Cara Merawat Anggrek Dendrobium agar Subur, Pemula Bisa Ikuti Langkah Ini

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 20:40 WIB
Cara merawat anggrek Dendrobium untuk pemula, mulai dari media porous, pot, penyiraman, nutrisi hingga sirkulasi udara. (Pinterest)
Cara merawat anggrek Dendrobium untuk pemula, mulai dari media porous, pot, penyiraman, nutrisi hingga sirkulasi udara. (Pinterest)

JAKARTA - Cara merawat anggrek Dendrobium untuk pemula dapat dimulai dari pemilihan tanaman, media tanam, pot, hingga penyiraman dan pemberian nutrisi. Jenis anggrek ini disebut cukup mudah dirawat dan dapat ditempatkan di bawah paparan matahari maupun terkena hujan dengan memperhatikan kondisi media tanam serta sirkulasi udara.

Dalam video dari channel Kebun Tetangga, Dendrobium direkomendasikan bagi orang yang baru mulai menanam anggrek. Selain memiliki banyak varian warna, bunga Dendrobium juga disebut cukup besar dan tanaman relatif mudah berbunga.

Namun, keberhasilan perawatan tetap bergantung pada kondisi tanaman dan lingkungan tempat anggrek ditanam.

Baca Juga: Perawatan Aglonema agar Tumbuh Sehat, 5 Hal Ini Jangan Sampai Diabaikan

Pilih Tanaman dan Media yang Tepat

Langkah pertama adalah memilih anggrek yang sehat dan tidak mengalami pembusukan. Jika membeli tanaman secara online maupun langsung, kondisi tanaman dan media tanam perlu diperiksa terlebih dahulu.

Anggrek yang menggunakan sphagnum moss sebagai media disebut lebih cocok ditempatkan di bawah naungan plastik UV atau lokasi yang terlindung dari hujan. Media tersebut dapat membantu menghemat waktu penyiraman, tetapi pemula dinilai perlu lebih cermat karena cukup sulit mengetahui kapan media sudah kering atau masih basah.

Untuk pemula, media yang lebih porous seperti arang, kulit kayu, atau sabut kelapa dapat menjadi pilihan. Media yang berpori juga memungkinkan penyiraman dilakukan lebih sering.

Saat melakukan repotting, sebagian kecil media lama dapat disisakan pada akar sebagai pelembap agar tanaman tidak terlalu stres. Setelah itu, anggrek dipindahkan ke pot yang memiliki banyak lubang.

Pot tanah liat dengan lubang, pot kayu, maupun pot berbahan sintetis yang menyerupai rotan dapat digunakan. Wadah sederhana seperti keranjang atau tempat sabun yang memiliki banyak lubang juga disebut dapat digunakan sebagai pot anggrek.

Dendrobium merupakan jenis epifit sehingga sirkulasi udara di sekitar akar menjadi perhatian penting. Karena itu, lokasi dengan aliran udara yang baik perlu dipilih.

Gunakan Penyangga agar Akar Tidak Terganggu

Setelah anggrek dipindahkan ke pot baru, tanaman perlu dibuat stabil. Salah satunya dengan memasang tongkat penyangga dan mengikat tanaman pada penyangga tersebut.

Penyangga berfungsi agar tanaman tidak mudah bergeser ketika terkena angin. Dengan bagian bawah yang tetap stabil, akar baru diharapkan tidak terus terganggu akibat tanaman bergerak.

Untuk pot gantung, tanaman juga dapat diikat pada bagian gantungan menggunakan tali atau penyangga yang sesuai.

Setelah repotting, anggrek dapat ditempatkan di lokasi teduh terlebih dahulu. Dalam video tersebut, naungan sekitar 70 hingga 85 persen digunakan sementara sebelum Dendrobium mendapatkan paparan cahaya lebih banyak.

Dendrobium disebut membutuhkan cahaya lebih banyak dibandingkan beberapa jenis anggrek lainnya. Namun, penempatan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tanaman dan lingkungan.

Baca Juga: Cara Menanam Aglonema agar Cepat Beradaptasi, Media Tanam Jadi Kunci

Penyiraman dan Nutrisi Anggrek

Untuk perawatan rutin, penyiraman dilakukan dengan memperhatikan media yang digunakan. Media yang porous memungkinkan air diberikan lebih sering.

Nutrisi juga dapat diberikan secara sederhana menggunakan air cucian beras. Air cucian beras digunakan sekitar satu kali dalam seminggu dalam metode yang dibagikan.

Bagian yang digunakan adalah air bening di bagian atas. Air tersebut dituangkan ke area akar dan media hingga cukup basah. Jika menggunakan media arang atau kulit kayu, media juga dapat direndam terlebih dahulu dalam air cucian beras.

Jika tidak tersedia air cucian beras, dalam video disebutkan satu sendok makan beras dapat dicampur dengan 500 mililiter air bersih. Setelah itu, bagian airnya yang digunakan dan berasnya tidak ikut dituangkan ke media.

Selain air cucian beras, air kolam ikan dan air hujan juga disebut dapat digunakan. Air kolam dianggap memiliki nutrisi dari sisa metabolisme ikan. Sementara air hujan disebut mengandung nitrogen alami.

Untuk air hujan, air sebaiknya ditampung dan didiamkan terlebih dahulu sebelum digunakan untuk menyiram. Pada musim hujan dengan intensitas tinggi, pemberian pupuk kimia juga disarankan dikurangi dalam metode yang dibagikan.

Kebersihan lingkungan turut diperhatikan karena serangga yang terlalu banyak dapat mengganggu bunga. Jika muncul serangan hama atau penyakit, insektisida maupun fungisida dapat digunakan sesuai kebutuhan dan petunjuk produk.

Dengan memilih Dendrobium yang sehat, menggunakan media porous, menjaga sirkulasi udara, memasang penyangga, serta mengatur penyiraman dan nutrisi, perawatan anggrek dapat dilakukan lebih mudah oleh pemula.

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Kebun Tetangga
cara merawat anggrek Dendrobium anggrek Dendrobium perawatan anggrek media tanam anggrek tanaman hias