BEKASI - Budidaya ikan arwana dilakukan secara serius oleh PT Arwana Citra Ikan Hias Indonesia (ACIHI) di Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat. Tempat ini memiliki sekitar 405 ekor indukan yang ditempatkan dalam lima kolam khusus. Selain memenuhi pasar dalam negeri, arwana hasil budidaya juga dikirim ke sejumlah negara.
Pemilik ACIHI, Ahmad, menjelaskan usaha tersebut mulai berdiri pada akhir 2006 hingga awal 2007. Namun, kegiatan usaha mulai lebih aktif sekitar 2010 setelah berbagai persiapan, termasuk perizinan, diselesaikan.
Jenis arwana yang dibudidayakan dan dijual di antaranya super red dan golden red. Ukurannya tersedia dari anakan hingga ikan dewasa.
Baca Juga: Stok Burung Pasar Pramuka September 2026, Kenari Gacor hingga Burung Masteran
Punya 405 Indukan Arwana
Dalam proses budidaya ikan arwana, ACIHI memiliki lima kolam indukan. Setiap kolam dapat menampung sekitar 70 hingga 100 ekor, tetapi jumlah ikan di setiap kolam tidak dibuat sama.
Menurut Ahmad, susunan indukan beberapa kali diubah untuk menemukan formasi yang sesuai. Ada kolam yang berisi sekitar 70 ekor, 60 ekor, hingga 100 ekor.
Kolam indukan berukuran sekitar 30 x 10 meter dengan kedalaman air sekitar 170 sentimeter. Namun, kolam dibuat memiliki dua tingkat kedalaman. Hal tersebut disesuaikan dengan kecenderungan arwana dalam memilih pasangan dan lokasi berkembang biak.
Indukan yang digunakan juga tidak sembarangan. ACIHI memprioritaskan arwana jantan dengan usia minimal delapan tahun dan betina enam tahun. Meski demikian, Ahmad menyebut arwana di alam sebenarnya sudah dapat berkembang biak pada usia sekitar empat hingga lima tahun.
Formasi perkawinan yang digunakan antara lain satu jantan dengan tiga betina atau dua jantan dengan tiga betina. Jumlah pejantan dibuat lebih sedikit untuk mengurangi potensi perkelahian akibat perebutan betina.
Panen Bisa Berlangsung Setiap 1–2 Bulan
Pemberian pakan untuk indukan dilakukan secara rutin. Jenis pakan yang digunakan antara lain jangkrik, ulat Jerman, udang, dan kodok. Untuk kebutuhan harian, pemberian kodok disebut dapat mencapai sekitar 20 kilogram, sedangkan jangkrik dan ulat Jerman sekitar 4–6 kilogram.
Kolam indukan juga dilengkapi sekat atau pintu. Fungsinya memudahkan proses pemanenan ketika arwana jantan sedang mengerami anak.
Pada arwana, indukan jantan yang mengerami telur atau anak biasanya menunjukkan beberapa tanda. Salah satunya tidak mau makan, mulut terlihat membesar, serta gaya berenang menjadi lebih lambat.
Namun, mulut yang membesar belum tentu berarti sedang mengerami anak. Pembudidaya juga perlu melihat keberadaan betina di sekitar indukan untuk memastikan kondisinya.
Dengan jumlah indukan sekitar 405 ekor, ACIHI menyebut siklus panen dapat berlangsung sekitar satu hingga dua bulan sekali. Lama pengeraman berkisar 21 hingga 40 hari, tergantung kondisi indukan.
Baca Juga: Harga Koi Tulungagung Terbaru, Mulai Rp5.000 hingga Rp3 Juta per Paket
Anak Arwana Dirawat di Inkubator
Setelah dipanen dari indukan, baby arwana dipindahkan ke ruang inkubator. Anak ikan yang masih membawa cadangan makanan atau yolk egg diputar secara perlahan menggunakan sistem yang dibuat khusus.
Menurut Ahmad, metode tersebut dilakukan karena secara alami anak arwana berada di dalam mulut induknya. Perputaran juga disebut membantu menjaga yolk egg agar tidak membusuk serta mendukung perkembangan dayung dan ekor.
Suhu ruangan dijaga sekitar 31–32 derajat Celsius, sedangkan suhu air tidak boleh berada di bawah 27 derajat Celsius.
Selama yolk egg masih tersedia, anak arwana belum perlu diberi pakan. Setelah berusia sekitar satu bulan dan cadangan makanan habis, ikan mulai dapat diberi cacing beku atau cacing darah.
Kualitas air menjadi perhatian utama. Pergantian air dilakukan sekitar dua hari sekali dengan menjaga pH pada kisaran 6,5–7,0.
Arwana Dipelihara hingga Ukuran Besar
ACIHI juga memiliki kolam pembesaran berukuran sekitar 5 x 3 meter yang dapat menampung hingga 30 ekor arwana dengan ukuran 40–50 cm.
Pertumbuhan arwana membutuhkan waktu cukup panjang. Dari ukuran 12 cm menuju 30 cm, prosesnya disebut membutuhkan sekitar delapan bulan hingga satu tahun. Sementara dari 30 cm menuju 40 cm membutuhkan waktu sekitar delapan bulan hingga satu tahun lagi.
Untuk penghobi, Ahmad menyarankan ukuran 20 cm ke atas lebih mudah dipelihara karena kondisi ikan sudah lebih kuat dan pola makannya tidak terlalu sulit.
Untuk arwana ukuran sekitar 25 cm, ukuran akuarium yang disebut ideal adalah panjang 120 cm, lebar 60 cm, dan tinggi 40–50 cm. Ketika ikan semakin besar, kebutuhan ruang juga meningkat.
Pakan juga diberikan secara bervariasi, seperti ulat Jerman, jangkrik, udang, dan kodok. Masing-masing disebut memiliki fungsi berbeda dalam mendukung kondisi tubuh dan warna arwana.
Selain pasar domestik, ACIHI telah melakukan ekspor ke sejumlah negara, antara lain China, Filipina, Jepang, Thailand, Brunei, Singapura, Malaysia, Jerman, dan Inggris.
Ahmad menegaskan pembeli sebaiknya mendapatkan arwana dari penangkaran atau tempat penjualan yang memiliki izin. Arwana yang diperdagangkan juga dilengkapi sertifikat dan chip sebagai bagian dari dokumen legalitasnya.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : sudutyuda