Cerita Ferananda Wahyu Nurjanah, Duta Cinta Bangga Paham Rupiah asal Blitar

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB
Ferananda Wahyu Nurjanah terus mengembangkan potensi dalam dirinya.
Ferananda Wahyu Nurjanah terus mengembangkan potensi dalam dirinya.

BLITAR KAWENTAR - Berbicara dengan lugas di hadapan ratusan orang kerap menjadi momok menakutkan bagi banyak orang. Namun, bagi Ferananda Wahyu Nurjanah, keberanian memegang mikrofon justru menjadi jalan pembuka untuk memborong belasan mahkota ajang duta (pageant) hingga panggung prestasi akademik nasional.

Dara asal Desa Jeding, Kecamatan Sanankulon, yang akrab disapa Fera ini, menumpuk deretan trofi tersebut bukan dari hasil instan. Seluruh kemampuan olah vokalnya ia tempa secara otodidak sejak bangku sekolah.

Ferananda Wahyu Nurjanah membeberkan bahwa lompatan keberaniannya berbicara di depan umum bermula pada 2019 lalu, saat dirinya secara mendadak dipercaya memegang pimpinan kepengurusan siswa di sekolahnya.

Baca Juga: Begal Jalur Pedestrian! Intip Kesiapan Pintu Masuk Konser The Weeknd di Jakarta International Stadiu

"Waktu dipercaya jadi Ketua Majelis Permusyawaratan Kelas pada 2019, saya sadar betul seorang pemimpin wajib punya komunikasi yang bagus. Dari situ, saya mulai belajar public speaking secara otodidak. Tantangan terbesarnya ya melawan rasa malas dan perasaan tertinggal dari orang lain," ujar Fera saat berbagi kisah.

Fera merinci, konsistensi mengasah bakat kepemimpinan dan olah vokal tersebut berlanjut hingga bangku kuliah saat ia dipercaya menjabat Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) pada 2023.

Keaktifannya di organisasi kampus mendorongnya nekat menerjunkan diri ke panggung kompetisi duta dan ajang ilmiah. Puncak pengalaman paling berkesannya tercipta saat ia menyabet predikat Duta Cinta Bangga Paham Rupiah dalam Festival Rupiah Berdaulat Indonesia di Istora Senayan, Jakarta.

Baca Juga: Guncang Jakarta! Intip Ketatnya Alur Masuk dan Fasilitas Konser The Weeknd di JIS

"Saat itu saya mewakili regional Pulau Jawa dan bersaing dengan ratusan peserta dari seluruh Indonesia. Sungguh pengalaman luar biasa yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya," terangnya secara taktis.

Sederet trofi bergengsi berhasil ia boyong ke Blitar. Di bidang nonakademik, Fera mencatatkan nama sebagai Miss Hijab Jawa Timur 2022, Winner Duta Santri UINSATU 2022, Top 10 Duta Budaya & Pariwisata Religi Jatim 2023, Best Intelegensia Puteri Kartini Jatim 2024, hingga Winner Milenial Penggerak CBP Bank Indonesia.

Tak hanya mengandalkan paras dan keluwesan di panggung, keunggulan intelektualnya terbukti lewat capaian Asian Best Speaker Lomba Paper Nasional STAIS Pasuruan, Juara 1 LCC GenBI, serta penerima beasiswa Bank Indonesia.

Baca Juga: Begal Kepraktisan Matic: Mengintip Ketangguhan Spesifikasi Honda Blade 125 Berbalut Fitur Modern

Mendekati masa tuntas kuliah S-1, Fera berencana mendirikan ruang diskusi khusus bagi pemuda Blitar yang ingin membedah teknik public speaking.

"Kesuksesan adalah titik temu antara kesiapan dan kesempatan. Kesempatan bisa datang kapan saja, tapi kesiapan harus kita bangun dari sekarang. Public speaking adalah kunci untuk mewujudkan mimpi satu per satu," pungkasnya.(jar/c1/ady)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
duta Literasi Digital Ferananda Wahyu Nurjanah perempuan keuangan