BLITAR KAWENTAR - Banyak orang baru memakai smartphone selama dua minggu lalu langsung menyebutnya sebagai HP terbaik tahun ini. Namun, pengalaman berbeda datang dari penggunaan jangka panjang. Xiaomi 17 Ultra telah dipakai lebih dari dua bulan untuk melihat apakah daya tariknya masih bertahan setelah fase honeymoon berakhir.
Penggunaan tersebut dimulai sejak Februari. Pada pertengahan Maret, pengguna kemudian beralih ke Leica Lights Phone sebagai daily driver. Karena perangkat edisi terbatas tersebut sudah tidak tersedia secara resmi di Indonesia, pengalaman menggunakan keduanya memberikan perspektif berbeda, terutama dari sisi kamera.
Long-term review ini tidak lagi berfokus pada spesifikasi dasar. Pembahasan lebih diarahkan pada hal-hal yang baru terasa setelah Xiaomi 17 Ultra digunakan setiap hari.
Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Ultra: Baterai Awet, Kamera Malam Mantap, tapi Cepat Panas
Desain Nyaman, tetapi Bodi Terasa Berat
Setelah lebih dari dua bulan, desain Xiaomi 17 Ultra dinilai masih nyaman digunakan. Salah satu catatan utamanya adalah distribusi bobot yang cenderung top heavy karena modul kamera berukuran besar.
Meski begitu, modul kamera tersebut justru bisa menjadi tumpuan jari sehingga membantu ketika HP digunakan dalam waktu lama.
Penggunaan layar flat juga semakin diapresiasi setelah pemakaian panjang. Layar tersebut dianggap lebih nyaman untuk menikmati konten dibandingkan desain quad curve pada generasi sebelumnya.
Bezel yang tipis dan tombol volume berbentuk bulat juga menjadi bagian yang disukai. Setelah dua bulan, tidak ditemukan goresan atau tanda pemakaian yang mengganggu meski perangkat cukup sering keluar-masuk case.
Layar Akurat untuk Editing Konten
Salah satu hal yang semakin terasa setelah digunakan lama adalah akurasi warna layar pada mode Original Pro. Bagi pengguna yang sering mengedit foto langsung dari smartphone, tampilan tersebut dianggap membantu karena hasilnya dapat terlihat konsisten dengan layar MacBook.
Mode Vivid tetap tersedia untuk pengguna yang menginginkan tampilan lebih mencolok. Namun, karakter warnanya masih dianggap cukup dekat dengan warna asli sehingga tidak sekadar membuat layar terlihat terlalu gonjreng.
Hal ini menjadi penting bagi kreator yang sering mengambil dan mengedit konten ketika sedang bepergian.
Baca Juga: Klasemen Medali Asian Games 2026: Indonesia Koleksi 20 Medali
Kamera Leica Masih Jadi Daya Tarik Utama
Setelah pemakaian lebih dari dua bulan, kamera menjadi bagian yang paling membuat Xiaomi 17 Ultra tetap menarik.
Sensor utama 50 MP berukuran 1 inci dinilai mampu menghasilkan dynamic range yang sangat baik. Bahkan ketika mengambil objek dengan pergerakan cepat, teknologi HDR berbasis hardware pada sensor membantu mempertahankan detail highlight dan shadow tanpa terlalu bergantung pada penggabungan beberapa exposure.
Kamera telefoto 200 MP dengan continuous optical zoom 75 mm hingga 100 mm juga menjadi salah satu fitur yang paling sering digunakan. Karena perpindahan focal length dilakukan secara optik, kualitas gambar tetap konsisten sepanjang rentang tersebut.
Hasil bokeh dari telefoto juga terasa lebih natural karena berasal dari karakter optik, bukan sekadar blur software.
Namun, kemampuan telemakro menjadi salah satu catatan. Jarak minimum fokusnya lebih jauh dibandingkan generasi sebelumnya sehingga untuk memotret objek dekat, kamera utama dengan zoom 2x justru sering menjadi pilihan.
Beberapa Kekurangan Kamera Masih Terasa
Untuk perekaman video, kamera utama Xiaomi 17 Ultra tetap menjadi andalan. Kualitas gambar, stabilisasi, serta perpindahan kamera ketika merekam 4K 60 fps dinilai sudah baik.
Namun, kamera ultrawide masih menunjukkan perbedaan kualitas yang cukup terasa ketika digunakan pada malam hari, terutama pada 60 fps.
Selain itu, kemampuan merekam 4K 120 fps belum dibarengi fitur slow motion langsung yang lengkap di galeri maupun aplikasi kamera. Pengguna harus membawa footage tersebut ke aplikasi editing lain untuk mengubahnya menjadi slow motion.
Masalah autofocus dan stabilisasi pada kamera telefoto yang sebelumnya ditemukan juga disebut telah membaik setelah mendapatkan pembaruan software.
Baterai 6.000 mAh Belum Terasa Istimewa
Meski membawa baterai 6.000 mAh, daya tahan Xiaomi 17 Ultra dinilai belum terlalu menonjol.
Penggunaan sehari-hari menghasilkan screen-on time sekitar tujuh jam. Angka tersebut dianggap cukup, tetapi belum terasa luar biasa jika dibandingkan dengan sejumlah flagship lain yang sudah menggunakan teknologi baterai silicon-carbon.
Saat digunakan untuk aktivitas berat seperti mengambil banyak foto dan video di luar ruangan, pengguna bahkan mulai mencari charger pada sore hari.
Untungnya, kemampuan pengisian daya masih menjadi nilai positif. Pengisian 90 watt mampu membawa baterai dari kosong hingga penuh sekitar 45 menit, sementara wireless charging 50 watt juga tersedia.
HyperOS 3 Cukup Stabil, Update Masih Jadi Catatan
Setelah dua bulan, HyperOS 3 dinilai cukup responsif untuk penggunaan harian. Bug yang mengganggu juga tidak banyak ditemukan dan iklan tidak menjadi masalah pada perangkat ini.
Fitur AI, produktivitas, hingga kreativitas juga dinilai sudah cukup lengkap. Namun, ada satu keluhan yang kembali muncul, yakni efisiensi baterai dan jadwal pembaruan keamanan.
Dalam penggunaan yang dibahas, perangkat masih menggunakan security patch Februari ketika sudah memasuki pertengahan April.
Xiaomi 17 Ultra atau Leica Lights Phone?
Perbedaan paling terasa antara Xiaomi 17 Ultra dan Leica Lights Phone berada pada pengalaman fotografi. Lights Phone memiliki kamera ring mekanis serta sejumlah Leica Looks eksklusif yang memberikan karakter foto berbeda.
Fitur seperti Leica Essential Mode, simulasi karakter kamera Leica, hingga berbagai Leica Looks dianggap bukan sekadar gimmick karena benar-benar mendorong pengguna untuk lebih sering memotret.
Namun, perangkat tersebut juga jauh lebih mahal dan sangat terbatas. Sementara itu, Xiaomi 17 Ultra biasa sudah menawarkan hardware kamera utama yang sama dan sebagian besar pengalaman fotografi yang dibutuhkan pengguna.
Setelah lebih dari dua bulan, kesimpulannya kembali pada kebutuhan. Xiaomi 17 Ultra masih menjadi perangkat yang sangat menarik bagi pengguna yang mengutamakan pengalaman fotografi, karakter warna Leica, dan kemampuan kamera yang lengkap.
Meski demikian, baterai dan konsistensi software update masih menjadi dua catatan yang perlu diperhatikan. Untuk Lights Phone, daya tarik utamanya berada pada desain premium dan pengalaman fotografi Leica yang lebih eksklusif, bukan peningkatan hardware besar dibandingkan Xiaomi 17 Ultra.
Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest