BEKASI - Cara budidaya ikan arwana membutuhkan proses panjang dan perawatan yang dilakukan secara bertahap. Salah satu peternakan arwana di Jatisampurna, Bekasi, menjalankan proses tersebut mulai dari pemeliharaan indukan, pemijahan alami, inkubasi anakan, hingga pembesaran sebelum dipasarkan.
Peternakan yang dikenal sebagai ACIHI tersebut memelihara sekitar 405 indukan. Jenis arwana yang dibudidayakan di antaranya super red dan golden red.
Menurut penjelasan pemilik dalam video, usaha tersebut mulai dirintis sekitar akhir 2006 atau awal 2007. Kegiatan budidaya kemudian berjalan setelah proses perizinan dan mulai aktif sekitar 2010.
Baca Juga: Budidaya Ikan Arwana di Bekasi, 405 Indukan Jadi Kunci Produksi
Pemijahan Arwana Dilakukan Secara Alami
Salah satu bagian utama dalam cara budidaya ikan arwana adalah proses pemijahan. Di peternakan tersebut, ikan dibiarkan melakukan perkawinan secara alami di dalam kolam.
Formasi indukan yang digunakan dapat terdiri dari satu jantan dengan tiga betina. Ada pula kolam dengan komposisi dua jantan dan tiga betina.
Usia indukan menjadi salah satu hal yang diperhatikan. Pemilik menjelaskan, indukan jantan yang digunakan umumnya minimal berusia delapan tahun. Sementara indukan betina minimal berusia enam tahun.
Kolam indukan yang digunakan berukuran besar. Salah satu kolam memiliki ukuran sekitar 30 x 10 meter dengan kedalaman kurang lebih 170 sentimeter.
Pakan diberikan secara rutin untuk menjaga kondisi ikan. Jenis pakan yang digunakan antara lain katak, udang, jangkrik, dan ulat hongkong. Kebutuhan katak untuk seluruh populasi disebut dapat mencapai sekitar 20 kilogram per hari.
Setelah proses perkawinan berlangsung, indukan jantan memiliki peran penting. Telur atau anakan yang berkembang akan dibawa di dalam mulut jantan selama masa inkubasi.
Perubahan fisik dapat menjadi tanda bahwa jantan sedang membawa anakan. Mulutnya terlihat lebih besar, sementara nafsu makan menurun. Pergerakannya juga menjadi lebih lambat.
Masa inkubasi yang dijelaskan dalam video berlangsung sekitar 21 hingga 40 hari.
Anakan Dipindahkan ke Ruang Inkubasi
Ketika sudah memasuki waktu panen, indukan jantan dipindahkan ke tempat khusus. Anakan kemudian diambil dan dirawat secara terpisah.
Anakan arwana selanjutnya ditempatkan di ruang inkubasi. Suhu ruangan disebut dijaga sekitar 31–32 derajat Celsius. Sementara itu, suhu air diupayakan tidak turun di bawah sekitar 27 derajat Celsius.
Pada fase awal, anakan masih membawa kantung kuning telur. Cadangan tersebut menjadi sumber nutrisi sehingga anakan belum membutuhkan pakan seperti ikan yang sudah berkembang lebih besar.
Setelah mulai membutuhkan makanan, anakan dapat diberi cacing darah beku. Kondisi air juga menjadi perhatian. Pergantian air dilakukan secara berkala, sementara pH air disebut dijaga di sekitar 6,5–7.
Dari proses pemijahan alami, satu indukan dapat menghasilkan sekitar 40–50 anakan. Namun, jumlah yang dipanen dan kemudian diseleksi bisa berada di kisaran 20–30 ekor.
Anakan yang sudah melewati tahap awal kemudian masuk ke fase pembesaran. Salah satu kolam grow out yang digunakan berukuran sekitar 5 x 3 meter dan dapat menampung hingga sekitar 30 ekor ikan berukuran 40–50 sentimeter.
Pertumbuhan arwana berlangsung cukup lama. Dari ukuran sekitar 12 sentimeter menuju 30 sentimeter dapat membutuhkan waktu sekitar delapan bulan hingga satu tahun. Untuk mencapai 40 sentimeter, diperlukan waktu tambahan sekitar delapan bulan hingga satu tahun.
Baca Juga: Stok Burung Kios Anak Lanang, Murai Batu Palangka hingga Sri Gunting Kerantil
Perawatan Arwana Saat Sudah Dibesarkan
Setelah melewati fase anakan, perawatan arwana tetap membutuhkan perhatian terhadap pakan dan kualitas air. Untuk ikan berukuran sekitar 25 sentimeter, pemilik menyebut pemberian pakan dapat dilakukan pada pagi dan sore atau satu kali sehari.
Jenis pakan yang digunakan juga beragam. Dalam penjelasan pemilik, udang digunakan untuk mendukung warna, sementara katak dan pakan lainnya diberikan untuk menunjang kondisi tubuh. Jangkrik juga digunakan sebagai pakan sekaligus untuk merangsang aktivitas berburu.
Pergantian air dilakukan sebagian, sekitar 20–30 persen, dengan jadwal yang disesuaikan. Sebelum dan sesudah pergantian air, ikan juga disebut perlu mendapatkan waktu puasa.
Untuk pemeliharaan di rumah, pemilik menyebut ikan berukuran sekitar 25 sentimeter sudah dapat dipelihara oleh penghobi. Ukuran akuarium yang disarankan dalam video sekitar 120 x 60 x 40 atau 50 sentimeter.
Legalitas juga menjadi bagian dari pemasaran arwana. Ikan yang dipasarkan disebut dilengkapi sertifikat dan microchip. ACIHI juga menyebut memiliki pasar hingga sejumlah negara seperti China, Filipina, Jepang, Thailand, Brunei, Singapura, Malaysia, Jerman, dan Inggris.
Dengan tahapan yang panjang tersebut, budidaya arwana tidak hanya bergantung pada jumlah indukan. Pemijahan, proses inkubasi, kualitas air, pemberian pakan, pembesaran, hingga kelengkapan dokumen menjadi bagian dari rangkaian pemeliharaan.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : sudutyuda