Budidaya Arwana Bekasi Punya 405 Indukan, Anakan Dipanen hingga Ekspor

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 18:33 WIB
Budidaya arwana Bekasi memiliki 405 indukan dengan proses pemijahan alami hingga pemasaran ke luar negeri. (Pinterest)
Budidaya arwana Bekasi memiliki 405 indukan dengan proses pemijahan alami hingga pemasaran ke luar negeri. (Pinterest)

BEKASI - Budidaya arwana Bekasi dilakukan dalam skala besar dengan sekitar 405 indukan yang dipelihara di sejumlah kolam. Peternakan yang berada di Jatisampurna tersebut menjalankan proses pembiakan secara alami, kemudian merawat anakan hingga siap dibesarkan dan dipasarkan.

Peternakan tersebut dikenal sebagai ACIHI. Berdasarkan penjelasan pemilik dalam video, usaha mulai dirintis sekitar akhir 2006 atau awal 2007 dan mulai aktif sekitar 2010 setelah proses perizinan selesai.

Jenis arwana yang dipelihara meliputi super red dan golden red. Seluruh proses budidaya dilakukan melalui beberapa tahap, mulai dari pemeliharaan indukan, pemijahan, pengambilan anakan, inkubasi, hingga pembesaran.

Baca Juga: Budidaya Ikan Arwana di Bekasi, 405 Indukan Jadi Kunci Produksi

Ratusan Indukan Dipelihara di Kolam Besar

Salah satu kolam indukan memiliki ukuran sekitar 30 x 10 meter dengan kedalaman kurang lebih 170 sentimeter. Kolam tersebut dibuat dengan dua tingkat kedalaman.

Pemilik menjelaskan, indukan jantan yang digunakan umumnya sudah berusia minimal delapan tahun. Sementara indukan betina minimal berusia enam tahun.

Komposisi indukan dalam satu kolam dapat menggunakan satu jantan dengan tiga betina. Formasi lain yang digunakan adalah dua jantan dengan tiga betina.

Proses perkawinan berlangsung secara alami. Arwana tidak langsung dipijahkan menggunakan metode buatan, tetapi dibiarkan memilih pasangan dan melakukan proses perkawinan di dalam kolam.

Pakan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kondisi indukan. Jenis pakan yang diberikan antara lain katak, udang, jangkrik, dan ulat hongkong.

Untuk seluruh populasi yang dipelihara, kebutuhan katak disebut dapat mencapai sekitar 20 kilogram setiap hari.

Setelah proses pemijahan, indukan jantan akan membawa anakan di dalam mulut. Kondisi tersebut membuat bentuk mulut jantan terlihat lebih besar.

Perubahan lain juga terlihat dari perilakunya. Indukan yang sedang membawa anakan disebut menjadi lebih lambat bergerak dan mengalami penurunan nafsu makan.

Masa inkubasi berlangsung sekitar 21 hingga 40 hari. Setelah waktunya dianggap tepat, proses panen dilakukan untuk mengambil anakan dari indukan.

Anakan Arwana Dirawat Secara Bertahap

Anakan yang telah dipanen kemudian dipindahkan ke ruang inkubasi. Pada tahap tersebut, suhu dan kondisi air menjadi perhatian utama.

Suhu ruangan disebut berada di kisaran 31–32 derajat Celsius. Sementara suhu air dijaga agar tidak turun di bawah sekitar 27 derajat Celsius.

Anakan yang baru menetas masih memiliki kantung kuning telur. Cadangan tersebut digunakan selama fase awal sebelum ikan mulai menerima makanan dari luar.

Setelah membutuhkan pakan, anakan dapat diberikan cacing darah beku. Pergantian air dilakukan secara berkala, bahkan disebut bisa dilakukan setiap dua hari. Nilai pH yang digunakan berada di kisaran 6,5–7.

Jumlah anakan yang dihasilkan juga tidak selalu sama. Dari pemijahan alami, satu indukan dapat menghasilkan sekitar 40–50 ekor. Namun, hasil yang dipanen dan kemudian diseleksi bisa berada di kisaran 20–30 ekor.

Anakan yang sudah melewati fase awal selanjutnya dipindahkan ke kolam pembesaran atau grow out. Salah satu kolam yang dijelaskan memiliki ukuran sekitar 5 x 3 meter dan dapat menampung hingga sekitar 30 ekor arwana berukuran 40–50 sentimeter.

Pertumbuhan ikan membutuhkan waktu cukup panjang. Dari ukuran 12 sentimeter menuju 30 sentimeter dapat memerlukan sekitar delapan bulan hingga satu tahun. Setelah itu, untuk mencapai 40 sentimeter dibutuhkan waktu tambahan sekitar delapan bulan hingga satu tahun.

Baca Juga: Stok Burung Kios Anak Lanang, Murai Batu Palangka hingga Sri Gunting Kerantil

Pemasaran Arwana Menjangkau Luar Negeri

Selain pembiakan dan pembesaran, legalitas menjadi bagian penting dalam usaha tersebut. Pemilik menjelaskan bahwa arwana yang dipasarkan dilengkapi sertifikat dan microchip.

Dokumen tersebut memuat sejumlah informasi mengenai ikan, seperti jenis, tanggal lahir, generasi, serta jenis kelamin jika sudah diketahui. Microchip disebut mulai dipasang ketika ikan mencapai ukuran sekitar 12 sentimeter di ACIHI.

Arwana dari peternakan tersebut juga disebut telah dipasarkan ke sejumlah negara. Pasar yang disebut antara lain China, Filipina, Jepang, Thailand, Brunei, Singapura, Malaysia, Jerman, dan Inggris.

Dalam perawatannya, arwana juga membutuhkan pengelolaan air yang konsisten. Untuk ikan berukuran sekitar 25 sentimeter, pemilik menjelaskan pemberian pakan dapat dilakukan satu hingga dua kali sehari dengan variasi pakan.

Untuk penghobi, ikan berukuran sekitar 20 sentimeter ke atas disebut sudah dapat mulai dipelihara. Namun, kebutuhan akuarium tetap perlu disesuaikan dengan ukuran ikan dan pertumbuhannya.

Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa budidaya arwana Bekasi yang dijalankan ACIHI mencakup proses panjang. Dari ratusan indukan, pemijahan alami, inkubasi di mulut jantan, perawatan anakan, pembesaran, hingga pemasaran dengan kelengkapan dokumen.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
budidaya ikan arwana arwana super red ACIHI budidaya arwana Bekasi ikan arwana Bekasi