JAKARTA - Perawatan ikan Channa membutuhkan perhatian terhadap kondisi akuarium, kualitas air, makanan, hingga karakter ikan. Channa merupakan ikan air tawar dari keluarga Channidae yang dikenal dengan bentuk kepala besar, mulut lebar, dan tubuh panjang berbentuk silinder.
Ikan yang juga dikenal sebagai freshwater snakehead ini semakin banyak dipelihara sebagai ikan hias. Keunikan bentuk dan tampilannya menjadi salah satu daya tarik bagi penghobi ikan air tawar.
Namun, sebelum memeliharanya, kebutuhan dasar Channa perlu dipahami. Dalam video Serba Hobiku, terdapat tujuh hal yang perlu diperhatikan agar ikan dapat dipelihara dalam kondisi lingkungan yang sesuai.
Baca Juga: Stok Burung Kios JKJ Pramuka, Kacer hingga Kenari Dibanderol Promo
1. Gunakan Akuarium yang Sesuai
Hal pertama dalam perawatan ikan Channa adalah menyediakan akuarium dengan ukuran yang cukup. Channa membutuhkan ruang untuk berenang dengan leluasa.
Untuk Channa berukuran kecil, kapasitas akuarium minimal yang disebutkan adalah 100 liter. Jika ikan berukuran lebih besar, kapasitas akuarium juga perlu disesuaikan.
Akuarium juga sebaiknya memiliki penutup yang terpasang rapat. Channa dapat melompat keluar dari air sehingga bagian atas akuarium perlu diamankan.
Setelah wadah tersedia, kualitas air menjadi perhatian berikutnya. Pergantian air secara rutin diperlukan untuk menjaga kondisi lingkungan.
Parameter air seperti suhu, pH, dan kadar amonia juga perlu diperiksa secara berkala. Suhu yang disebutkan dalam video berada pada kisaran 24–30 derajat Celsius, sedangkan pH berada di rentang 6,5–7,5.
2. Sediakan Dekorasi dan Filtrasi
Dekorasi dapat digunakan untuk membuat lingkungan akuarium lebih sesuai bagi Channa. Tanaman hidup, batu, dan akar dapat menjadi tempat persembunyian sekaligus area teritorial.
Penggunaan dekorasi juga disebut dapat membantu menciptakan suasana yang menyerupai habitat alami ikan.
Selain dekorasi, sistem filtrasi yang efektif diperlukan untuk membantu menjaga kualitas air. Filter mekanis dan biologis dapat membantu mengurangi limbah dan menjaga parameter air tetap stabil.
Filtrasi tetap perlu dibarengi dengan pergantian air dan pemantauan kondisi akuarium secara rutin.
3. Sesuaikan Pakan dengan Karakter Channa
Channa termasuk ikan karnivora. Karena itu, makanan yang diberikan perlu disesuaikan dengan karakter makanannya.
Dalam video, beberapa jenis pakan yang disebutkan antara lain ikan kecil, cacing, udang, dan pelet ikan dengan kandungan protein tinggi.
Pakan hidup juga dapat diberikan sesekali. Jangkrik dan cacing menjadi contoh pakan yang disebutkan untuk memenuhi kebutuhan makan sekaligus memberikan aktivitas yang berkaitan dengan perilaku alaminya.
Jenis dan pemberian makanan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi ikan yang dipelihara.
Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Arwana di Bekasi, dari Pemijahan hingga Pembesaran
4. Amati Perubahan Perilaku
Penghobi juga perlu memperhatikan perilaku Channa setiap hari. Perubahan perilaku dapat menjadi salah satu tanda adanya masalah pada kondisi ikan atau lingkungan akuarium.
Apabila ikan menunjukkan tanda stres, sakit, atau perilaku yang tidak biasa, tindakan perbaikan perlu segera dilakukan. Jika diperlukan, penghobi dapat berkonsultasi dengan orang yang memahami perawatan ikan.
Karakter Channa juga perlu diperhatikan ketika menentukan apakah ikan akan dipelihara bersama ikan lain.
Beberapa spesies Channa memiliki sifat agresif sehingga tidak semuanya cocok dicampur dengan ikan lain. Ukuran dan temperamen ikan perlu menjadi pertimbangan.
Jika tidak kompatibel, Channa dapat dipelihara secara soliter atau sendiri dalam satu akuarium.
Dengan memperhatikan tujuh aspek tersebut, penghobi dapat memiliki dasar dalam melakukan perawatan ikan Channa. Mulai dari menyediakan akuarium yang sesuai, menjaga kualitas air, memberikan dekorasi dan filtrasi, memilih pakan, hingga mengamati perilaku serta mempertimbangkan karakter agresif pada beberapa jenisnya.
Perawatan yang dilakukan secara rutin menjadi bagian penting agar kondisi ikan tetap terpantau selama dipelihara sebagai ikan hias air tawar.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Serba HobiKU