Cara Ternak Ikan Guppy Tanpa Ribet, Metode Colony Breeding Jadi Pilihan

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 18:04 WIB
Cara ternak ikan guppy dengan colony breeding, dari wadah, tanaman, burayak, hingga risiko inbreeding. (Pinterest)
Cara ternak ikan guppy dengan colony breeding, dari wadah, tanaman, burayak, hingga risiko inbreeding. (Pinterest)

JAKARTA - Cara ternak ikan guppy tidak selalu membutuhkan banyak wadah untuk memisahkan indukan, ikan betina yang hamil, hingga burayak. Dalam video yang membahas colony breeding, guppy dipelihara dalam satu lingkungan koloni dengan tanaman air sebagai tempat berlindung anak ikan. Metode ini disebut lebih sederhana karena ikan dibiarkan berkembang biak secara alami dengan intervensi yang minim.

Colony breeding merupakan metode yang menempatkan guppy jantan, betina, dan ikan muda dalam lingkungan pemeliharaan yang sama. Pemilik tidak perlu terus-menerus memindahkan indukan atau menggunakan breeder box untuk setiap betina yang akan melahirkan.

Menurut pembuat video, metode tersebut cocok diterapkan pada wadah outdoor yang memiliki tanaman cukup lebat. Salah satu setup yang ditampilkan bahkan tidak menggunakan sistem filtrasi dan mengandalkan kondisi lingkungan yang lebih alami.

Baca Juga: Colony Breeding Guppy, Cara Ternak Ikan Guppy Lebih Mudah dan Cepat

Indukan dan Burayak Berada dalam Satu Koloni

Dalam praktiknya, cara ternak ikan guppy dengan colony breeding dimulai dengan menyediakan wadah yang cukup luas serta lingkungan yang mendukung kehidupan ikan. Tanaman seperti guppy grass menjadi salah satu bagian penting karena dapat menyediakan ruang bagi burayak untuk bersembunyi.

Ikan jantan dan betina kemudian dibiarkan hidup bersama. Perkawinan berlangsung secara alami tanpa perlu pemilik memindahkan ikan betina ke tempat khusus.

Pembuat video memberikan contoh sebuah wadah yang sekitar empat bulan sebelumnya hanya diisi dua guppy jantan dan tiga betina. Setelah dipelihara, jumlah ikan berkembang hingga memenuhi wadah dengan berbagai ukuran dan usia.

Beberapa ikan yang dianggap kurang sesuai untuk dipertahankan kemudian dikeluarkan. Seleksi tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas garis keturunan yang sedang dikembangkan.

Konsep ini membuat koloni dapat terus menghasilkan generasi baru. Ketika burayak lahir, tanaman yang lebat memberikan perlindungan sehingga sebagian anak ikan dapat menghindari ikan dewasa.

Seleksi Alami Terjadi di Dalam Wadah

Salah satu karakteristik colony breeding adalah adanya proses seleksi alami. Tidak semua burayak yang lahir akan bertahan hidup. Anak ikan yang mampu menemukan tempat berlindung di antara tanaman memiliki peluang untuk tumbuh lebih besar.

Pembuat video menjelaskan kondisi tersebut sebagai proses yang menyerupai seleksi di alam. Burayak yang bertahan kemudian tumbuh bersama koloni dan pada waktunya dapat menjadi bagian dari populasi yang kembali berkembang biak.

Cara ini berbeda dengan metode yang mengharuskan penghobi mengambil burayak satu per satu setelah ikan betina melahirkan. Pada colony breeding, pengelolaan lebih banyak dilakukan dengan menyediakan lingkungan yang mendukung.

Selain itu, ikan juga tidak terlalu sering ditangkap atau dipindahkan. Pembuat video menilai minimnya gangguan membuat pemeliharaan menjadi lebih sederhana.

Perawatan yang dilakukan antara lain memberikan pakan secara rutin dan melakukan penggantian air secara berkala. Kotoran serta sisa material di dalam wadah juga dapat disedot untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Baca Juga: Mengenal Macam-Macam Surat Tanah, dari Girik hingga SHM, Mana yang Paling Kuat?

Bisa Dipakai untuk Membentuk Koloni Baru

Colony breeding juga dapat digunakan untuk mengembangkan koloni baru. Setelah populasi berkembang, penghobi dapat memilih ikan tertentu dari koloni awal untuk dijadikan indukan pada wadah berikutnya.

Dengan cara tersebut, satu koloni dapat menjadi sumber untuk membangun beberapa kelompok baru. Namun, proses seleksi tetap diperlukan agar ikan yang dipertahankan sesuai dengan tujuan pembiakan.

Tantangan utama yang perlu diperhatikan adalah inbreeding. Jika ikan dari garis keturunan yang sama terus dikawinkan tanpa memasukkan gen baru, kualitas garis keturunan dapat menjadi perhatian.

Karena itu, pembuat video menyarankan seleksi terhadap ikan yang dipelihara serta melakukan outcrossing secara berkala. Outcrossing dilakukan dengan memasukkan ikan dari garis keturunan lain untuk membantu menjaga keberagaman genetik.

Pada akhirnya, cara ternak ikan guppy dengan colony breeding lebih mengutamakan lingkungan koloni yang stabil daripada pemisahan ikan secara terus-menerus. Bagi penghobi yang ingin mencoba metode ini, kepadatan tanaman, kapasitas wadah, seleksi ikan, dan pengelolaan garis keturunan menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Albert's Guppy Adventure
colony breeding cara ternak ikan guppy burayak guppy budidaya guppy outcrossing guppy