JAKARTA - Cara stek bugenvil dapat dilakukan menggunakan wadah sederhana seperti kap plastik. Dalam sebuah panduan yang dibagikan melalui video, stek bugenvil disiapkan dari ranting muda, kemudian ditanam pada media tanah, pasir, dan sedikit pupuk organik. Perawatan dilakukan dengan menjaga kelembapan tanpa membuat media terlalu basah.
Bugenvil atau bougenville dikenal sebagai tanaman yang dapat mempercantik halaman dengan warna bunga yang beragam. Dalam video tersebut, tanaman yang masih berukuran kecil bahkan diperlihatkan sudah menghasilkan bunga.
Ukuran tanaman bukan satu-satunya hal yang diperhatikan. Cara menyiapkan stek, kondisi media tanam, kelembapan, hingga lokasi penempatan menjadi bagian dari proses yang ditunjukkan dalam panduan tersebut.
Baca Juga: Cara Merawat Anggrek Dendrobium agar Subur, Pemula Bisa Ikuti Langkah Ini
Siapkan Media dan Ranting Stek
Tahap pertama dalam cara stek bugenvil adalah menyiapkan media tanam. Campuran yang digunakan terdiri dari tanah gembur dan pasir agar media memiliki porositas yang baik. Sedikit pupuk organik juga ditambahkan sebagai nutrisi awal.
Setelah media siap, pilih ranting bugenvil yang masih muda tetapi sudah cukup keras. Bagian ujung ranting kemudian diruncingkan secara hati-hati.
Menurut panduan dalam video, bentuk ujung yang runcing membantu ranting masuk ke dalam tanah. Selanjutnya, bagian ujung stek diolesi bawang merah segar. Cara tersebut disebut sebagai perangsang alami yang membantu mencegah jamur sekaligus mendukung pembentukan akar.
Klaim mengenai manfaat bawang merah tersebut merupakan bagian dari metode yang ditunjukkan dalam video. Karena itu, penggunaannya sebaiknya tidak dianggap sebagai jaminan stek pasti lebih cepat berakar.
Stek yang sudah disiapkan kemudian ditanam ke dalam media di kap plastik. Tanah di sekitar batang dipadatkan secukupnya agar stek dapat berdiri tegak. Media tidak perlu ditekan terlalu keras supaya ruang untuk pertumbuhan akar tetap tersedia.
Jaga Kelembapan dengan Sungkup
Setelah stek ditanam, penyiraman dilakukan menggunakan sedikit air. Tujuannya adalah menjaga media tetap lembap tanpa membuatnya terlalu basah.
Media yang terlalu banyak mengandung air perlu dihindari karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko batang stek membusuk. Karena itu, penyiraman dilakukan secukupnya sesuai kondisi media.
Untuk mempertahankan kelembapan, kap plastik kemudian ditutup menggunakan sungkup plastik transparan. Penutup tersebut menciptakan kondisi lembap di sekitar tanaman.
Dalam video, munculnya titik-titik embun di bagian dalam sungkup disebut sebagai tanda bahwa kelembapan di dalamnya terjaga. Meski demikian, sirkulasi udara tetap perlu diperhatikan agar kondisi di sekitar stek tidak terlalu lembap dalam waktu lama.
Stek bugenvil yang baru ditanam juga disarankan ditempatkan di area yang terlindung dari paparan sinar matahari langsung dan hujan deras. Namun, tanaman tetap berada di ruang terbuka agar mendapatkan sirkulasi udara.
Kondisi tersebut digunakan untuk membantu stek melewati masa awal setelah penanaman. Setelah beberapa minggu, tunas-tunas kecil disebut mulai muncul. Pertumbuhan tunas menjadi salah satu tanda yang diperhatikan dalam panduan tersebut setelah proses penanaman stek.
Baca Juga: Tips Merawat Tanaman Monstera agar Tumbuh Subur, Hindari 5 Kesalahan Ini
Dari tunas baru itu, bunga kemudian dapat muncul. Video tersebut memperlihatkan bugenvil yang masih berukuran kecil tetapi sudah menghasilkan bunga.
Tanaman dalam wadah sederhana tersebut juga diperlihatkan memiliki warna bunga yang beragam, mulai merah, ungu, oranye, hingga putih.
Cara stek bugenvil dengan kap plastik pada dasarnya membutuhkan beberapa tahapan yang saling berkaitan. Media harus disiapkan dengan baik, ranting dipilih dan dipersiapkan, kelembapan dijaga, serta lokasi penempatan diperhatikan.
Bagi yang ingin mencoba metode tersebut, kondisi tanaman tetap perlu dipantau selama proses pertumbuhan. Penyiraman tidak dilakukan berlebihan dan sungkup perlu diperhatikan agar kelembapan tetap sesuai.
Dengan wadah sederhana dan perawatan yang teratur, stek bugenvil dapat dikembangkan menjadi tanaman baru. Video tersebut menunjukkan bahwa tanaman yang masih kecil pun dapat menghasilkan bunga ketika dirawat menggunakan metode yang tepat.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Guati Oka MD