JAKARTA - Cara ternak guppy dengan metode colony breeding menjadi salah satu pilihan bagi penghobi yang ingin memperbanyak ikan tanpa harus menyiapkan banyak akuarium. Metode ini menggabungkan guppy jantan dan betina dalam satu wadah, kemudian membiarkan keduanya berkembang biak secara alami. Dengan tambahan tanaman yang rapat seperti guppy grass, burayak memiliki tempat untuk berlindung setelah lahir.
Baca Juga: Sertifikat Tanah Hilang, Siapkan Syarat Ini dan Cek Biaya Penggantiannya
Guppy Dibiarkan Berkembang Biak Alami
Colony breeding merupakan metode pemeliharaan yang menempatkan guppy jantan dan betina dalam satu koloni. Ikan tidak dipisahkan berdasarkan jenis kelamin atau tahap kehamilan seperti pada metode breeding tertentu.
Dalam video tersebut, metode ini diterapkan menggunakan tab outdoor yang ditanami tanaman. Kondisi tersebut dianggap lebih mendekati lingkungan alami karena ikan mendapatkan sinar matahari, udara terbuka, serta perubahan suhu yang terjadi secara alami.
Pembuat video menjelaskan bahwa kondisi lingkungan tersebut dapat membantu merangsang guppy untuk berkembang biak secara rutin.
Ia memberikan contoh koloni yang telah dibuat sekitar empat bulan. Pada awalnya, wadah tersebut hanya berisi dua guppy jantan dan tiga guppy betina sebagai indukan.
Setelah empat bulan, populasi di dalam tab meningkat dan terdiri dari ikan dengan ukuran serta usia yang beragam. Sebagian ikan yang dianggap lemah atau tidak sesuai dengan standar garis keturunan telah dikeluarkan.
Dalam metode ini, guppy jantan dan betina dibiarkan hidup bersama sehingga proses perkawinan berlangsung tanpa harus dipantau satu per satu. Pemilik koloni tidak perlu memindahkan betina yang sedang bunting atau memisahkan setiap burayak secara manual.
Guppy Grass Jadi Tempat Berlindung
Salah satu kunci colony breeding adalah menyediakan tanaman yang cukup padat. Guppy grass menjadi contoh tanaman yang digunakan untuk memberikan perlindungan kepada burayak.
Setelah lahir, burayak memiliki risiko dimangsa oleh guppy dewasa. Tanaman yang lebat memberikan ruang bagi ikan kecil untuk bersembunyi sehingga sebagian dapat bertahan dan tumbuh.
Proses tersebut membuat seleksi berlangsung secara alami. Burayak yang berhasil bertahan kemudian tumbuh menjadi bagian dari populasi koloni.
Namun, tidak semua burayak dapat bertahan. Ikan yang lebih lemah berpotensi dimangsa oleh ikan dewasa. Pembuat video menyebut proses tersebut sebagai bagian dari seleksi alam yang terjadi dalam koloni.
Selain menjadi tempat berlindung, tanaman juga membantu menjaga kondisi lingkungan air. Karena itu, perawatan yang dibutuhkan disebut relatif ringan dibandingkan sistem yang menggunakan banyak akuarium.
Baca Juga: Sertifikat Tanah Hilang, Siapkan Syarat Ini dan Cek Biaya Penggantiannya
Perawatan Tetap Harus Diperhatikan
Meskipun disebut minim perawatan, colony breeding bukan berarti wadah dapat sepenuhnya dibiarkan tanpa pengawasan.
Dalam video, perawatan yang dilakukan meliputi pemberian pakan secara rutin dan penggantian air ringan setiap minggu. Kotoran serta sisa di bagian dasar dapat dikeluarkan menggunakan metode sifon.
Pembuat video juga menyebut ada breeder yang membiarkan koloni tanpa penggantian air. Namun, pengalaman tersebut tidak otomatis berlaku pada seluruh kondisi karena kualitas air setiap setup dapat berbeda.
Keuntungan lain dari metode ini adalah kebutuhan ruang yang lebih sedikit. Pemilik tidak perlu menyediakan banyak tank terpisah untuk indukan, burayak, dan ikan yang sedang dibesarkan.
Satu koloni juga dapat menjadi sumber untuk membuat koloni baru. Beberapa indukan dari koloni awal dapat dipilih dan dipindahkan ke wadah lain untuk memulai populasi berikutnya.
Namun, terdapat satu risiko yang perlu diperhatikan, yakni inbreeding. Karena ikan dari garis keturunan yang sama terus berkembang biak dalam satu koloni, keragaman genetik dapat berkurang.
Untuk mengatasinya, pembuat video menyarankan seleksi rutin terhadap ikan yang dipelihara dan melakukan outcross breeding secara berkala. Penambahan gen baru dapat membantu menjaga kesehatan garis keturunan.
Dengan lingkungan outdoor, tanaman yang rapat, indukan yang dibiarkan bersama, serta seleksi dan perawatan berkala, metode colony breeding dapat menjadi salah satu pilihan cara ternak guppy dengan pengelolaan yang lebih sederhana.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Albert's Guppy Adventure