veltel Inuyasa. Namun, tawaran tersebut tidak langsung diterima karena proses mendapatkan karakter ikan yang diinginkan membutuhkan pengembangan breeding.

Pada kesempatan lain, Veltel Inuyasa dengan kualitas tertentu disebut masih mampu terjual sekitar Rp3 juta.

Dikembangkan dari Garis Thailand

Dalam perbincangan tersebut, pengelola menjelaskan bahwa nama Inuyasa berkaitan dengan pengembangan dari Thailand. Mereka kemudian terus mengembangkan karakter tersebut melalui breeding.

Salah satu target pengembangan yang disebutkan adalah mendapatkan ekor berwarna putih. Hal itu dianggap menjadi karakter yang diinginkan karena menyerupai tampilan tertentu yang menjadi acuan mereka.

Namun, mendapatkan karakter tersebut secara konsisten tidak mudah. Pengelola mengaku sudah sempat mendapatkan beberapa ikan dengan karakter ekor putih, tetapi hasilnya tidak selalu muncul kembali ketika dilakukan breeding.

Proses tersebut menunjukkan bahwa pengembangan ikan cupang tidak selalu menghasilkan anakan dengan tampilan yang sama. Karena itu, pemilihan indukan menjadi salah satu bagian penting dalam menghasilkan karakter yang diinginkan.

Selain Veltel Inuyasa, farm tersebut juga mengembangkan berbagai jenis lain, seperti Veltel Multicolor, Veltel Crowntail, Black Samurai, Blue Rim, hingga berbagai kombinasi warna.

Baca Juga: Sertifikat Tanah Hilang? Ini 4 Langkah Mengurus Penggantinya di Kantor Pertanahan

Kualitas Menentukan Nilai Jual

Harga ikan cupang dalam farm tersebut sangat beragam. Ikan yang dianggap masih berada pada kategori biasa dapat dijual dengan harga lebih rendah, sedangkan ikan dengan karakter khusus memiliki nilai lebih tinggi.

Pengelola mengatakan mereka tidak sembarangan menjual ikan yang memiliki potensi sebagai indukan. Ikan dengan kualitas tertentu dipisahkan terlebih dahulu untuk kebutuhan breeding.

Salah satu kriteria yang digunakan adalah form atau bentuk tubuh dan sirip. Karakter sirip dorsal yang menjulang ke depan disebut “mohak”. Ikan dengan bentuk tersebut dianggap memiliki nilai lebih tinggi.

Selain bentuk, warna juga menjadi pertimbangan. Karena itu, ikan yang masih terlihat kurang menarik ketika kecil belum tentu langsung disingkirkan. Beberapa ikan dapat mengalami perubahan warna seiring pertumbuhan.

Dalam proses pembesaran, ikan dapat dipelihara hingga sekitar empat bulan untuk melihat perkembangan kualitasnya. Jika setelah melewati masa tersebut kualitasnya tidak sesuai harapan, ikan baru disisihkan.

Pengelola juga menerapkan pencatatan stok karena jumlah ikan yang dikelola mencapai sekitar 200.000 ekor dari beberapa farm.

Dengan sistem tersebut, pengembangan Veltel Inuyasa tidak hanya mengandalkan tampilan ikan saat ini. Proses breeding, seleksi, pencatatan, dan pemilihan indukan menjadi bagian penting untuk mempertahankan karakter serta nilai jualnya.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : AUDREY A
ikan cupang Veltel Inuyasa breeding cupang Veltel cupang Thailand