JAKARTA - Cara merawat aglonema tidak hanya bergantung pada pupuk. Media tanam, penyiraman, sirkulasi udara, pencahayaan, hingga kondisi bonggol perlu diperhatikan agar tanaman dapat tumbuh sehat dan menghasilkan daun yang lebar.
Petani Sederhana Aglonema membagikan sejumlah pengalaman dalam merawat tanaman hias tersebut. Menurutnya, kesalahan dalam menyiapkan media tanam dapat memengaruhi kondisi aglonema sejak awal penanaman.
Karena itu, media tanam disebut menjadi salah satu bagian penting yang perlu dipersiapkan sebelum memikirkan pemberian pupuk.
Baca Juga: Cara Merawat Aglonema agar Subur dan Berdaun Lebar, Perhatikan 5 Hal Ini
Media Tanam Jadi Perhatian Utama
Menurut Petani Sederhana Aglonema, media tanam sebaiknya memiliki kondisi yang porous dan sudah melalui proses fermentasi dengan baik. Media juga perlu dipastikan dalam kondisi layak digunakan.
Saat menanam, seluruh bagian akar perlu tertutup media. Penanaman tidak disarankan menyisakan ruang kosong di sekitar akar karena dapat membuat tanaman kurang kokoh.
Pemadatan media juga perlu dilakukan dengan cara yang tepat. Ia menyarankan menekan bagian sisi pot, bukan menekan bagian tengah secara langsung. Cara tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko akar mengalami kerusakan.
Jika akar tanaman cukup banyak, pot dapat diketuk secara perlahan agar media masuk ke sela-sela akar. Setelah itu, media tambahan dapat diberikan sesuai kebutuhan.
Beberapa bahan yang disebut dalam perawatan tersebut antara lain sekam mentah yang telah difermentasi, cocopeat, sekam bakar, dan pupuk kandang kambing. Cocopeat digunakan untuk membantu mempertahankan kelembapan media, sedangkan sekam bakar dan pupuk organik menjadi bagian dari campuran media yang digunakan.
Pupuk Osmocote juga disebut dapat ditaburkan sebagai pupuk dasar. Namun, jumlah penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi tanaman dan petunjuk produk.
Penyiraman dan Sirkulasi Udara
Penyiraman menjadi bagian lain yang perlu diperhatikan. Petani Sederhana Aglonema menyarankan penyiraman hingga air keluar melalui lubang bagian bawah pot.
Menurutnya, cara tersebut juga membantu mengalirkan keluar berbagai zat yang dianggap dapat memengaruhi kondisi media. Penyiraman selanjutnya dilakukan kembali sesuai kondisi tanaman dan media.
Selain air, lokasi penempatan aglonema juga penting. Tanaman membutuhkan sirkulasi udara yang baik dan pencahayaan yang cukup.
Aglonema sebaiknya tidak ditempatkan di bawah paparan sinar matahari langsung. Penggunaan paranet dapat menjadi pilihan untuk membantu memberikan perlindungan dari cahaya matahari yang terlalu kuat.
Sirkulasi udara yang baik disebut dapat membantu tanaman memiliki daun dan batang yang lebih tegak. Sebaliknya, kondisi lokasi yang kurang mendukung dapat membuat tanaman terlihat lebih lemas.
Untuk pengendalian hama, penyemprotan insektisida dan vitamin juga dibahas. Frekuensinya disesuaikan dengan kondisi lokasi dan musim. Karena penggunaan pestisida berbeda berdasarkan produk, konsentrasi sebaiknya mengikuti petunjuk pada label kemasan.
Baca Juga: Stok Burung Kuda Terbang di Pasar Pramuka, Pleci Melimpah hingga Cucak Ijo Rp6,5 Juta
Jangan Lupakan Kondisi Bonggol
Pada aglonema yang sudah cukup tua, bagian bonggol juga perlu diperhatikan. Petani Sederhana Aglonema menyebut bonggol lama dapat mengalami masalah berupa bercak merah.
Jika ingin melakukan peremajaan, bagian bawah bonggol dapat dipotong untuk diperiksa. Apabila ditemukan bagian berwarna cokelat, pemotongan dapat dilanjutkan hingga mendapatkan bagian yang dinilai masih bersih sebelum tanaman ditanam kembali.
Penggantian media juga disebut perlu dilakukan secara berkala. Dalam pengalaman yang dibagikan, media sebaiknya diganti paling lama sekitar enam bulan.
Jika penggantian belum dapat dilakukan, dolomit disebut sebagai salah satu pilihan sementara. Namun, penggantian media tetap perlu dilakukan ketika sudah memungkinkan.
Perawatan aglonema pada akhirnya membutuhkan perhatian terhadap kondisi tanaman secara keseluruhan. Mulai dari media tanam, air, cahaya, sirkulasi udara, hingga kondisi bonggol perlu diperiksa agar tanaman dapat tumbuh subur dan menghasilkan daun yang lebar.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : PETANI SEDERHANA AGLONEMA