SURABAYA - Rujak Cingur Surabaya dikenal sebagai kuliner dengan perpaduan cingur sapi, sayuran, buah, lontong, tahu, serta bumbu petis yang khas. Namun, ada sajian rujak di kawasan Kembang Kuning, Sawahan, Surabaya, yang menarik perhatian karena porsinya disebut sangat melimpah. Dengan harga mulai Rp15 ribu, satu porsi Rujak Cingur Surabaya di tempat ini berisi berbagai bahan dengan potongan besar dan bumbu yang disajikan cukup banyak.
Warung tersebut berada di kawasan Jalan Raya Kembang, Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, tepatnya di area Hotel Lama La Pasar Kembang. Selain rujak cingur, tempat ini juga menyediakan rujak manis dengan campuran buah, tahu, dan bumbu kacang.
Bumbu Rujak Dibuat Kasar
Salah satu daya tarik rujak di tempat ini terletak pada tekstur bumbunya. Kacang tanah tidak digiling sampai benar-benar halus, melainkan dibiarkan kasar agar memberikan sensasi renyah ketika disantap.
Baca Juga: Debat Panas Rujak Cingur: Petis Asli Lebih Enak atau Harus Dicampur?
Bumbu tersebut juga menggunakan campuran petis, termasuk petis Madura, asam jawa, terasi, serta bahan lain yang membuat aromanya semakin kuat.
Untuk satu kali pembuatan, kacang yang digunakan disebut dapat menghasilkan sekitar 30 porsi. Banyaknya bahan yang disiapkan menunjukkan bahwa rujak menjadi menu yang cukup ramai dipesan setiap hari.
Bumbu juga dapat dipisahkan dari bahan rujak. Cara tersebut dilakukan agar bumbu tidak cepat encer, terutama ketika pelanggan tidak langsung menghabiskan seluruh porsi dan ingin membawanya pulang.
Baca Juga: Resep Bumbu Rujak Buah Viral ala Jui Seto, Cocok untuk Ide Usaha di Blitar
Cingur Empuk dengan Potongan Besar
Rujak cingur menjadi salah satu menu yang menarik perhatian karena potongan cingurnya berukuran besar dan tebal. Teksturnya disebut empuk serta tidak meninggalkan aroma yang mengganggu.
Hal tersebut tidak terlepas dari proses pengolahan cingur yang menggunakan bumbu cukup kuat. Cingur kemudian dipadukan dengan sayuran yang dimasak setengah matang, buah segar, lontong, dan tahu.
Bumbu petis yang melimpah membuat rasa rujak semakin kuat. Perpaduan petis Madura, petis, terasi, kacang, dan asam jawa menghasilkan rasa gurih, manis, asam, serta sedikit pedas.
Kacang yang masih bertekstur kasar juga memberikan sensasi renyah di tengah lembutnya cingur dan lontong.
Satu Porsi Disebut Cocok untuk Dua hingga Tiga Orang
Besarnya porsi menjadi alasan lain yang membuat sajian ini disebut berbeda. Dalam video tersebut, satu porsi rujak cingur terlihat berisi banyak bahan sehingga pengunjung disarankan menikmatinya bersama dua atau tiga orang.
Baca Juga: Mencicipi Rujak Tolet Khas Blitar, Gurihnya Petis Surabaya yang Memikat Selera
Jika tidak habis, rujak dapat dibawa pulang dengan bumbu yang dipisahkan. Pengunjung juga bisa meminta tambahan sambal sesuai tingkat kepedasan yang diinginkan.
Selain rujak cingur, tersedia rujak manis dengan sekitar tujuh macam campuran. Buah-buahan dipotong dalam ukuran cukup besar dan kemudian disiram bumbu kacang.
Rasa bumbu rujak manis disebut tidak terlalu manis karena terdapat perpaduan terasi dan asam. Pengunjung juga dapat menambahkan cabai sesuai selera.
Ditutup Es Puding Manten
Setelah menikmati rujak, tersedia pula minuman atau hidangan penutup bernama es puding manten. Nama tersebut dikaitkan dengan kebiasaan menyajikannya dalam acara pernikahan pada masa lalu.
Baca Juga: Nikmatnya Rujak Kuah Pindang, Kuliner Khas Pulau Dewata yang Kini Bisa Ditemui di Blitar
Es tersebut berisi buah setup dan agar-agar sehingga memberikan sensasi segar setelah menyantap rujak dengan bumbu yang kuat.
Kombinasi rujak cingur, rujak manis, dan es puding manten membuat tempat kuliner di kawasan Sawahan tersebut menawarkan pilihan makanan dengan cita rasa yang beragam. Dengan porsi besar dan bumbu yang melimpah, sajian ini menjadi salah satu pilihan kuliner yang menarik bagi pencinta rujak di Surabaya.
Editor : Rangga Rizki SaputraSumber : @rafaahrulchannel325