JAKARTA - Perawatan aglonema membutuhkan perhatian sejak tanaman ditempatkan di dalam pot. Media tanam, kondisi akar, penyiraman, pencahayaan, sirkulasi udara, hingga bonggol menjadi beberapa bagian yang perlu diperhatikan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Petani Sederhana Aglonema membagikan pengalaman dalam merawat tanaman hias tersebut. Menurutnya, banyak orang terlalu fokus pada pupuk, padahal kondisi media tanam justru menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan terlebih dahulu.
Media yang digunakan sebaiknya memiliki karakter porous dan sudah difermentasi dengan baik. Dengan kondisi tersebut, media diharapkan dapat digunakan untuk mendukung pertumbuhan akar.
Baca Juga: Cara Merawat Aglonema agar Tumbuh Subur, Ini yang Perlu Diperhatikan
Akar Harus Terisi Media dengan Baik
Saat menanam aglonema, seluruh akar perlu ditutup menggunakan media. Jangan sampai terdapat ruang kosong yang terlalu banyak di antara akar dan media.
Untuk memadatkan media, sisi pot dapat ditekan secara perlahan. Cara ini dipilih agar pemadatan tidak dilakukan langsung pada bagian tengah tanaman yang dapat mengganggu akar.
Jika akar aglonema cukup banyak, pot dapat diketuk perlahan supaya media masuk ke sela-sela akar. Setelah posisi tanaman stabil, media dapat ditambahkan kembali.
Dalam metode yang dibagikan, campuran media terdiri dari sekam mentah yang telah difermentasi, cocopeat, sekam bakar, dan pupuk kandang kambing.
Cocopeat digunakan untuk membantu mempertahankan kelembapan media. Sementara sekam bakar dan pupuk kandang menjadi bagian dari komposisi media yang digunakan.
Pupuk Osmocote juga disebut dapat digunakan sebagai pupuk dasar. Jumlah dan cara pemakaiannya tetap perlu menyesuaikan petunjuk produk.
Penyiraman dan Cahaya Perlu Seimbang
Penyiraman dilakukan hingga air keluar melalui lubang drainase di bagian bawah pot. Metode tersebut menjadi bagian dari cara penyiraman yang dibagikan Petani Sederhana Aglonema.
Setelah penyiraman, kondisi media tetap perlu diperhatikan. Frekuensi pemberian air dapat disesuaikan dengan keadaan tanaman dan lingkungan.
Selain air, pencahayaan juga menjadi faktor penting. Aglonema membutuhkan cahaya yang cukup, tetapi sebaiknya tidak ditempatkan di bawah sinar matahari langsung.
Paranet dapat digunakan untuk membantu mengurangi paparan sinar matahari yang terlalu kuat. Sirkulasi udara di sekitar tanaman juga perlu dijaga.
Menurut pengalaman yang dibagikan, sirkulasi udara yang baik membuat daun dan batang aglonema terlihat lebih tegak. Kondisi lokasi yang kurang mendukung dapat membuat tanaman tampak lebih lemas.
Penyemprotan insektisida dan vitamin juga dilakukan secara berkala dalam metode perawatan tersebut. Frekuensinya disesuaikan dengan kondisi lokasi dan musim.
Karena setiap insektisida memiliki aturan penggunaan yang berbeda, dosis pencampuran sebaiknya mengikuti petunjuk pada label produk.
Baca Juga: Cara Merawat Aglonema agar Subur dan Berdaun Lebar, Perhatikan 5 Hal Ini
Bonggol Lama Perlu Diperiksa
Perawatan tidak berhenti pada bagian daun dan akar. Tanaman yang sudah tua juga perlu diperhatikan bagian bonggolnya.
Petani Sederhana Aglonema menyebut bonggol lama dapat mengalami masalah yang ditandai dengan munculnya bercak merah. Salah satu cara yang dibagikan untuk melakukan peremajaan adalah memotong bagian bawah bonggol.
Setelah dipotong, bagian dalam bonggol perlu diperiksa. Jika terdapat bagian berwarna cokelat, pemotongan dapat dilanjutkan hingga mendapatkan bagian yang dinilai masih bersih sebelum ditanam kembali.
Penggantian media juga disebut perlu dilakukan secara berkala. Dalam pengalaman yang dibagikan, media sebaiknya diganti paling lama sekitar enam bulan.
Jika belum dapat mengganti media, dolomit disebut bisa digunakan sebagai langkah sementara. Namun, media tetap perlu diganti ketika sudah memungkinkan.
Dengan memperhatikan media tanam, akar, air, cahaya, sirkulasi udara, dan kondisi bonggol, perawatan aglonema dapat dilakukan secara lebih teratur. Metode tersebut merupakan pengalaman Petani Sederhana Aglonema yang dapat disesuaikan dengan kondisi tanaman masing-masing.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : PETANI SEDERHANA AGLONEMA