BLITAR KAWENTAR - OnePlus 13 telah digunakan selama satu tahun oleh seorang reviewer sejak Maret 2025 hingga Maret 2026. Setelah pemakaian panjang tersebut, OnePlus 13 masih menunjukkan performa yang kuat, terutama dari sisi baterai, kecepatan, dan desain.
Reviewer bahkan menyebut OnePlus 13 sebagai salah satu smartphone terbaik yang pernah dirilis OnePlus. Namun, setelah setahun pemakaian, terdapat beberapa persoalan yang membuatnya mulai mempertimbangkan untuk berganti perangkat.
Salah satu masalah terbesar yang disoroti adalah layar melengkung yang dinilai menyulitkan penggunaan pelindung layar. Kondisi tersebut akhirnya membuat layar perangkat mengalami sejumlah goresan yang cukup mengganggu.
Baca Juga: Xiaomi 17 Ultra Dibanderol Rp23 Juta, Bawa Kamera Leica dan Telefoto Variabel
Baterai OnePlus 13 Masih 97 Persen
Salah satu bagian yang paling mengesankan setelah setahun digunakan adalah baterai. OnePlus 13 dibekali baterai berkapasitas 6.000 mAh dengan teknologi silicon-carbon.
Reviewer mengatakan daya tahan baterai perangkat tersebut masih sangat baik. Bahkan, ia menyebut OnePlus 13 sebagai smartphone dengan daya tahan baterai terbaik yang pernah dimilikinya.
Menariknya, kapasitas maksimum baterai setelah satu tahun masih mencapai 97 persen. Menurut pengalaman reviewer, teknologi baterai silicon-carbon yang digunakan OnePlus 13 mampu bertahan dengan baik selama pemakaian jangka panjang.
Pengisian daya juga menjadi salah satu keunggulannya. Di beberapa wilayah, perangkat mendukung pengisian hingga 100W, sementara versi yang digunakan di Amerika Serikat dibatasi hingga 80W.
Baca Juga: Nubia Red Magic 11 Pro vs iPhone 17 Pro, Adu Kencang Siapa yang Menang?
Kamera Bukan yang Terbaik di Kelasnya
Untuk kamera, OnePlus 13 menggunakan sistem kamera hasil kolaborasi dengan Hasselblad. Reviewer menilai kameranya bukan kamera yang buruk, tetapi kualitasnya belum menjadi yang terbaik untuk smartphone seharga sekitar 1.000 dolar AS.
Warna hasil foto terkadang dinilai kurang akurat dibandingkan kamera perangkat lain yang digunakan reviewer. Meski demikian, kecepatan shutter tergolong baik dan perangkat mampu mengambil foto dengan cepat.
OnePlus 13 juga memiliki sejumlah fitur kamera menarik, termasuk mode makro dan XPan. Fitur XPan menjadi salah satu keunggulan yang disukai reviewer karena memungkinkan pengguna mengambil foto dengan bidang pandang yang lebih lebar dan memberikan kesan sinematik.
Untuk penggunaan sehari-hari, kamera OnePlus 13 masih dianggap cukup. Namun, bagi pengguna yang menjadikan fotografi sebagai prioritas utama, reviewer menyebut ada pilihan lain yang menawarkan kemampuan kamera lebih kuat.
Layar Cantik tetapi Mudah Tergores
Layar menjadi alasan terbesar reviewer mempertimbangkan untuk meninggalkan OnePlus 13. Panelnya sebenarnya berkualitas tinggi dengan resolusi Quad HD dan dukungan 10-bit.
Namun, layar tersebut menggunakan desain melengkung. Bentuk ini memang membuat perangkat terasa nyaman ketika digenggam, tetapi menimbulkan masalah ketika pengguna ingin memasang screen protector.
Pelindung layar bawaan OnePlus 13 menggunakan material TPU atau plastik. Setelah beberapa waktu, pelindung tersebut mulai terkelupas di bagian tepi sehingga akhirnya dilepas.
Masalah muncul ketika reviewer mencoba menggunakan pelindung layar lain. Karena bagian tepi layar melengkung, pelindung kaca tidak dapat menutupi area tersebut dengan sempurna dan meninggalkan tonjolan yang terasa ketika jari digeser.
Tanpa perlindungan yang memadai, layar OnePlus 13 kemudian mengalami sejumlah goresan. Bahkan, reviewer menunjukkan adanya satu goresan cukup dalam yang terasa ketika disentuh dengan kuku.
Performa Masih Sangat Kencang
Di luar masalah tersebut, performa OnePlus 13 masih menjadi salah satu keunggulan utama. Snapdragon 8 Elite membuat perangkat mampu menjalankan berbagai aktivitas dengan lancar.
Kombinasi RAM besar, penyimpanan 512 GB, dan chipset kelas flagship membuat OnePlus 13 masih terasa seperti perangkat berperforma tinggi setelah satu tahun.
Reviewer juga menyebut perangkat tetap nyaman digunakan untuk bermain game maupun aktivitas berat lainnya. Kondisi fisiknya secara umum masih baik meski sudah beberapa kali terjatuh.
Bagian belakang berbahan faux leather juga ternyata mampu bertahan dengan baik. Tekstur dan warna perangkat masih terlihat seperti baru, tanpa tanda kerusakan berarti.
Masih Layak, tetapi Ada Pertimbangan
Selain layar, reviewer juga menyoroti beberapa masalah software. Notifikasi terkadang muncul kembali meski pesan sebelumnya sudah dibalas. Pembaruan keamanan juga dinilai belum secepat yang diharapkan.
Reviewer sempat mempertimbangkan mengganti layar dengan biaya sekitar 200 dolar AS. Namun, karena membutuhkan perangkat cadangan selama proses perbaikan, biaya keseluruhannya menjadi lebih besar.
Pada akhirnya, OnePlus 13 setelah satu tahun masih menunjukkan performa dan daya tahan baterai yang kuat. Baterai 97 persen, Snapdragon 8 Elite, penyimpanan besar, serta desain belakang yang tetap awet menjadi nilai positif.
Namun, layar melengkung yang sulit dilindungi dan mudah tergores menjadi persoalan utama yang membuat reviewer mulai mempertimbangkan untuk beralih ke smartphone lain.
Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest