JAKARTA - Tips merawat bonsai perlu diperhatikan sejak tanaman mulai ditanam. Perawatan tidak hanya dilakukan untuk menjaga tanaman tetap hidup, tetapi juga untuk memantau pertumbuhan, menjaga kesuburan, membersihkan bagian tanaman, serta membentuk cabang secara bertahap.
Dalam video tersebut, perawatan bonsai dijelaskan melalui konsep 3S, yakni sehat, subur, dan suka. Ketiga hal itu menjadi bagian dari proses perawatan yang dilakukan secara konsisten karena bonsai membutuhkan waktu untuk berkembang sesuai bentuk yang direncanakan.
Bonsai juga memiliki kondisi media tanam yang terbatas. Karena itu, kebutuhan tanaman perlu diperhatikan secara rutin agar pertumbuhannya tetap terjaga.
Baca Juga: Tips Merawat Anggrek Dendrobium agar Subur, Pemula Perlu Perhatikan 5 Hal Ini
Perawatan Bonsai Dilakukan Secara Berkala
Perawatan harian dapat dilakukan dengan menyiram tanaman dan memastikan bonsai mendapatkan sinar matahari. Dua hal tersebut menjadi bagian dasar yang perlu diperhatikan setiap hari.
Sementara itu, pemeriksaan mingguan dilakukan dengan melihat perkembangan bonsai. Pemilik dapat mengamati cabang yang tumbuh dan menentukan apakah ada bagian yang perlu dipotong atau dilakukan pruning.
Pruning juga disebut sebagai salah satu cara untuk melakukan peremajaan tanaman. Ketika tanaman diremajakan, perkembangan akar juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
Selain perawatan harian dan mingguan, ada pula pemeriksaan bulanan. Tahap ini dilakukan untuk melihat tingkat kesuburan bonsai.
Karena bonsai tumbuh dalam media yang relatif kecil, ruang untuk perkembangan tanaman juga terbatas. Dalam video tersebut, kondisi ini menjadi alasan perlunya suplemen atau dukungan tambahan untuk membantu menjaga kesuburan tanaman.
Kebersihan juga tidak boleh dilewatkan. Debu dan kotoran dapat menempel pada batang maupun bagian tanaman lainnya. Pembersihan dapat dilakukan dengan menyemprot tanaman atau menggunakan sikat secara hati-hati.
Tanaman yang sudah dibersihkan akan lebih mudah diperiksa. Pemilik dapat melihat kondisi batang dan cabang dengan lebih jelas sebelum menentukan langkah perawatan berikutnya.
Bentuk Cabang dengan Teknik Wiring
Selain menjaga kesehatan tanaman, bonsai juga membutuhkan proses pembentukan. Salah satu metode yang diperlihatkan dalam video adalah wiring.
Wiring dilakukan menggunakan kawat aluminium khusus bonsai. Kawat dipasang pada cabang yang ingin diarahkan sehingga bentuk tanaman dapat disesuaikan dengan rencana pembentukan.
Pemasangan kawat tidak dilakukan secara sembarangan. Arah dan posisi kawat perlu disesuaikan dengan cabang yang akan dibentuk.
Dalam contoh tersebut, kawat dibiarkan sekitar tiga sampai empat bulan. Setelah cabang mengikuti bentuk yang diinginkan, kawat kemudian dilepas.
Baca Juga: Cara Menanam Anggrek Dendrobium untuk Pemula, Pilih Media Porous dan Pot Berlubang
Bagian tertentu juga dapat dipangkas secukupnya untuk menyesuaikan bentuk tanaman. Proses tersebut dilakukan secara bertahap karena bonsai tidak dapat langsung memiliki bentuk akhir dalam satu kali perawatan.
Perkembangan setiap tanaman juga dapat berbeda. Ada bonsai yang proses pembentukannya berlangsung lebih cepat, sementara tanaman lain membutuhkan waktu lebih lama.
Hal tersebut membuat kesabaran menjadi bagian dari proses merawat bonsai. Bentuk akhir tanaman merupakan hasil dari rangkaian pertumbuhan, pemangkasan, pembersihan, dan pembentukan yang dilakukan secara konsisten.
Bagi pemilik bonsai, pemantauan menjadi bagian penting dari seluruh proses tersebut. Kondisi tanaman perlu dilihat secara berkala agar tindakan yang dilakukan dapat disesuaikan dengan perkembangannya.
Dengan perawatan harian, mingguan, dan bulanan, bonsai dapat terus dipantau sekaligus diarahkan sesuai bentuk yang direncanakan. Perawatan yang dilakukan secara bertahap juga membantu pemilik memahami perubahan tanaman dari waktu ke waktu.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Jagadtani TV