Vivo X300 Pro Dipakai 7 Bulan, Kamera Flagship Ini Punya 4 Kekurangan

Gita Dwi Nuraini • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 19:10 WIB
Vivo X300 Pro dipakai 7 bulan sebagai daily driver. Kameranya versatile, tetapi masih punya sejumlah kekurangan.(Gemini AI)
Vivo X300 Pro dipakai 7 bulan sebagai daily driver. Kameranya versatile, tetapi masih punya sejumlah kekurangan.(Gemini AI)

 

BLITAR KAWENTAR - Vivo X300 Pro menjadi salah satu smartphone yang menarik perhatian berkat kemampuan kameranya. Setelah digunakan sebagai daily driver selama sekitar tujuh bulan, pengalaman penggunaan jangka panjang menunjukkan bahwa ponsel ini bukan hanya punya banyak kelebihan, tetapi juga sejumlah kekurangan yang perlu diketahui.

Reviewer Pixel Focus mengungkapkan, ribuan foto telah dihasilkan menggunakan Vivo X300 Pro selama pemakaian sehari-hari. Dari pengalaman tersebut, ia menemukan beberapa catatan, terutama pada kamera telefoto, perekaman video, stabilisasi, hingga optimalisasi Instagram.

Baca Juga: iPhone 17 Pro Max Dipakai Hampir Setahun, Ini Performa dan Kondisi Baterainya

Kamera Telefoto Masih Bisa Terlalu Halus

Salah satu kekurangan Vivo X300 Pro yang paling terasa adalah kamera telefotonya. Ketika digunakan untuk melakukan zoom cukup jauh atau dalam kondisi cahaya yang mulai berkurang, hasil gambar terkadang terlihat terlalu halus.

Menurut reviewer, kondisi tersebut tidak hanya muncul ketika malam hari. Pencahayaan indoor yang sebenarnya masih cukup terang juga dapat membuat hasil kamera terlihat lebih lembut.

Hal tersebut disebut berkaitan dengan noise reduction yang cukup agresif. Akibatnya, tekstur wajah atau detail objek tertentu bisa terlihat berkurang.

Namun, Vivo menyediakan pengaturan pencahayaan yang memungkinkan pengguna mendapatkan hasil dengan tekstur lebih natural. Mode tersebut dapat membuat noise reduction dan pemrosesan AI terasa lebih minim sehingga detail objek lebih terlihat.

Kekurangannya, hasil foto dapat menjadi sedikit kurang tajam ketika digunakan pada pembesaran sekitar 7x hingga 10x.

Baca Juga: iPhone 17 Pro Dibanding iPhone 16 Pro, Upgrade Besarnya Terasa di Mana?

Rekaman Video Belum Selalu Konsisten

Catatan berikutnya datang dari kemampuan video. Secara keseluruhan, kamera Vivo X300 Pro dinilai mampu menghasilkan rekaman dengan kualitas tinggi.

Namun, dalam berbagai kondisi, hasil video terkadang terasa kurang konsisten. Misalnya, ada rekaman yang terlihat terlalu terang, terlalu kontras, atau memiliki tingkat saturasi yang sedikit berbeda.

Meski begitu, detail latar belakang tetap dinilai bagus. Kamera telefotonya juga sering digunakan untuk mengambil gambar produk karena mampu menghasilkan detail dan background blur yang menarik.

Stabilisasinya juga dinilai cukup baik, meski belum menjadi yang paling unggul. Ketika kamera digerakkan atau melakukan panning dari kiri ke kanan, gerakannya terkadang masih terlihat sedikit bergoyang.

Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Ultra Resmi Di-unboxing, Bawa Warna Eksklusif dan Privacy Display

Instagram Story Jadi Catatan Lain

Kekurangan berikutnya berkaitan dengan optimalisasi sistem terhadap Instagram. Saat merekam Instagram Story secara langsung menggunakan aplikasi, kualitas suara dinilai belum maksimal.

Stabilisasi ketika menggunakan kamera Instagram juga tidak sebaik kamera bawaan. Kualitas zoom pun dinilai kurang optimal dan terkadang terasa seperti memperbesar tangkapan layar.

Meski demikian, reviewer menyebut hasil lengkapnya dapat dilihat melalui akun Instagram Pixel Focus karena hasil yang ditampilkan langsung di platform tersebut tidak mengalami proses render ulang seperti di YouTube.

Kamera Vivo X300 Pro Tetap Versatile

Di balik beberapa kekurangan tersebut, Vivo X300 Pro tetap memiliki sistem kamera yang dianggap sangat fleksibel. Tiga kamera belakangnya mampu memberikan hasil yang cukup konsisten, terutama dari sisi warna dan tone.

Kamera utama dan telefoto menjadi bagian yang paling menonjol. Exposure dinilai stabil, HDR jarang mengalami masalah, sementara detail objek masih dapat dipertahankan dengan baik.

Warna pada Vivo X300 Pro juga disebut mengalami perubahan dibanding generasi sebelumnya. Hasilnya kini lebih kalem dan netral. Warna hijau serta biru tidak terlalu mencolok, sementara area terang dan gelap terasa lebih seimbang.

Pengguna juga diberikan banyak opsi untuk menyesuaikan hasil foto. Pada mode otomatis, brightness, saturasi, kontras, dan ketajaman dapat diatur sesuai preferensi.

Selain itu, tersedia mode street photography dengan karakter gambar yang lebih khas, serta opsi manual focus yang dapat digunakan bahkan dalam mode foto otomatis.

Kamera Video dan Telefoto Jadi Andalan

Kemampuan video menjadi salah satu daya tarik utama Vivo X300 Pro. Kamera utamanya mampu menghasilkan background blur yang rapi, sementara kamera depan sudah dilengkapi autofocus.

Portrait video juga menjadi fitur yang mendapat perhatian. Output-nya dapat mencapai 4K60 melalui pemrosesan software, dengan separasi subjek dan latar belakang yang dinilai sangat baik.

Vivo X300 Pro juga mendukung perekaman 4K 120fps.

Sementara itu, pengguna yang membutuhkan kemampuan zoom lebih jauh dapat memanfaatkan telefoto extender kit. Aksesori tersebut memungkinkan pembesaran optik hingga sekitar 200 mm atau 8,7x.

Dengan extender kit, kemampuan zoom dapat diperluas hingga pembesaran ekstrem. Namun, pada pembesaran sangat tinggi, detail mulai mengalami penurunan dan objek yang bergerak lebih mudah menghasilkan motion blur.

Kamera Depan dan Low Light Makin Matang

Kamera depan Vivo X300 Pro juga mengalami peningkatan dibanding generasi sebelumnya. Sensor yang lebih besar dan autofocus membuat kualitas foto selfie meningkat.

Portrait mode menawarkan separasi subjek yang rapi, meski masih terdapat beberapa kesalahan kecil pada helai rambut tipis atau bagian background tertentu.

Untuk pemotretan malam, Vivo X300 Pro juga menunjukkan performa yang kuat. Detail masih dapat dipertahankan pada kondisi minim cahaya, bahkan ketika digunakan melakukan zoom hingga 10x atau 20x.

Namun, noise reduction agresif kembali dapat membuat beberapa objek terlihat sedikit seperti efek "cat air".

Setelah digunakan berbulan-bulan, reviewer menilai Vivo X300 Pro tetap menjadi perangkat kamera yang sangat fleksibel. Bukan berarti tanpa kekurangan, tetapi kombinasi kamera utama, telefoto, video, low light, portrait, serta opsi pengaturan manual membuatnya tetap relevan untuk berbagai kebutuhan fotografi dan konten.

 

Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest
kamera Vivo X300 Pro Kamera HP Flagship Vivo X300 Pro Review HP Vivo terbaru Vivo X300 Pro