JAKARTA - Cara merawat bonsai tidak hanya berkaitan dengan penyiraman, tetapi juga mencakup kebersihan, kesehatan tanaman, pemangkasan, pemupukan, hingga pembentukan cabang. Perawatan tersebut dilakukan secara bertahap karena bonsai membutuhkan proses panjang untuk berkembang sesuai bentuk yang direncanakan.
Dalam video tersebut, perawatan bonsai dirangkum dalam konsep 3S, yakni sehat, subur, dan suka. Perawatan dimulai sejak tanaman ditanam untuk mengetahui perkembangan, kondisi, dan tingkat kesuburannya.
Bonsai juga perlu direncanakan agar dapat terus tumbuh meskipun menggunakan media tanam yang terbatas. Karena ruang pertumbuhan akar di dalam pot relatif kecil, tanaman membutuhkan perawatan dan dukungan secara konsisten.
Baca Juga: Cara Menanam Anggrek Dendrobium untuk Pemula, Pilih Media Porous dan Pot Berlubang
Perawatan Bonsai Dilakukan Bertahap
Salah satu perawatan yang dilakukan adalah pruning atau pemangkasan. Menurut penjelasan dalam video, pemangkasan dilakukan untuk meremajakan tanaman. Ketika bagian tanaman diremajakan, perkembangan akar juga perlu diperhatikan.
Perawatan bonsai kemudian dilakukan dalam beberapa periode. Perawatan harian dapat berupa penyiraman dan memastikan tanaman memperoleh sinar matahari.
Sementara itu, perawatan mingguan dilakukan dengan melihat perkembangan bonsai. Pada tahap ini, pemilik dapat memperhatikan apakah ada cabang yang perlu dipotong atau dilakukan pruning.
Ada pula perawatan bulanan untuk melihat tingkat kesuburan tanaman. Bonsai yang ditanam dalam media berukuran kecil memiliki keterbatasan ruang untuk berkembang. Karena itu, dalam video disebutkan perlunya suplemen atau dukungan tambahan agar kondisi tanaman tetap subur.
Kebersihan tanaman juga menjadi bagian penting. Debu dan kotoran dapat menempel pada bagian tanaman. Untuk membersihkannya, tanaman dapat disemprot atau dibersihkan menggunakan sikat secara hati-hati.
Pembersihan tersebut dilakukan agar bagian tanaman tetap terawat dan lebih mudah diamati. Kondisi sebelum dan sesudah dibersihkan juga dapat terlihat berbeda, terutama ketika terdapat debu atau kotoran yang menempel pada batang dan cabang.
Wiring untuk Membentuk Cabang
Selain menjaga kesehatan dan kebersihan, perawatan bonsai juga berkaitan dengan pembentukan arah cabang. Salah satu metode yang ditunjukkan adalah wiring atau penggunaan kawat untuk mengarahkan cabang.
Dalam video, kawat aluminium khusus bonsai digunakan untuk membentuk arah cabang. Pemasangannya tidak dilakukan secara sembarangan karena posisi dan arah kawat perlu disesuaikan dengan cabang yang akan dibentuk.
Cabang diarahkan sesuai bentuk yang diinginkan. Kawat kemudian dipasang dengan posisi tertentu agar cabang dapat mengikuti arah tersebut.
Dalam contoh yang ditampilkan, kawat dibiarkan selama sekitar tiga sampai empat bulan sebelum dilepas. Setelah periode tersebut, kawat dilepas agar cabang yang telah terbentuk tidak terus terikat.
Baca Juga: Budidaya Anggrek Dendrobium untuk Pemula, Mulai dari Pot hingga Penyiraman
Jarak dan posisi kawat juga diperhatikan ketika proses wiring. Setelah cabang diarahkan, bagian tertentu dapat dipangkas secukupnya untuk menyesuaikan bentuk bonsai.
Perawatan bonsai tidak dapat menghasilkan bentuk akhir dalam waktu singkat. Tanaman harus melalui berbagai tahap, mulai dari pertumbuhan, pemangkasan, pembersihan, hingga pembentukan cabang.
Dalam video tersebut dijelaskan bahwa proses setiap bonsai dapat berlangsung berbeda, baik cepat maupun lama. Perkembangan tanaman menjadi salah satu faktor yang menentukan proses pembentukannya.
Karena itu, merawat bonsai membutuhkan konsistensi dan kesabaran. Nilai bonsai tidak hanya dikaitkan dengan tanaman yang sudah terbentuk, tetapi juga proses panjang untuk mencapai bentuk tersebut.
Dengan perawatan harian, mingguan, dan bulanan serta pembentukan yang dilakukan secara bertahap, bonsai dapat terus diarahkan sesuai tujuan pembentukannya. Setiap tahap perlu menyesuaikan kondisi tanaman agar proses pertumbuhannya tetap berjalan.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Jagadtani TV