Sate Warok Ponorogo di Surabaya Laris 1.000 Tusuk, Harganya Mulai Rp24 Ribu

Rangga Rizki Saputra • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 12:10 WIB
Sate Warok Ponorogo di Surabaya laris hingga 1.000 tusuk sehari. Harga mulai Rp24 ribu dengan daging tebal dan empuk.
Sate Warok Ponorogo di Surabaya laris hingga 1.000 tusuk sehari. Harga mulai Rp24 ribu dengan daging tebal dan empuk.

 

SURABAYA - Sate Warok Ponorogo menjadi salah satu kuliner khas yang menarik perhatian pencinta sate di Surabaya. Mengusung cita rasa sate dari Ponorogo, warung ini menawarkan potongan daging ayam yang tebal dan memanjang, bumbu kacang kental bercita rasa gurih dan sedikit manis, serta pilihan sate daging, kulit, hingga ati ampela. Dalam sehari, satu cabangnya bahkan mampu menjual sekitar 1.000 tusuk dan terkadang habis hanya dalam waktu dua jam.

Salah satu cabang Sate Warok Ponorogo berada di kawasan Jalan Gayungsari Timur, Surabaya, sekitar satu kilometer sebelum Masjid Al-Akbar Surabaya. Usaha tersebut dirintis Rio Sambodo sejak 2017 setelah sebelumnya bekerja mengikuti penjual sate lain.

Rio diketahui berasal dari Watu Bonang, Kecamatan Badegan, Ponorogo. Ia mengaku pernah bekerja bersama keponakan Haji Tukri Sobikun, salah satu tokoh yang dikenal dalam sejarah sate Ponorogo di kawasan Gang Lawu.

Baca Juga: Resep Sate Kambing Empuk Ala Happy Nomnom, Rahasianya Ada di Nanas

Mengikuti Aliran Sate Gang Lawu

Sate Warok Ponorogo yang dijual Rio menggunakan gaya sate dari kawasan Gang Lawu atau yang juga dikenal sebagai Gang Sate di Ponorogo.

Menurut Rio, sate Ponorogo memiliki beberapa aliran, salah satunya dari Gang Lawu dan Setono. Perbedaannya antara lain terdapat pada racikan bumbu dan sambal.

Sate Warok menggunakan bumbu kacang yang cenderung manis, sedangkan sate dari Setono memiliki pilihan rasa pedas dan manis. Sambal juga disajikan secara terpisah sehingga pelanggan dapat menyesuaikan rasa sesuai selera.

Ciri lain terlihat dari potongan daging ayam. Daging disisit dalam ukuran panjang dan cukup tebal. Akibatnya, satu tusuk sate dapat hanya berisi satu hingga dua sisitan daging.

Baca Juga: Kuliner Sate Taichan Tertahan Nafsu Produksi Sepasang Sahabat asal Blitar Buat Ketagihan

Teknik tersebut berbeda dari sate pada umumnya yang menggunakan potongan daging lebih kecil. Meski berukuran tebal, daging Sate Warok Ponorogo disebut tetap empuk setelah melalui proses pembakaran.

Bisa Ludes 1.000 Tusuk dalam Dua Jam

Popularitas Sate Warok Ponorogo terlihat dari jumlah penjualan hariannya. Untuk cabang Gayungsari, warung buka mulai sekitar pukul 15.00 hingga 22.00 WIB selama persediaan masih tersedia.

Namun, stok tidak selalu bertahan hingga malam. Dalam kondisi ramai, sekitar 1.000 tusuk sate dapat habis hanya dalam waktu dua jam.

Sate Warok juga memiliki beberapa lokasi penjualan lain. Cabang pertama berada di Pagerwojo, Sidoarjo, sedangkan cabang kedua berada di kawasan Karah Agung, Surabaya.

Baca Juga: Kuliner Sate Taichan Tertahan Nafsu Produksi Sepasang Sahabat asal Blitar Buat Ketagihan

Masing-masing cabang memiliki kapasitas penjualan yang kurang lebih sama, yakni sekitar 1.000 tusuk per hari. Selain itu, pada Minggu pagi, Sate Warok juga membuka lapak di area car free day Alun-Alun Sidoarjo.

Harga Mulai Rp24 Ribu

Untuk satu porsi sate ayam tanpa lemak atau full daging, pelanggan cukup membayar Rp25 ribu untuk 10 tusuk. Sementara sate kulit dan sate ati ampela dibanderol Rp24 ribu untuk jumlah yang sama.

Sate juga bisa dinikmati bersama nasi atau lontong yang masing-masing dihargai Rp4 ribu. Pelanggan dapat makan langsung di lokasi maupun membawa pulang.

Baca Juga: Kuliner Sate Taichan Tertahan Nafsu Produksi Sepasang Sahabat asal Blitar Buat Ketagihan

Warung tersebut juga melayani pesanan dalam jumlah besar. Kemasan dapat berisi 50, 100, 200 hingga 500 tusuk. Untuk kebutuhan kantor, tersedia pula nasi kotak yang dapat disesuaikan dengan jumlah tusuk sate.

Daging Tebal dan Bumbu Kacang Kental

Dalam ulasan video, Sate Warok Ponorogo dinilai memiliki daging ayam yang empuk meskipun potongannya tebal. Bumbu kacangnya terasa gurih, kental, dan berpadu dengan tekstur daging yang cukup padat.

Selain sate daging, sate dari bagian ati atau rempela juga menjadi pilihan. Teksturnya disebut lebih empuk dengan rasa yang tetap berpadu dengan bumbu kacang khas Sate Warok.

Dengan harga mulai Rp24 ribu per 10 tusuk, pilihan menu yang beragam, serta penjualan yang dapat mencapai 1.000 tusuk sehari, Sate Warok Ponorogo menjadi salah satu kuliner khas Ponorogo yang berhasil berkembang di Surabaya dan sekitarnya.

Editor : Rangga Rizki Saputra
Sumber : Budiono sukses
sate warok ponorogo harga sate 24rb sate ponorogo