BLITAR KAWENTAR - Samsung Galaxy S26 Ultra menjadi salah satu flagship yang menawarkan banyak fitur baru untuk pengguna kelas atas. Setelah dipakai sebagai daily driver selama dua bulan, seorang pengguna membagikan pengalaman dari sisi content creator, pengguna kasual, hingga gamer.
Dalam penggunaan tersebut, Samsung Galaxy S26 Ultra diuji bukan hanya untuk bermain game, tetapi juga Samsung DeX, multitasking, fotografi, perekaman video, hingga aktivitas harian.
Beberapa fitur yang sejak awal menarik perhatian adalah Privacy Display, Horizon Lock, pengisian cepat 60W, peningkatan telefoto, serta One UI 8.5. Namun, setelah digunakan selama dua bulan, tidak semuanya memberikan pengalaman yang sama.
Baca Juga: Hasil 32 Besar Badminton Asian Games 2026 dan Jadwal Wakil Indonesia
Privacy Display Jadi Fitur yang Paling Menarik
Salah satu fitur yang paling diapresiasi adalah Privacy Display. Fitur ini memungkinkan pengguna mengatur tingkat privasi layar sehingga orang di samping tidak mudah melihat isi layar.
Berbeda dari tempered glass anti-spy yang biasanya membuat layar terlihat lebih gelap atau mengalami perubahan warna secara permanen, Privacy Display pada Galaxy S26 Ultra dapat diatur intensitasnya dan diterapkan pada aplikasi tertentu.
Fitur tersebut dianggap sangat berguna ketika membuka aplikasi chat, mobile banking, hingga melihat portofolio saham. Notifikasi dari aplikasi yang sudah diatur juga dapat dibuat lebih sulit dilihat oleh orang di sekitar.
Ketika Privacy Display dimatikan, layar Dynamic AMOLED 2X tetap dapat digunakan seperti biasa dengan tampilan yang cerah dan tajam.
Baca Juga: Klasemen Medali Asian Games 2026 24 September: Indonesia di Posisi 16
Performa Lebih Banyak Dipakai untuk Samsung DeX
Untuk gaming, performa Galaxy S26 Ultra disebut mampu menjalankan permainan seperti Mobile Legends selama berjam-jam dengan baik. Namun, dalam penggunaan sehari-hari, tenaga besar perangkat justru lebih sering dimanfaatkan melalui Samsung DeX.
Dengan tambahan monitor portable, keyboard, dan mouse, Galaxy S26 Ultra dapat digunakan untuk mengetik naskah, browsing, mendengarkan musik, hingga multitasking tanpa harus membawa laptop.
Meski demikian, masih ada sejumlah keterbatasan pada optimalisasi aplikasi pihak ketiga. Salah satunya tampilan Instagram Story yang belum sepenuhnya memenuhi layar ketika digunakan melalui DeX.
Suhu Tetap Terkendali, tetapi Layar Bisa Redup
Dalam penggunaan normal dan gaming, suhu perangkat disebut berada di kisaran 40 derajat Celsius. Saat Samsung DeX digunakan, suhunya sekitar 41 derajat Celsius.
Namun, pengalaman berbeda muncul ketika perangkat digunakan di lingkungan yang sangat panas. Saat browsing dan mengambil foto dengan tingkat kecerahan tinggi, layar dapat menurunkan brightness secara otomatis.
Pengguna menyebut kondisi tersebut menjadi pengalaman pertama yang dirasakan pada seri Ultra selama menggunakan Samsung Galaxy S23, S24, S25, hingga S26 Ultra. Meski begitu, perangkat tidak sampai mengalami kondisi yang disebut sebagai overheating.
Kamera Konsisten, tetapi Telefoto Masih Jadi Catatan
Untuk kamera utama, ultrawide, dan telefoto 3x, hasil foto dinilai cukup konsisten. Warna, highlight, dan dynamic range disebut mampu memberikan hasil yang seragam ketika berpindah antar-lensa.
Namun, sektor telefoto masih menjadi bagian yang dianggap perlu mendapatkan peningkatan. Terutama ketika digunakan dalam kondisi low light, hasil foto dapat menunjukkan noise dan grain serta detail yang menurun.
Night Mode memang dapat membantu, tetapi pengguna terkadang menginginkan proses memotret yang cepat tanpa harus menahan perangkat selama beberapa detik.
Video Jadi Andalan untuk Content Creator
Berbeda dengan fotografi, kemampuan perekaman video justru menjadi salah satu bagian yang paling menarik. Galaxy S26 Ultra dianggap mampu memberikan fleksibilitas bagi content creator untuk membuat konten tanpa harus selalu membawa kamera mirrorless.
Pengguna bahkan menyebut telah membuat beberapa konten menggunakan perangkat tersebut dan sebagian besar penonton tidak menyadari bahwa video direkam menggunakan smartphone.
Dukungan fitur lock juga memberikan keleluasaan untuk proses produksi dan pewarnaan video setelah pengambilan gambar menggunakan software seperti Adobe Premiere.
Baterai Cukup, Pengisian 60W Membantu
Pengalaman baterai Galaxy S26 Ultra selama dua bulan disebut cukup beragam. Ketika digunakan untuk Samsung DeX, multitasking, chatting menggunakan koneksi seluler, perangkat mampu memperoleh screen-on time sekitar 4,5 hingga lebih dari 5 jam.
Sementara saat digunakan seharian di studio dengan koneksi Wi-Fi dan tanpa gaming, screen-on time dapat mencapai sekitar 7 jam.
Dukungan pengisian 60W juga membuat proses pengisian terasa lebih praktis. Dalam waktu 30 menit, baterai dapat terisi sekitar 57 persen. Namun, kecepatan pengisian akan menurun ketika kapasitas baterai sudah melewati 60 persen sehingga pengisian hingga 100 persen membutuhkan sekitar 55 menit.
Untuk mendapatkan kecepatan maksimal, pengguna juga perlu menggunakan charger yang mendukung PD dengan daya yang sesuai agar fitur Super Fast Charging 3.0 dapat bekerja.
One UI 8.5 Jadi Alasan Bertahan
Salah satu alasan utama pengguna tetap nyaman memakai Galaxy S26 Ultra adalah One UI 8.5. Meski animasinya dinilai belum semulus beberapa antarmuka pesaing, performanya dianggap sudah semakin baik.
Fitur-fitur AI juga dinilai masih sangat berguna, meskipun pembaruan AI pada generasi ini tidak terlalu banyak. Sementara itu, fitur Now Brief dianggap masih terasa monoton karena sudah hadir dalam beberapa generasi.
Samsung juga disebut telah memberikan empat kali pembaruan software dalam dua bulan sejak perangkat digunakan. Hal tersebut menjadi salah satu aspek yang membuat pengalaman penggunaan tetap terasa terjaga.
Samsung Galaxy S26 Ultra Cocok untuk Siapa?
Setelah dua bulan menjadi daily driver, Galaxy S26 Ultra dinilai cocok untuk content creator yang sering merekam video, pengguna kasual yang menginginkan banyak fitur, serta gamer yang membutuhkan performa tinggi.
Namun, bagi pengguna yang memprioritaskan fotografi dengan kualitas sangat tinggi, khususnya kamera telefoto di kondisi minim cahaya, serta menginginkan daya tahan baterai yang sangat panjang, masih ada sejumlah catatan yang perlu dipertimbangkan.
Pada akhirnya, Galaxy S26 Ultra dinilai sebagai flagship yang menawarkan pengalaman lengkap dan relatif aman untuk berbagai kebutuhan. Meski begitu, ekspektasi terhadap kamera dan baterai juga semakin tinggi mengingat perangkat berada di kelas harga premium.
Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest