Budidaya Ikan Arwana di Bekasi, 405 Indukan Jadi Kunci Produksi

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 18:24 WIB
Budidaya ikan arwana di Bekasi memiliki 405 indukan, dari pemijahan alami hingga pemasaran ke luar negeri. (Pinterest)
Budidaya ikan arwana di Bekasi memiliki 405 indukan, dari pemijahan alami hingga pemasaran ke luar negeri. (Pinterest)

BEKASI - Budidaya ikan arwana ternyata membutuhkan proses panjang, mulai dari pemilihan indukan, pemijahan alami, perawatan anakan, hingga pengelolaan kualitas air. Salah satu pembudidaya di Jatisampurna, Bekasi, menjalankan usaha tersebut dengan sekitar 405 indukan yang ditempatkan di sejumlah kolam.

Usaha tersebut dikenal sebagai ACIHI. Berdasarkan penuturan pemilik dalam video, usaha mulai dirintis sekitar akhir 2006 atau awal 2007 dan mulai aktif pada 2010 setelah proses perizinan selesai.

Arwana yang dibudidayakan terdiri dari jenis super red dan golden red. Keduanya dipelihara untuk menghasilkan anakan yang kemudian dibesarkan dan dipasarkan.

Baca Juga: Harga Koi Tulungagung Mulai Rp5.000, Ada Paket 400 Ekor hingga Ukuran 50 Cm

Memelihara Ratusan Indukan Arwana

Salah satu kolam indukan berukuran sekitar 30 x 10 meter dengan kedalaman kurang lebih 170 sentimeter. Kolam tersebut dibuat dengan dua tingkat kedalaman untuk mendukung aktivitas ikan.

Pemilik menjelaskan, indukan jantan yang digunakan umumnya sudah berusia minimal delapan tahun. Sementara indukan betina minimal berusia enam tahun.

Dalam satu kelompok pemijahan, komposisinya dapat menggunakan satu jantan dengan tiga betina atau dua jantan dengan tiga betina. Arwana kemudian dibiarkan melakukan proses perkawinan secara alami.

Pakan menjadi bagian penting dalam perawatan indukan. Dalam video disebutkan, ikan diberi pakan seperti katak, udang, jangkrik, dan ulat hongkong. Kebutuhan katak bahkan bisa mencapai sekitar 20 kilogram per hari untuk seluruh populasi yang dipelihara.

Proses panen juga tidak dilakukan setiap hari. Panen anakan dapat berlangsung sekitar satu sampai dua bulan sekali. Setelah proses pemijahan, telur atau embrio yang dibawa indukan jantan akan menjalani masa inkubasi di dalam mulut.

Masa inkubasi tersebut disebut dapat berlangsung sekitar 21 hingga 40 hari.

Anakan Dirawat hingga Siap Dibesar­kan

Salah satu tanda yang diperhatikan pembudidaya adalah perubahan pada indukan jantan. Bagian mulut jantan akan terlihat lebih besar karena membawa anakan. Nafsu makannya juga menurun dan gerakannya menjadi lebih lambat.

Ketika waktunya panen, indukan dipindahkan ke area tertentu. Pembudidaya kemudian melakukan proses pengambilan anakan dengan hati-hati.

Anakan yang diperoleh selanjutnya dipindahkan ke ruang inkubasi. Perawatan dilakukan dengan memperhatikan suhu dan kualitas air. Suhu ruangan disebut berada di sekitar 31–32 derajat Celsius, sedangkan suhu air dijaga agar tidak turun di bawah 27 derajat Celsius.

Anakan arwana juga dipantau berdasarkan perkembangan kantung kuning telur. Selama masih memiliki cadangan tersebut, ikan belum membutuhkan pakan seperti ikan yang sudah lebih besar.

Setelah mulai membutuhkan makanan, anakan dapat diberikan pakan seperti cacing darah beku. Pergantian air dilakukan secara berkala, bahkan disebut bisa dilakukan setiap dua hari dengan memperhatikan pH sekitar 6,5–7.

Dari satu indukan, jumlah anakan yang dihasilkan secara alami dapat mencapai sekitar 40–50 ekor. Namun, jumlah yang dipanen dan kemudian dipilih bisa berada di kisaran 20–30 ekor.

Baca Juga: Budidaya Ikan Arwana di Bekasi, Punya 405 Indukan hingga Pasar Ekspor

Untuk tahap pembesaran, anakan dipindahkan ke kolam grow out. Salah satu kolam yang disebutkan berukuran sekitar 5 x 3 meter dan dapat menampung hingga sekitar 30 ekor ikan berukuran 40–50 sentimeter.

Pertumbuhan arwana juga membutuhkan waktu panjang. Dari ukuran sekitar 12 sentimeter menuju 30 sentimeter disebut dapat membutuhkan waktu sekitar delapan bulan hingga satu tahun. Untuk mencapai 40 sentimeter, diperlukan waktu tambahan sekitar delapan bulan hingga satu tahun.

Selain teknik pemeliharaan, legalitas juga menjadi bagian penting dalam budidaya arwana. ACIHI disebut memiliki perizinan dan dokumen untuk perdagangan dalam negeri maupun luar negeri. Ikan yang dipasarkan dilengkapi sertifikat dan microchip sesuai ketentuan yang dijelaskan dalam video.

Pasarnya juga disebut telah menjangkau sejumlah negara, seperti China, Filipina, Jepang, Thailand, Brunei, Singapura, Malaysia, Jerman, dan Inggris.

Dengan siklus pemijahan, inkubasi, pembesaran, hingga pemasaran yang panjang, budidaya ikan arwana membutuhkan pengelolaan yang konsisten. Ratusan indukan yang dipelihara menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlangsungan produksi.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : sudutyuda
budidaya ikan arwana arwana Bekasi ACIHI ikan arwana ternak arwana