Budidaya Anggrek Dendrobium untuk Pemula, Mulai dari Pot hingga Penyiraman

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 20:44 WIB
Budidaya anggrek Dendrobium untuk pemula, mulai dari memilih media porous, pot, penyangga, penyiraman hingga nutrisi. (Pinterest)
Budidaya anggrek Dendrobium untuk pemula, mulai dari memilih media porous, pot, penyangga, penyiraman hingga nutrisi. (Pinterest)

JAKARTA - Budidaya anggrek Dendrobium untuk pemula dapat dimulai dengan memilih tanaman yang sehat, menyiapkan media tanam yang porous, serta memastikan sirkulasi udara di sekitar tanaman berjalan baik. Perawatan berikutnya meliputi penyiraman, pemberian nutrisi, hingga penempatan tanaman sesuai kebutuhan cahaya.

Dalam video dari channel Kebun Tetangga, Dendrobium disebut sebagai salah satu jenis anggrek yang cocok bagi orang yang baru mulai menanam. Tanaman ini memiliki banyak varian warna, bunga yang cukup besar, serta disebut relatif mudah berbunga dan dirawat.

Meski demikian, pemilihan media tanam menjadi hal yang perlu diperhatikan sejak awal. Kondisi media dapat menentukan pola penyiraman dan lokasi yang sesuai untuk tanaman.

Baca Juga: Cara Merawat Monstera agar Tumbuh Subur, Perhatikan 5 Hal Ini

Media Porous untuk Pemula

Saat membeli anggrek, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memeriksa kondisi tanaman. Pilih tanaman yang sehat dan tidak menunjukkan tanda pembusukan.

Anggrek yang dijual dari pembudidaya atau perusahaan besar sering kali menggunakan sphagnum moss. Media tersebut dinilai efektif, terutama untuk penanaman di bawah naungan plastik UV.

Namun, penggunaan sphagnum moss membutuhkan perhatian lebih terhadap penyiraman. Pemula dapat kesulitan menentukan apakah media masih basah atau sudah waktunya disiram kembali.

Karena itu, media yang lebih porous seperti arang, kulit kayu, atau sabut kelapa disebut lebih mudah digunakan bagi pemula. Media seperti ini memungkinkan air mengalir lebih cepat sehingga kondisi kelembapan lebih mudah diamati.

Saat melakukan repotting, sebagian kecil media lama dapat disisakan di sekitar akar. Tujuannya agar tanaman tetap memiliki kelembapan dan tidak terlalu mengalami stres setelah dipindahkan.

Pot juga perlu memiliki banyak lubang. Pot tanah liat, pot kayu, pot sintetis berbentuk seperti rotan, hingga wadah sederhana seperti keranjang dapat digunakan selama memberikan sirkulasi udara yang cukup.

Dendrobium termasuk anggrek epifit. Karena itu, sirkulasi udara di sekitar tanaman dan akar menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam metode perawatan tersebut.

Pasang Penyangga Setelah Repotting

Setelah anggrek dipindahkan ke pot baru, tanaman perlu dibuat stabil. Penyangga dapat dipasang dan diikat pada tanaman agar tidak mudah bergerak.

Penyangga tersebut penting terutama ketika tanaman ditempatkan di lokasi yang memiliki banyak angin. Bagian bawah tanaman tetap stabil sehingga akar baru tidak terus bergerak.

Untuk anggrek yang menggunakan pot gantung, tanaman juga dapat diikat pada bagian gantungan menggunakan tali atau penyangga yang sesuai.

Setelah proses repotting, tanaman dapat ditempatkan di area teduh untuk sementara. Dalam video, naungan sekitar 70 hingga 85 persen digunakan untuk Dendrobium sebelum tanaman mendapatkan cahaya lebih banyak.

Dendrobium disebut membutuhkan cahaya lebih banyak dibandingkan beberapa jenis anggrek lainnya. Namun, penempatan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tanaman.

Baca Juga: Perawatan Aglonema agar Tumbuh Sehat, 5 Hal Ini Jangan Sampai Diabaikan

Penyiraman dan Nutrisi

Penyiraman dilakukan dengan memperhatikan jenis media. Media yang porous dapat disiram lebih sering karena air lebih mudah mengalir.

Untuk nutrisi, air cucian beras disebut dapat digunakan sekitar satu kali dalam seminggu. Bagian yang digunakan adalah air bening di bagian atas, bukan bagian yang mengandung banyak endapan.

Air tersebut dituangkan ke area akar dan media hingga cukup basah. Media seperti arang atau kulit kayu juga dapat direndam terlebih dahulu dalam air cucian beras.

Jika tidak memiliki air cucian beras, video tersebut menyebut alternatif menggunakan satu sendok makan beras yang dicampurkan dengan 500 mililiter air bersih. Setelah itu, bagian airnya digunakan untuk tanaman dan beras tidak ikut dituangkan ke media.

Air kolam ikan juga disebut dapat dimanfaatkan untuk menyiram anggrek. Selain itu, air hujan dapat digunakan setelah ditampung dan didiamkan terlebih dahulu.

Dalam metode yang dibagikan, air kolam dianggap memiliki kandungan nutrisi dari sisa metabolisme ikan. Sementara air hujan disebut mengandung nitrogen alami.

Saat musim hujan dengan intensitas tinggi, pemberian pupuk kimia disarankan dikurangi dalam metode tersebut.

Kebersihan lokasi juga perlu dijaga. Jika lingkungan terlalu banyak serangga atau muncul serangan hama dan penyakit, insektisida maupun fungisida dapat digunakan sesuai kebutuhan dan petunjuk produk.

Dengan memilih tanaman sehat, menggunakan media porous, menyediakan sirkulasi udara yang baik, serta mengatur penyiraman dan nutrisi, budidaya anggrek Dendrobium dapat dimulai dengan langkah sederhana.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Kebun Tetangga
anggrek Dendrobium media tanam anggrek budidaya anggrek Dendrobium cara merawat anggrek tanaman hias