BLITAR KAWENTAR - Daya tahan baterai menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum membeli smartphone flagship. Pengalaman penggunaan sehari-hari pun bisa memberikan gambaran berbeda dibandingkan sekadar melihat kapasitas baterai di atas kertas. Hal tersebut terlihat dalam pengujian Google Pixel 10 Pro yang digunakan sepanjang hari untuk berbagai aktivitas.
Dalam pengujian tersebut, Google Pixel 10 Pro digunakan mulai pagi hari, termasuk untuk bekerja, mengambil dan mengedit foto, mengelola media sosial, merekam video, hingga aktivitas sehari-hari lainnya.
Hasilnya, baterai Pixel 10 Pro memang terus berkurang cukup signifikan sepanjang hari. Namun, perangkat masih menyisakan 31 persen baterai pada sekitar pukul 17.15 setelah digunakan secara aktif.
Baca Juga: Nubia Red Magic 11 Pro vs iPhone 17 Pro, Adu Kencang Siapa yang Menang?
Mulai Pagi dengan Baterai 97 Persen
Pengujian dimulai sekitar pukul 05.20 pagi. Saat dilepas dari charger, baterai Pixel 10 Pro berada di angka 97 persen.
Sekitar pukul 07.45, baterai turun menjadi 94 persen. Pada tahap awal tersebut, ponsel sebenarnya belum banyak digunakan dan sebagian besar hanya diletakkan di tempat tidur.
Kemudian pada pukul 08.30, ketika mulai digunakan untuk bekerja, persentase baterai berada di angka 92 persen. Ponsel selanjutnya digunakan sepanjang aktivitas kerja selama beberapa jam.
Pada sekitar pukul 13.00, baterai Pixel 10 Pro sudah turun menjadi 72 persen. Pengguna juga memanfaatkan ponsel untuk mengambil banyak foto yang nantinya digunakan sebagai konten media sosial.
Baca Juga: iPhone 17 Pro Max Dipakai Hampir Setahun, Ini yang Mulai Bikin Pengguna Terganggu
Pixel 10 Pro Dipakai untuk Foto dan Media Sosial
Salah satu aktivitas yang cukup banyak dilakukan adalah fotografi. Pengguna mengaku hampir selalu menggunakan Pixel 10 Pro untuk mengambil foto yang kemudian digunakan di berbagai platform media sosial.
Pengecualian dilakukan ketika foto memang diambil menggunakan kamera digital. Setelah mengambil gambar, pengguna juga melakukan proses seleksi dan penyuntingan foto sebelum mengunggahnya.
Aktivitas media sosial dilakukan di sejumlah platform, mulai dari Instagram, TikTok, YouTube, Threads hingga Substack. Proses tersebut mencakup pengeditan, pemilihan foto, hingga mengunggah konten.
Menariknya, proses posting ke berbagai platform membutuhkan waktu cukup lama. Setelah seluruh aktivitas tersebut selesai, baterai Pixel 10 Pro berada di angka 57 persen sekitar pukul 14.00.
Selain media sosial, ponsel juga digunakan untuk merekam video pendek yang kemudian direncanakan untuk diunggah beberapa jam setelah proses perekaman selesai.
Sore Hari Baterai Tersisa 31 Persen
Menjelang sore, penggunaan Pixel 10 Pro kembali berlanjut. Sekitar pukul 16.48, baterai perangkat berada di angka 36 persen.
Ponsel kemudian digunakan untuk aktivitas ringan lainnya, termasuk membuka Google Keep untuk melihat daftar menu makanan yang akan dimasak pada hari tersebut.
Pada sekitar pukul 17.15, pengujian dihentikan dengan persentase baterai tersisa 31 persen.
Selama pengujian, Pixel 10 Pro tidak hanya digunakan untuk komunikasi. Smartphone tersebut juga dipakai untuk fotografi, mengedit konten, mengelola media sosial, merekam video, scrolling, serta berbagai aktivitas multitasking.
Masih Perlu Diisi Ulang Sebelum Tidur
Dengan baterai tersisa 31 persen pada sekitar pukul 17.15, pengguna memperkirakan kapasitas tersebut belum cukup untuk bertahan hingga waktu tidur sekitar pukul 22.00.
Karena itu, perangkat kemungkinan akan kembali diisi daya selama beberapa waktu pada malam hari. Pengguna juga memiliki kebiasaan mengisi daya pada malam hari dan mencabutnya setelah proses pengisian berhenti secara otomatis pada waktu yang disesuaikan dengan alarm pagi.
Pengujian ini menunjukkan bahwa daya tahan Google Pixel 10 Pro sangat bergantung pada pola penggunaan. Dalam satu hari dengan aktivitas cukup intensif, terutama fotografi dan media sosial, baterai berkurang secara bertahap hingga menyisakan sekitar sepertiga kapasitas menjelang malam.
Meski demikian, hasil tersebut merupakan pengalaman penggunaan satu orang dalam satu hari, sehingga tidak bisa dianggap sebagai patokan mutlak untuk semua pengguna. Aktivitas, jaringan, tingkat kecerahan layar, aplikasi yang digunakan, serta durasi screen-on dapat membuat hasil pemakaian berbeda.
Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest