Tips Merawat Aglonema agar Daun Lebar, Mulai dari Media hingga Bonggol

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 20:08 WIB
Tips merawat aglonema agar daun lebar, mulai dari media tanam, penyiraman, cahaya, sirkulasi udara hingga bonggol. (Pinterest)
Tips merawat aglonema agar daun lebar, mulai dari media tanam, penyiraman, cahaya, sirkulasi udara hingga bonggol. (Pinterest)

JAKARTA - Tips merawat aglonema perlu dimulai dari hal paling dasar, yakni menyiapkan media tanam yang sesuai. Perawatan tidak hanya berkaitan dengan pemberian pupuk, tetapi juga penyiraman, pencahayaan, sirkulasi udara, hingga kondisi bonggol tanaman.

Petani Sederhana Aglonema membagikan pengalaman perawatan aglonema yang selama ini dilakukan. Menurutnya, media tanam menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan sejak awal agar tanaman dapat berkembang dengan baik.

Media yang digunakan sebaiknya memiliki karakter porous dan sudah melalui proses fermentasi. Kondisi media juga perlu diperhatikan agar tidak menjadi tempat berkembangnya masalah yang dapat mengganggu akar.

Baca Juga: Cara Merawat Aglonema agar Tumbuh Subur, Ini yang Perlu Diperhatikan

Perhatikan Media Saat Menanam

Dalam proses penanaman, seluruh akar aglonema perlu tertutup media. Jangan sampai terdapat ruang kosong yang terlalu banyak di sekitar akar.

Pemadatan media juga perlu dilakukan secara hati-hati. Petani Sederhana Aglonema menyarankan menekan bagian samping pot, bukan menekan langsung bagian tengah tanaman.

Apabila akar tanaman cukup banyak, pot dapat diketuk perlahan. Tujuannya agar media masuk ke sela-sela akar sehingga tanaman dapat berdiri dengan lebih kokoh.

Campuran media yang disebut dalam video terdiri dari beberapa bahan, seperti sekam mentah yang sudah difermentasi, cocopeat, sekam bakar, dan pupuk kandang kambing.

Cocopeat digunakan untuk membantu mempertahankan kelembapan. Sementara itu, sekam bakar dan pupuk kandang menjadi bagian dari campuran media yang digunakan untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Pupuk Osmocote juga disebut dapat digunakan sebagai pupuk dasar. Penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan petunjuk pada kemasan produk.

Penyiraman hingga Air Keluar dari Pot

Penyiraman menjadi bagian penting berikutnya. Dalam metode yang dibagikan, air diberikan hingga keluar melalui lubang drainase di bagian bawah pot.

Cara tersebut disebut dilakukan untuk membantu mengalirkan air melewati media. Penyiraman selanjutnya dapat disesuaikan dengan kondisi media dan lingkungan tempat aglonema diletakkan.

Selain air, pencahayaan juga tidak boleh diabaikan. Aglonema membutuhkan cahaya yang cukup, tetapi Petani Sederhana Aglonema menyarankan agar tanaman tidak terkena sinar matahari langsung.

Penggunaan paranet dapat membantu melindungi tanaman dari paparan cahaya yang terlalu kuat. Sirkulasi udara di sekitar tanaman juga perlu dijaga agar kondisi lingkungan tetap mendukung.

Lokasi yang memiliki sirkulasi udara baik disebut dapat membuat daun dan batang aglonema terlihat lebih tegak. Sebaliknya, kondisi lingkungan yang kurang mendukung dapat membuat tanaman terlihat lemas.

Untuk pengendalian hama, penyemprotan insektisida dan vitamin juga dilakukan secara berkala. Frekuensinya disesuaikan dengan kondisi tempat tanaman dan musim. Penggunaan insektisida sebaiknya mengikuti dosis serta petunjuk pada label produk.

Baca Juga: Cara Merawat Aglonema agar Subur dan Berdaun Lebar, Perhatikan 5 Hal Ini

Bonggol Aglonema Juga Perlu Diperiksa

Pada tanaman yang sudah tua, perhatian juga perlu diberikan pada bagian bonggol. Menurut pengalaman yang dibagikan, bonggol lama dapat mengalami masalah yang ditandai munculnya bercak merah.

Peremajaan dapat dilakukan dengan memotong bagian bawah bonggol. Setelah dipotong, bagian dalamnya dapat diperiksa.

Jika ditemukan bagian berwarna cokelat, pemotongan dapat dilanjutkan sampai mendapatkan bagian yang dinilai masih bersih. Setelah itu, bonggol dapat ditanam kembali.

Media tanam juga tidak sebaiknya dibiarkan terlalu lama. Petani Sederhana Aglonema menyebut penggantian media dilakukan paling lama sekitar enam bulan.

Jika belum memungkinkan mengganti media, dolomit disebut dapat digunakan sebagai langkah sementara. Namun, penggantian media tetap perlu dilakukan ketika kondisi sudah memungkinkan.

Dengan memperhatikan media tanam, penyiraman, pencahayaan, sirkulasi udara, pengendalian hama, dan kondisi bonggol, perawatan aglonema dapat dilakukan secara lebih teratur. Metode tersebut merupakan pengalaman yang dibagikan Petani Sederhana Aglonema dan dapat disesuaikan dengan kondisi tanaman masing-masing.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : PETANI SEDERHANA AGLONEMA
media tanam aglonema aglonema tips merawat aglonema perawatan aglonema tanaman hias