Vivo X300 Jadi Flagship Compact, Spek Pro Masuk Bodi Mungil

Gita Dwi Nuraini • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 19:05 WIB
Vivo X300 hadir sebagai flagship compact dengan layar 6,31 inci, Dimensity 9500, baterai 6.040 mAh, dan kamera 200 MP.(Gemini AI)
Vivo X300 hadir sebagai flagship compact dengan layar 6,31 inci, Dimensity 9500, baterai 6.040 mAh, dan kamera 200 MP.(Gemini AI)

 

BLITAR KAWENTAR - Vivo X300 hadir sebagai flagship compact pertama Vivo Indonesia yang membawa spesifikasi kelas atas dalam bodi berukuran lebih kecil. Vivo X300 mengusung layar 6,31 inci, tetapi tetap dibekali chipset flagship, kamera 200 MP, serta baterai berkapasitas 6.040 mAh.

Berbeda dari pola smartphone flagship pada umumnya, Vivo justru mempertahankan spesifikasi tinggi dan memangkas ukuran bodi. Strategi ini membuat Vivo X300 memiliki karakter yang berbeda dibandingkan seri X reguler sebelumnya.

Baca Juga: iPhone 17 Pro Dibanding iPhone 16 Pro, Upgrade Besarnya Terasa di Mana?

Bodi Ringkas dengan Material Premium

Vivo X300 memiliki ukuran yang disebut kurang lebih menyerupai iPhone Pro non-Max. Bobotnya sekitar 190 gram sehingga terasa lebih nyaman ketika digenggam.

Bagian belakang menggunakan kaca matte dengan tekstur halus, sedangkan frame memakai material aluminium. Smartphone ini juga telah memiliki sertifikasi IP68 dan IP69 untuk perlindungan terhadap air dan debu.

Fitur lain yang tersedia antara lain stereo speaker, infrared blaster, eSIM, wireless charging, serta port USB Type-C 3.2.

Penggunaan USB 3.2 menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dalam ulasan tersebut. Teknologi ini menawarkan kecepatan transfer data yang jauh lebih tinggi dibandingkan USB 2.0 dan mendukung fitur display out.

Meski begitu, speaker menjadi salah satu bagian yang masih dikritik karena karakter treble dinilai cukup dominan sehingga terdengar agak tajam.

Baca Juga: iPhone 17 Pro Max Dipakai Hampir Setahun, Ini Performa dan Kondisi Baterainya

Layar LTPO 1,5K hingga 120 Hz

Meskipun berukuran compact, Vivo X300 tidak memangkas spesifikasi layarnya. Smartphone ini menggunakan panel LTPO dengan resolusi 1,5K dan refresh rate hingga 120 Hz.

Teknologi LTPO memungkinkan refresh rate turun hingga 1 Hz ketika tampilan sedang statis untuk menghemat daya, kemudian meningkat hingga 120 Hz ketika pengguna melakukan aktivitas yang membutuhkan pergerakan layar lebih mulus.

Tingkat kecerahan layarnya juga disebut tetap nyaman digunakan di luar ruangan. Sementara itu, Vivo X300 sudah menggunakan OriginOS yang menawarkan tampilan antarmuka lebih modern, animasi lebih hidup, serta pilihan kustomisasi yang lebih beragam.

Dimensity 9500 dan Baterai 6.040 mAh

Untuk sektor performa, Vivo X300 menggunakan MediaTek Dimensity 9500, chipset yang sama seperti varian Pro. Pilihan memorinya mencakup konfigurasi RAM hingga 16 GB dengan penyimpanan internal hingga 512 GB.

Namun, perbedaan mulai terlihat ketika smartphone digunakan untuk bermain game berat dalam waktu lama. Setelah bermain Genshin Impact lebih dari 30 menit, frame rate dapat turun ke kisaran 50 FPS. Suhu bagian depan disebut bisa mencapai sekitar 48 derajat Celsius, sementara bagian belakang sekitar 45 derajat Celsius.

Kondisi tersebut berkaitan dengan ukuran bodi yang lebih kecil sehingga ruang untuk sistem pendinginan juga terbatas.

Untuk penggunaan seperti Mobile Legends, suhu disebut masih berada di bawah 40 derajat Celsius.

Menariknya, ukuran compact tidak membuat kapasitas baterai ikut menjadi kecil. Vivo X300 membawa baterai 6.040 mAh dan mendukung pengisian cepat 90W FlashCharge.

Dalam pengujian, pengisian selama lima menit menghasilkan sekitar 13 persen, 30 menit mencapai 63 persen, dan baterai dapat terisi penuh dalam waktu kurang dari satu jam.

Kamera 200 MP Tetap Jadi Andalan

Vivo X300 tetap mempertahankan karakter kamera khas seri X. Kamera utamanya menggunakan sensor 200 MP, ditemani kamera telefoto periskop 50 MP dengan optical zoom 3x, ultrawide 50 MP, serta kamera depan 50 MP.

Hasil foto disebut mampu mempertahankan detail dan warna yang baik dalam berbagai kondisi. Pada malam hari, kamera masih dapat menghasilkan foto dengan warna cerah, detail tajam, dan noise yang relatif minim.

Kamera ultrawide juga dinilai mampu menjaga konsistensi warna dengan kamera utama. Sementara kamera telefoto dapat membantu menangkap objek yang berada cukup jauh dengan detail yang tetap terjaga.

Untuk video, Vivo X300 juga mendukung perekaman hingga 4K 60 fps. Hasil rekaman disebut tetap stabil dan mampu mempertahankan dynamic range meski digunakan di kondisi luar ruangan yang sangat terang.

Flagship Compact untuk Pengguna yang Suka Bodi Kecil

Vivo X300 menunjukkan bahwa bodi compact tidak selalu harus identik dengan spesifikasi yang dikurangi. Smartphone ini tetap membawa chipset flagship, kamera beresolusi tinggi, layar LTPO, baterai besar, serta pengisian cepat.

Namun, ukuran layar 6,31 inci sekaligus menjadi faktor utama yang perlu dipertimbangkan. Bagi pengguna yang mengutamakan kenyamanan genggaman, format compact menjadi daya tarik tersendiri. Sebaliknya, pengguna yang lebih menyukai layar besar mungkin akan lebih mempertimbangkan flagship berukuran jumbo.

Soal harga, Vivo X300 disebut berada di kelas flagship dengan banderol yang bergantung pada varian. Pada akhirnya, selain spesifikasi, harga dan preferensi terhadap ukuran bodi menjadi pertimbangan penting sebelum membeli Vivo X300.

 

Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest
Smartphone Vivo Vivo X300 Vivo X300 Indonesia HP flagship compact HP 200 MP