JAKARTA - Cara merawat ikan Channa perlu diperhatikan sejak awal karena ikan air tawar ini memiliki karakter dan kebutuhan lingkungan yang berbeda dari ikan hias lainnya. Channa dikenal sebagai freshwater snakehead dan termasuk dalam keluarga Channidae.
Ikan ini memiliki ciri khas berupa kepala besar, mulut lebar, serta tubuh panjang berbentuk silinder. Popularitasnya sebagai ikan hias air tawar ikut meningkat karena bentuk dan tampilannya yang unik.
Dalam video Serba Hobiku, dijelaskan sejumlah hal yang perlu diperhatikan sebelum memelihara Channa. Mulai dari ukuran akuarium, kualitas air, dekorasi, filtrasi, pakan, hingga perilaku ikan.
Baca Juga: Stok Burung Kios Pak Tohir di Pasar Pramuka, Ada Murai Batu hingga Kacer Gacor
1. Pilih Akuarium yang Sesuai
Ukuran akuarium menjadi hal pertama yang perlu diperhatikan. Channa membutuhkan ruang yang cukup agar dapat berenang dengan leluasa.
Untuk Channa berukuran kecil, akuarium dengan kapasitas minimal 100 liter dapat digunakan. Sementara untuk jenis atau ukuran ikan yang lebih besar, kebutuhan ruang juga harus disesuaikan.
Akuarium sebaiknya dilengkapi penutup yang terpasang rapat. Channa dikenal dapat melompat keluar dari air sehingga penutup menjadi bagian penting dalam pemeliharaannya.
2. Jaga Kualitas Air dan Berikan Tempat Berlindung
Kualitas air perlu dipantau secara rutin. Pergantian air dilakukan secara berkala untuk membantu menjaga kondisi lingkungan tetap baik.
Parameter seperti suhu, pH, dan kadar amonia juga perlu diperiksa. Dalam video tersebut, suhu air yang disebut sesuai untuk Channa berada pada kisaran 24–30 derajat Celsius.
Sementara itu, pH air berada pada rentang 6,5–7,5. Parameter tersebut perlu dipantau secara rutin agar kondisi air tetap sesuai untuk ikan.
Selain kualitas air, dekorasi juga dapat ditambahkan ke dalam akuarium. Tanaman hidup, batu, dan akar dapat menjadi tempat persembunyian sekaligus membentuk area teritorial bagi Channa.
Dekorasi tersebut juga membantu menciptakan lingkungan yang menyerupai habitat alami ikan.
Sistem filtrasi tidak kalah penting. Filter mekanis dan biologis dapat membantu mengurangi limbah serta menjaga parameter air tetap stabil.
3. Berikan Pakan yang Sesuai
Channa merupakan ikan karnivora sehingga jenis pakan perlu disesuaikan dengan kebutuhan tersebut.
Beberapa pakan yang dapat diberikan antara lain ikan kecil, cacing, udang, atau pelet ikan dengan kandungan protein tinggi.
Pakan hidup juga dapat diberikan sesekali. Dalam video disebutkan, jangkrik atau cacing dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan makan sekaligus mendukung perilaku alami ikan.
Pemberian pakan tetap perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi dan ukuran ikan. Jenis pakan yang sesuai menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kondisi Channa selama dipelihara di akuarium.
Baca Juga: Indukan Ikan Arwana di Bekasi Capai 405 Ekor, Begini Proses Budidayanya
4. Perhatikan Perilaku Channa
Pemilik juga perlu mengamati perilaku ikan secara rutin. Perubahan perilaku dapat menjadi tanda bahwa kondisi ikan atau lingkungan akuarium perlu diperhatikan.
Jika muncul tanda stres, penyakit, atau perilaku yang tidak biasa, tindakan perbaikan sebaiknya segera dilakukan. Apabila diperlukan, pemilik dapat berkonsultasi dengan orang yang memahami perawatan ikan.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pilihan teman satu akuarium. Tidak semua jenis Channa cocok dicampur dengan ikan lain.
Beberapa spesies Channa memiliki sifat agresif sehingga berpotensi tidak cocok dipelihara bersama ikan lain. Karena itu, ukuran dan karakter ikan perlu menjadi pertimbangan.
Jika kompatibilitas tidak memungkinkan, Channa dapat dipelihara secara soliter atau sendiri dalam satu akuarium.
Dengan memperhatikan ukuran akuarium, kualitas air, dekorasi, filtrasi, pakan, perilaku, dan kompatibilitas ikan, pemeliharaan Channa dapat dilakukan dengan lebih terarah. Ketujuh hal tersebut menjadi dasar penting bagi penghobi yang ingin menjaga ikan tetap sehat selama berada di akuarium.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Serba HobiKU