JAKARTA - Media tanam anggrek Dendrobium menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan, terutama bagi pemula yang baru mulai merawat tanaman ini. Media yang digunakan tidak hanya berfungsi sebagai tempat tumbuh akar, tetapi juga harus mampu menjaga kelembapan sekaligus memberikan sirkulasi udara yang cukup.
Dalam video dari channel Neighbor's Garden, Dendrobium disebut sebagai salah satu jenis anggrek yang relatif mudah dirawat. Tanaman ini memiliki banyak pilihan warna bunga, ukuran bunga yang cukup besar, serta dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan setelah terbiasa.
Meski demikian, pemilihan media tanam tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tanaman dan lingkungan. Salah satu media yang sering digunakan adalah sphagnum moss. Media tersebut dinilai efektif untuk tanaman yang berada di bawah naungan plastik UV karena dapat membantu mempertahankan kelembapan dan mengurangi frekuensi penyiraman.
Namun, bagi pemula, sphagnum moss bisa membuat kondisi kelembapan lebih sulit diketahui. Karena itu, dalam video tersebut disarankan menggunakan media yang lebih porous, seperti arang, potongan kulit kayu, atau serat kelapa.
Baca Juga: Tips Merawat Monstera di Dalam Rumah agar Sehat, Simak 5 Caranya
Perhatikan Kondisi Akar Saat Repotting
Sebelum dipindahkan ke pot baru, tanaman Dendrobium perlu diperiksa terlebih dahulu. Tanaman yang akan ditanam sebaiknya dalam kondisi sehat dan tidak mengalami pembusukan.
Jika anggrek baru dibeli dari pasar atau toko online, media lama juga perlu diperiksa. Media yang sudah terlalu lama digunakan dapat mengalami perubahan kondisi sehingga berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman.
Saat melakukan repotting, media lama dapat dilepas secara perlahan. Namun, tidak seluruh media yang menempel pada akar harus dibersihkan. Sedikit media lama dapat dibiarkan untuk membantu mempertahankan kelembapan dan mengurangi stres pada tanaman.
Setelah itu, media baru seperti kulit kayu dapat dimasukkan ke dalam pot. Pot yang digunakan sebaiknya memiliki banyak lubang agar air tidak menggenang dan sirkulasi udara tetap berjalan.
Dendrobium sendiri merupakan anggrek epifit. Karena itu, sirkulasi udara menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Tanaman sebaiknya ditempatkan di lokasi yang memiliki aliran udara cukup.
Jangan Lupakan Penyangga dan Adaptasi Cahaya
Setelah ditanam, Dendrobium dapat diberi penyangga agar tanaman tidak mudah bergeser ketika terkena angin. Penyangga juga membantu menjaga akar baru agar tidak terus terganggu akibat tanaman bergerak.
Untuk tanaman yang baru selesai dipindahkan, video tersebut menyarankan menempatkannya terlebih dahulu di area teduh. Disebutkan pula bahwa Dendrobium membutuhkan cahaya lebih banyak dibandingkan beberapa jenis anggrek lainnya.
Setelah beradaptasi, Dendrobium disebut dapat menerima kondisi dengan paparan matahari maupun hujan yang lebih banyak. Namun, proses adaptasi tetap perlu diperhatikan agar tanaman tidak mengalami perubahan lingkungan secara mendadak.
Dalam perawatannya, penyiraman juga dapat disesuaikan dengan media. Media yang porous memungkinkan penyiraman lebih sering karena air lebih cepat mengalir keluar. Sebaliknya, media yang menyimpan terlalu banyak air perlu lebih diperhatikan agar akar tidak terus berada dalam kondisi terlalu basah.
Baca Juga: Cara Merawat Monstera agar Tumbuh Subur, Perhatikan 5 Hal Ini
Video tersebut juga membahas penggunaan air cucian beras sebagai salah satu cara perawatan. Air bagian atas yang lebih jernih digunakan untuk menyiram media dan akar. Bagi yang tidak memiliki air cucian beras, pembicara menyebut beras dapat dicampur dengan air bersih, kemudian airnya digunakan setelah disaring.
Selain itu, air kolam ikan dan air hujan yang telah didiamkan juga disebut dapat digunakan untuk menyiram. Saat musim hujan dengan intensitas tinggi, penggunaan pupuk kimia disarankan untuk dikurangi.
Perawatan Dendrobium pada akhirnya tidak hanya bergantung pada satu jenis media. Pemilihan pot, sirkulasi udara, pencahayaan, penyiraman, dan kondisi akar perlu diperhatikan secara bersamaan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Kebun Tetangga