JAKARTA - Tips merawat anggrek Dendrobium untuk pemula dapat dimulai dengan memperhatikan kondisi tanaman, media tanam, pot, sirkulasi udara, serta pola penyiraman. Dendrobium disebut sebagai salah satu jenis anggrek yang cukup mudah dirawat dan memiliki banyak pilihan warna bunga.
Dalam video dari channel Kebun Tetangga, Dendrobium direkomendasikan bagi orang yang baru mulai belajar menanam anggrek. Jenis ini disebut memiliki bunga yang cukup besar dan relatif mudah berbunga.
Meski begitu, perawatan tetap perlu dilakukan dengan menyesuaikan kondisi tanaman dan media. Berikut sejumlah hal yang dapat diperhatikan.
Baca Juga: Tips Merawat Monstera di Dalam Rumah agar Sehat, Simak 5 Caranya
1. Pilih Tanaman yang Sehat
Sebelum membeli atau menanam Dendrobium, kondisi tanaman perlu diperiksa. Pilih tanaman yang sehat dan tidak mengalami pembusukan.
Jika membeli anggrek dari perusahaan pembudidaya, media yang digunakan dapat berupa sphagnum moss. Media tersebut disebut cocok untuk kondisi penanaman tertentu, terutama ketika tanaman berada di bawah naungan plastik UV.
Namun, penggunaan sphagnum moss membutuhkan perhatian lebih dalam penyiraman. Bagi pemula, cukup sulit memperkirakan apakah media masih basah atau sudah kering.
Karena itu, media yang lebih porous seperti arang, kulit kayu, atau sabut kelapa dapat menjadi pilihan. Media tersebut memungkinkan air mengalir lebih mudah dan kondisi kelembapannya lebih mudah diamati.
2. Gunakan Pot dengan Banyak Lubang
Pot menjadi bagian penting dalam perawatan Dendrobium. Pot dengan banyak lubang dapat digunakan untuk membantu sirkulasi udara di sekitar media.
Beberapa pilihan yang disebut antara lain pot tanah liat, pot kayu, pot sintetis menyerupai rotan, hingga wadah berbentuk keranjang.
Dendrobium merupakan jenis anggrek epifit sehingga sirkulasi udara menjadi perhatian penting. Karena itu, tanaman sebaiknya ditempatkan di lokasi yang memiliki aliran udara cukup.
Saat melakukan repotting, sebagian kecil media lama dapat disisakan di sekitar akar. Setelah itu, tanaman dipindahkan ke pot baru dan media ditambahkan di bagian sisi.
Penyangga juga dapat dipasang agar tanaman tidak mudah bergerak. Hal ini terutama diperlukan ketika tanaman ditempatkan di lokasi yang berangin sehingga akar baru tidak terus terganggu.
3. Atur Cahaya dan Penyiraman
Setelah repotting, Dendrobium dapat ditempatkan di area teduh untuk sementara. Dalam video tersebut, naungan sekitar 70 hingga 85 persen digunakan pada tahap awal.
Dendrobium disebut membutuhkan cahaya lebih banyak dibandingkan beberapa jenis anggrek lainnya. Setelah tanaman beradaptasi, paparan cahaya dapat disesuaikan dengan kondisi tanaman.
Penyiraman juga perlu disesuaikan dengan media. Jika menggunakan media yang porous seperti arang atau kulit kayu, penyiraman dapat dilakukan lebih sering.
Selain air biasa, air cucian beras disebut dapat digunakan sebagai nutrisi sekitar satu kali dalam seminggu. Bagian air yang bening digunakan untuk membasahi area akar dan media.
Jika tidak memiliki air cucian beras, video tersebut menyebut satu sendok makan beras dapat dicampur dengan 500 mililiter air bersih. Bagian airnya kemudian digunakan untuk tanaman tanpa memasukkan beras ke dalam media.
Baca Juga: Cara Merawat Monstera agar Tumbuh Subur, Perhatikan 5 Hal Ini
4. Manfaatkan Air Kolam atau Air Hujan
Air kolam ikan juga disebut dapat digunakan untuk menyiram Dendrobium. Menurut metode yang dibagikan, air kolam mengandung nutrisi dari sisa metabolisme ikan.
Air hujan juga dapat digunakan setelah ditampung dan didiamkan terlebih dahulu. Dalam video tersebut, air hujan disebut memiliki kandungan nitrogen alami.
Saat musim hujan dengan intensitas tinggi, pemberian pupuk kimia disarankan dikurangi dalam metode tersebut.
5. Jaga Kebersihan Area Tanaman
Kondisi lingkungan juga perlu diperhatikan. Lokasi yang memiliki banyak serangga dapat meningkatkan risiko gangguan pada bunga.
Karena itu, kebersihan area tanaman perlu dijaga. Jika muncul serangan hama atau penyakit, insektisida maupun fungisida dapat digunakan sesuai kebutuhan dan petunjuk produk.
Dengan memperhatikan tanaman yang sehat, media porous, pot berlubang, sirkulasi udara, cahaya, serta pola penyiraman, perawatan Dendrobium dapat dilakukan secara lebih teratur. Metode tersebut dapat menjadi salah satu pilihan bagi pemula yang baru mulai menanam anggrek.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Kebun Tetangga