JAKARTA - Lodho ayam kampung menjadi salah satu masakan yang memiliki cita rasa gurih dan pedas dengan aroma bakaran yang khas. Allah Noviza membagikan resep lodho ayam kampung yang disebut merupakan warisan keluarga dari ibu mertuanya. Dalam resep tersebut, ayam dipanggang utuh tanpa bumbu terlebih dahulu sebelum dimasak bersama santan dan bumbu rempah.
Bahan utama yang digunakan adalah satu ekor ayam kampung dengan berat hampir 1 kilogram. Ayam dibelah, kemudian bagian lendir di sekitar leher dibersihkan karena dapat menimbulkan aroma amis. Ayam juga dicuci bersih, diberi perasan jeruk nipis, kemudian dicuci kembali sebelum masuk ke proses pemanggangan.
Allah Noviza menggunakan ayam kampung muda sehingga dagingnya tidak membutuhkan waktu lama untuk menjadi empuk. Ayam tidak langsung dipotong kecil-kecil, tetapi dipanggang dalam kondisi utuh. Proses tersebut menjadi salah satu ciri khas resep yang dibagikan.
Baca Juga: Ayam Lodho Khas Blitar Jadi Menu Andalan Warung Patria dengan Suasana Joglo Jawa
Pemanggangan dilakukan menggunakan grill karena dibuat dengan teknik rumahan. Ayam tidak diberi bumbu sebelum dipanggang. Menurut Allah Noviza, cara tersebut membuat ayam mengeluarkan minyak dari kulitnya sekaligus menghasilkan aroma bakaran yang nantinya memberikan karakter pada kuah lodho.
Ayam dipanggang hingga kulitnya berubah kecokelatan dan minyak mulai keluar. Setelah matang, ayam dipotong menjadi dua bagian sebelum dimasukkan ke dalam kuah.
Bumbu Lodho dan Santan
Bumbu yang digunakan terdiri dari bawang, kemiri, kunyit, serta bahan rempah lainnya. Ketumbar dan lada juga digunakan dalam resep. Bumbu terlebih dahulu ditumis hingga harum, kemudian dihaluskan bersama ketumbar dan lada.
Minyak sisa menumis bumbu kemudian digunakan kembali untuk memasak serai dan lengkuas. Setelah itu, santan encer ditambahkan dan dipanaskan. Bumbu yang sudah dihaluskan kemudian dimasukkan dan dimasak hingga kuah mendidih.
Setelah ayam panggang matang, potongan ayam dimasukkan ke dalam kuah. Garam dan gula ditambahkan untuk memberikan rasa dasar. Dalam resep tersebut digunakan sekitar setengah sendok makan garam dan seperempat sendok makan gula.
Daun jeruk, daun salam, dan cabai rawit kemudian dimasukkan. Ayam dimasak menggunakan api kecil selama sekitar 10 menit. Karena menggunakan ayam kampung muda, proses tersebut dinilai sudah cukup untuk membuat daging menjadi empuk.
Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah kulit ayam yang berwarna agak hitam setelah dipanggang. Allah Noviza sengaja membiarkannya karena bagian tersebut dinilai dapat memberikan tambahan aroma asap atau bakaran pada kuah.
Jika tidak menyukai bagian hitam tersebut, ayam panggang dapat dicuci menggunakan air bersih terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam kuah. Namun, dalam resep yang dibagikan, bagian tersebut sengaja dipertahankan.
Santan Kental Ditambahkan Menjelang Akhir
Setelah ayam dimasak bersama kuah, air kembali ditambahkan sekitar 300 mililiter agar jumlah kuah lebih banyak. Santan kental kemudian dimasukkan dan seluruh bahan diaduk hingga tercampur rata.
Baca Juga: Rahasia Ayam Lodho Terede Zelani: Wangi Bakarannya Bikin Tetangga Laper Duluan
Proses memasak dilakukan dengan api sedang cenderung kecil. Penggunaan api yang tidak terlalu besar menjadi perhatian karena santan berisiko pecah. Jika santan pecah, bagian lemak dan air dapat terlihat terpisah.
Tomat dimasukkan ketika masakan hampir matang. Bahan tersebut bukan bagian dari resep asli yang dibagikan keluarga Allah Noviza, tetapi ditambahkan sebagai pilihan untuk memberikan rasa asam dan segar. Penggunaan tomat pun bersifat opsional.
Warna kuah lodho juga dapat disesuaikan. Dalam resep ini, kuah dibuat tidak terlalu merah karena cabai yang digunakan dalam bumbu adalah cabai hijau. Jika ingin menghasilkan kuah berwarna lebih merah, cabai merah dapat ditambahkan lebih banyak ke dalam bumbu halus.
Setelah matang, lodho ayam kampung memiliki kuah santan yang gurih dengan rasa pedas. Daging ayam yang digunakan terasa empuk dan aroma bakaran tetap terasa pada masakan.
Allah Noviza menyebut resep tersebut diperoleh dari ibu mertuanya dan menjadi masakan yang sering dibuat untuknya. Hidangan tersebut juga kerap disiapkan ketika ia pulang maupun ketika hendak kembali bepergian.
Karena kuah yang dibuat cukup banyak, Allah Noviza juga menambahkan beberapa butir telur rebus sebagai pelengkap. Lodho ayam kampung kemudian disantap bersama kuah santan yang gurih dan pedas.
Baca Juga: Ayam Lodho: Masakan Empuk yang Butuh 2 Jam Masak, Worth It Banget!
Editor : 'Isyna Mufida Ma Radhita