Cara Menanam Anggrek Dendrobium untuk Pemula, Pilih Media Porous dan Pot Berlubang

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 20:48 WIB
Cara menanam anggrek Dendrobium untuk pemula, mulai dari memilih media porous, pot berlubang, penyangga hingga penyiraman. (Pinterest)
Cara menanam anggrek Dendrobium untuk pemula, mulai dari memilih media porous, pot berlubang, penyangga hingga penyiraman. (Pinterest)

JAKARTA - Cara menanam anggrek Dendrobium untuk pemula perlu diawali dengan memilih tanaman yang sehat, media tanam yang porous, serta pot dengan sirkulasi udara yang baik. Setelah ditanam, Dendrobium juga perlu ditempatkan di lokasi yang sesuai dan mendapatkan penyiraman serta nutrisi secara teratur.

Dalam video dari channel Kebun Tetangga, Dendrobium disebut sebagai salah satu jenis anggrek yang cocok bagi orang yang baru mulai belajar menanam. Jenis ini memiliki banyak varian warna dan bunga yang cukup besar.

Dendrobium juga disebut relatif mudah berbunga dan dapat dirawat pada kondisi yang cukup beragam. Namun, kondisi media tanam tetap menjadi hal penting yang harus diperhatikan.

Baca Juga: Tips Merawat Monstera di Dalam Rumah agar Sehat, Simak 5 Caranya

Bongkar Media Lama Sebelum Menanam

Langkah pertama adalah memilih tanaman yang sehat dan tidak mengalami pembusukan. Kondisi akar dan media perlu diperiksa, terutama jika tanaman baru dibeli dari pasar atau perusahaan pembudidaya.

Anggrek yang berasal dari pembudidaya umumnya dapat menggunakan sphagnum moss sebagai media tanam. Media tersebut disebut cukup efektif untuk tanaman yang ditempatkan di bawah naungan plastik UV.

Namun, bagi pemula, sphagnum moss dapat membuat penyiraman lebih sulit. Kondisi media yang masih basah atau sudah kering tidak selalu mudah diperkirakan.

Karena itu, media seperti arang, kulit kayu, atau sabut kelapa dapat menjadi pilihan bagi pemula. Media yang lebih porous membuat air lebih mudah mengalir dan kondisi kelembapannya lebih mudah diamati.

Saat melakukan repotting, media lama dapat dibongkar. Sebagian kecil media dapat disisakan di sekitar akar untuk membantu menjaga kelembapan dan mengurangi stres tanaman.

Setelah itu, siapkan pot yang memiliki banyak lubang. Pot tanah liat, pot kayu, pot sintetis berbentuk rotan, hingga wadah seperti keranjang dapat digunakan.

Dendrobium merupakan jenis anggrek epifit sehingga sirkulasi udara menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Karena itu, pot dengan banyak lubang dapat membantu memberikan ruang bagi udara di sekitar media dan akar.

Pasang Penyangga agar Tanaman Stabil

Setelah Dendrobium ditempatkan di pot baru, media dapat ditambahkan di bagian sisi tanaman. Jangan membuat tanaman terlalu mudah bergerak.

Penyangga dapat dipasang kemudian diikat pada tanaman. Tujuannya agar tanaman tetap stabil ketika terkena angin.

Hal tersebut penting karena Dendrobium membutuhkan lokasi dengan sirkulasi udara yang baik. Jika tanaman terus bergerak, akar baru dapat ikut terganggu.

Untuk pot gantung, tanaman juga dapat diikat pada bagian gantungan menggunakan tali atau penyangga.

Setelah proses penanaman selesai, tanaman dapat ditempatkan di tempat teduh untuk sementara. Dalam video, naungan sekitar 70 hingga 85 persen digunakan untuk Dendrobium pada tahap awal.

Setelah tanaman beradaptasi, Dendrobium dapat mendapatkan cahaya lebih banyak. Jenis ini disebut membutuhkan paparan cahaya lebih banyak dibandingkan beberapa jenis anggrek lainnya.

Baca Juga: Cara Merawat Monstera agar Tumbuh Subur, Perhatikan 5 Hal Ini

Atur Penyiraman dan Nutrisi

Penyiraman perlu disesuaikan dengan kondisi media. Media yang porous memungkinkan air diberikan lebih sering karena air dapat mengalir dengan lebih cepat.

Untuk nutrisi, air cucian beras disebut dapat diberikan sekitar satu kali dalam seminggu. Bagian air yang lebih bening digunakan dan dituangkan ke area akar serta media.

Jika menggunakan media arang atau kulit kayu, media juga dapat direndam terlebih dahulu menggunakan air cucian beras sebelum digunakan.

Bagi yang tidak memiliki air cucian beras, video tersebut menyebut satu sendok makan beras dapat dicampur dengan 500 mililiter air bersih. Setelah itu, bagian air digunakan untuk tanaman tanpa memasukkan beras ke dalam media.

Air kolam ikan dan air hujan juga disebut dapat digunakan untuk penyiraman. Air hujan sebaiknya ditampung dan didiamkan terlebih dahulu sebelum digunakan.

Pada musim hujan dengan intensitas tinggi, pemberian pupuk kimia disebut perlu dikurangi.

Kebersihan lingkungan juga penting. Jika serangga atau hama terlalu banyak dan mulai menyerang tanaman, insektisida atau fungisida dapat digunakan sesuai kebutuhan serta mengikuti petunjuk produk.

Dengan memilih Dendrobium yang sehat, menggunakan media porous, memilih pot dengan banyak lubang, memasang penyangga, serta mengatur penyiraman dan nutrisi, cara menanam anggrek Dendrobium dapat dilakukan dengan lebih sederhana, termasuk bagi pemula.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Kebun Tetangga
anggrek Dendrobium media tanam anggrek cara merawat anggrek cara menanam anggrek Dendrobium tanaman hias