Indukan Ikan Arwana di Bekasi Capai 405 Ekor, Begini Proses Budidayanya

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 18:27 WIB
Indukan ikan arwana di Bekasi mencapai 405 ekor. Simak proses pemijahan alami hingga perawatan anakannya. (Pinterest)
Indukan ikan arwana di Bekasi mencapai 405 ekor. Simak proses pemijahan alami hingga perawatan anakannya. (Pinterest)

BEKASI - Indukan ikan arwana menjadi salah satu faktor penting dalam keberlangsungan usaha budidaya. Di Jatisampurna, Bekasi, sebuah peternakan arwana memelihara sekitar 405 indukan yang digunakan untuk menghasilkan anakan secara alami.

Peternakan tersebut dikenal sebagai ACIHI. Berdasarkan penjelasan pemilik dalam video, usaha ini mulai dirintis sekitar akhir 2006 atau awal 2007 dan kemudian aktif menjalankan kegiatan setelah proses perizinan pada 2010.

Jenis arwana yang dibudidayakan antara lain super red dan golden red. Ikan-ikan tersebut dipelihara dalam kolam khusus dengan sistem pemijahan yang disesuaikan dengan karakter arwana.

Baca Juga: Harga Koi Tulungagung Mulai Rp5.000, Ada Paket 400 Ekor hingga Ukuran 50 Cm

Satu Jantan Bisa Dipasangkan dengan Beberapa Betina

Dalam proses budidaya, indukan ikan arwana tidak langsung dipijahkan dengan metode buatan. Pemilik menjelaskan bahwa proses perkawinan berlangsung secara alami di dalam kolam.

Komposisi indukan yang digunakan dapat berupa satu jantan dengan tiga betina. Formasi lain yang juga digunakan adalah dua jantan dengan tiga betina.

Usia menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih indukan. Jantan yang digunakan umumnya minimal berusia delapan tahun, sedangkan betina minimal berusia enam tahun.

Sementara itu, pemilik juga menyebut arwana dapat mulai melakukan perkawinan pada usia sekitar empat sampai lima tahun secara alami. Namun, indukan yang digunakan di peternakan tersebut memiliki usia yang lebih matang.

Kolam indukan memiliki ukuran cukup besar. Salah satu kolam yang ditampilkan berukuran sekitar 30 x 10 meter dengan kedalaman kurang lebih 170 sentimeter.

Pakan juga diberikan secara rutin untuk menjaga kondisi ikan. Jenis pakan yang disebutkan antara lain katak, udang, jangkrik, dan ulat hongkong. Untuk kebutuhan seluruh ikan, konsumsi katak disebut dapat mencapai sekitar 20 kilogram per hari.

Indukan Jantan Membawa Anakan di Mulut

Hal menarik dalam perkembangbiakan arwana adalah peran indukan jantan setelah proses pemijahan. Anakan akan dibawa di dalam mulut jantan selama masa inkubasi.

Tanda bahwa seekor jantan sedang membawa anakan dapat terlihat dari perubahan bentuk mulutnya. Bagian mulut menjadi lebih besar. Nafsu makan juga berkurang sehingga ikan tidak banyak makan seperti biasanya.

Gerakan indukan jantan turut menjadi lebih lambat. Kondisi tersebut menjadi salah satu tanda yang diperhatikan pembudidaya sebelum melakukan proses panen.

Masa inkubasi disebut dapat berlangsung sekitar 21 hingga 40 hari. Ketika waktunya tiba, indukan dipindahkan ke area khusus agar anakan dapat diambil dan dirawat secara terpisah.

Dalam kondisi tertentu, proses pemanenan juga perlu mempertimbangkan kondisi indukan. Pemilik menyebut perubahan cuaca, petir, hingga keberadaan jantan lain dapat membuat ikan mengalami stres.

Setelah dipanen, anakan masuk ke ruang inkubasi. Suhu ruangan dijaga sekitar 31–32 derajat Celsius, sedangkan suhu air tidak boleh turun di bawah sekitar 27 derajat Celsius.

Anakan yang masih membawa kantung kuning telur tidak langsung diberi pakan. Cadangan tersebut masih digunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada fase awal kehidupannya.

Setelah mulai membutuhkan makanan, anakan dapat diberikan cacing darah beku. Kualitas air juga diperhatikan dengan pergantian air secara berkala dan pH yang disebut berada di kisaran 6,5–7.

Baca Juga: Budidaya Ikan Arwana di Bekasi, Punya 405 Indukan hingga Pasar Ekspor

Dari Anakan hingga Ukuran Puluhan Sentimeter

Hasil pemijahan alami dari satu indukan dapat mencapai sekitar 40–50 anakan. Namun, jumlah yang kemudian dipanen dan diseleksi bisa berada di kisaran 20–30 ekor.

Ikan yang sudah melewati tahap awal selanjutnya dipindahkan ke kolam pembesaran. Salah satu kolam grow out yang dijelaskan berukuran sekitar 5 x 3 meter dan dapat menampung hingga sekitar 30 ekor arwana berukuran 40–50 sentimeter.

Pertumbuhan arwana berlangsung cukup lama. Dari ukuran 12 sentimeter menuju 30 sentimeter membutuhkan sekitar delapan bulan hingga satu tahun. Untuk mencapai ukuran 40 sentimeter, dibutuhkan waktu tambahan sekitar delapan bulan hingga satu tahun.

Dalam pemasaran, legalitas menjadi bagian yang turut diperhatikan. Pemilik menjelaskan bahwa ikan yang dipasarkan dilengkapi sertifikat dan microchip. Dokumen tersebut memuat informasi seperti jenis ikan, tanggal lahir, generasi, serta jenis kelamin apabila sudah diketahui.

Arwana dari peternakan tersebut juga disebut telah dipasarkan ke sejumlah negara, termasuk China, Filipina, Jepang, Thailand, Brunei, Singapura, Malaysia, Jerman, dan Inggris.

Dengan ratusan indukan dan proses pemeliharaan yang berlangsung bertahap, budidaya arwana membutuhkan waktu panjang. Mulai dari pemilihan indukan, pemijahan alami, inkubasi di mulut jantan, perawatan anakan, hingga pembesaran dan pemasaran.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : sudutyuda
arwana Bekasi ACIHI ikan arwana indukan ikan arwana budidaya arwana