Setahun Pakai Google Pixel 10 Pro, Reviewer Soroti Makna ‘Pro’ yang Makin Kabur

Gita Dwi Nuraini • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 19:35 WIB
Google Pixel 10 Pro dipakai hampir setahun dan masih memuaskan, tetapi reviewer menilai batas antara Pixel Pro dan non-Pro semakin kabur.(Gemini AI)
Google Pixel 10 Pro dipakai hampir setahun dan masih memuaskan, tetapi reviewer menilai batas antara Pixel Pro dan non-Pro semakin kabur.(Gemini AI)

 

BLITAR KAWENTAR - Google Pixel 10 Pro telah digunakan hampir satu tahun oleh seorang reviewer yang membelinya dengan uang sendiri. Setelah lebih dari satu tahun, pengalaman penggunaan secara keseluruhan masih dinilai positif, tetapi ada satu hal yang mulai berubah: makna Google Pixel 10 Pro sebagai perangkat kelas Pro.

Reviewer mengaku masih menyukai ponsel tersebut dan merasa puas dengan uang yang dikeluarkan. Namun, perkembangan smartphone dalam beberapa tahun terakhir membuat posisi Google Pixel 10 Pro mulai menghadapi pertanyaan baru.

Menurutnya, istilah “Pro” kini tidak lagi memiliki arti yang sama seperti beberapa tahun lalu.

Baca Juga: iPhone 17 Pro Dipakai Setahun, Masih Worth Dibeli atau Tunggu iPhone 18 Pro?

Perbedaan Pixel Pro dan Reguler Makin Tipis

Reviewer kemudian mengingat kembali Google Pixel 6 Pro. Saat itu, perbedaan antara Pixel 6 dan Pixel 6 Pro terlihat cukup jelas.

Pixel 6 Pro memiliki kamera telefoto tambahan, layar lebih besar dengan refresh rate lebih tinggi, resolusi lebih tinggi, baterai lebih besar, RAM lebih banyak, serta kamera selfie yang lebih baik.

Perbedaan tersebut membuat konsumen dapat memahami alasan memilih model Pro dibandingkan versi reguler.

Situasinya berbeda pada Pixel 10. Kini Pixel 10 dan Pixel 10 Pro memiliki ukuran yang serupa serta tampilan yang hampir sama. Bahkan, Pixel 10 reguler untuk pertama kalinya mendapatkan tiga kamera belakang yang terdiri dari kamera utama, ultrawide, dan telefoto.

Memang, kualitas kamera Pixel 10 masih berada di bawah versi Pro. Namun, menurut reviewer, sebagian besar konsumen mungkin tidak terlalu memperhatikan perbedaan teknis tersebut.

Pixel 10 juga menggunakan chipset yang sama, memiliki kecepatan charging yang sama, mendukung Pixel Snap, bahkan mempunyai kapasitas baterai lebih besar daripada Pixel 10 Pro.

Baca Juga: iPhone 17 Pro Dibanding iPhone 16 Pro, Upgrade Besarnya Terasa di Mana?

Pixel 10 Justru Makin Menarik

Perkembangan tersebut sebenarnya memiliki sisi positif. Pixel 10 dibanderol mulai US$799 dan membawa sejumlah fitur yang beberapa tahun lalu hanya tersedia pada smartphone Pro.

Dengan harga tersebut, Pixel 10 menjadi pesaing bagi smartphone seperti iPhone 17 dan Galaxy S26 yang berada di kelas harga serupa.

Masalahnya muncul dari sisi Pixel 10 Pro. Jika model reguler sudah mendapatkan semakin banyak fitur kelas Pro, peningkatan yang ditawarkan model Pro menjadi terasa tidak sebesar sebelumnya.

Menurut reviewer, perkembangan empat tahun terakhir justru membuat jarak antara model reguler dan Pro semakin sempit.

Persaingan Hardware Makin Ketat

Tantangan lain datang dari perkembangan smartphone flagship, khususnya sejumlah perangkat dari produsen China.

Reviewer menyoroti Realme P4 Power yang membawa baterai silikon-karbon berkapasitas 10.000 mAh. Kapasitas tersebut jauh lebih besar dibandingkan baterai Pixel 10 Pro, meskipun perangkat Realme tersebut memiliki ukuran yang lebih besar.

Ada pula OPPO Find X9 Ultra yang disebut menawarkan kemampuan kamera sangat agresif. Perangkat tersebut membuat persaingan fotografi smartphone semakin ketat, termasuk terhadap Pixel yang selama ini dikenal kuat di sektor kamera.

Di sektor video, Pixel 10 Pro juga menghadapi persaingan dari iPhone 17 Pro dan Galaxy S26 Ultra. Reviewer bahkan menyebut Vivo X300 Ultra sebagai salah satu perangkat yang menawarkan kemampuan video sangat tinggi.

Sementara itu, Pixel 10 Pro disebut belum memiliki kemampuan merekam video dalam format LOG.

Software Masih Jadi Kekuatan Pixel

Meski demikian, Pixel masih memiliki satu keunggulan yang sangat penting, yaitu software.

Reviewer mengatakan pengalaman software Pixel masih menjadi alasan utama banyak pengguna memilih perangkat Google. Integrasi Android, pembaruan sistem, serta berbagai fitur eksklusif membuat pengalaman penggunaan Pixel memiliki karakter tersendiri.

Namun, menurutnya, software saja tidak cukup untuk mempertahankan posisi sebuah smartphone dengan label Pro dalam jangka panjang.

Perangkat Pro juga perlu menawarkan hardware yang mampu mengikuti perkembangan kompetitor.

Masa Depan Pixel 10 Pro Jadi Pertanyaan

Reviewer menegaskan bahwa Pixel 10 Pro bukan smartphone buruk. Sebaliknya, setelah hampir satu tahun digunakan, ia masih merasa puas dengan perangkat tersebut.

Kekhawatiran justru muncul karena Google menjanjikan dukungan software selama tujuh tahun. Pertanyaannya, apakah hardware Pixel 10 Pro masih akan terasa seperti perangkat Pro ketika mendekati akhir masa dukungannya?

Sebagai perbandingan, Pixel 6 Pro yang sudah berusia beberapa tahun masih mendapatkan pembaruan hingga Android 17 dan menurut reviewer masih cukup kompetitif untuk digunakan.

Google sendiri akan menghadapi persaingan yang semakin ketat apabila produsen lain mulai menawarkan smartphone Android berukuran lebih ringkas dengan spesifikasi kelas Ultra.

Pada akhirnya, reviewer masih menyukai Pixel 10 Pro dan bahkan berencana menggunakan generasi Pixel berikutnya. Namun, perkembangan pasar membuat standar sebuah perangkat Pro ikut berubah.

Jika Pixel 6 Pro dahulu mampu menawarkan kombinasi hardware dan software yang kompetitif, Pixel generasi terbaru dinilai perlu kembali menghadirkan peningkatan hardware yang lebih signifikan agar label “Pro” tetap memiliki arti di tengah persaingan flagship yang semakin ketat.

 

Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest
Google Pixel 10 Pro Pixel 10 Pro HP Google Pixel Pixel Pro smartphone flagship