BLITAR KAWENTAR - Alkohol termahal di dunia tidak selalu dibanderol tinggi karena kualitas rasa atau proses pembuatannya. Pada titik tertentu, harga sebuah botol justru ditentukan oleh usia, kelangkaan, sejarah, hingga kondisi luar biasa yang membuatnya tidak mungkin diproduksi kembali. Salah satu contohnya adalah sampanye Heidsieck 1907 yang ditemukan setelah puluhan tahun berada di dasar Laut Baltik.
Kisah tersebut bermula pada 1916 ketika kapal bernama Jönköping tenggelam setelah terkena torpedo di Laut Baltik. Kapal itu membawa ribuan botol sampanye yang ditujukan untuk Istana Kekaisaran Rusia. Botol-botol tersebut kemudian terendam dalam air laut yang dingin dan gelap selama puluhan tahun.
Pada akhir 1990-an, penyelam berhasil menemukan dan mengangkat sebagian botol dari bangkai kapal. Salah satu botol kemudian terjual dengan harga yang mengejutkan kolektor. Peristiwa tersebut menjadi contoh bahwa nilai sebuah minuman bisa berubah drastis ketika sejarah dan kelangkaan ikut melekat pada produk.
Baca Juga: Cara Cek Bansos Lewat HP, Gunakan NIK untuk Lihat Status Bantuan
Level Pertama, Harga Masih di Kisaran Ratusan Dolar
Pada tingkat awal, konsumen masih dapat menemukan minuman premium dengan harga sekitar USD150 hingga USD600. Salah satu contohnya adalah The Macallan 18 yang menjalani proses pematangan selama hampir dua dekade menggunakan tong kayu ek yang sebelumnya digunakan untuk sherry.
Selama proses tersebut, sebagian cairan menguap secara alami. Dalam industri penyulingan, bagian yang menguap ini dikenal sebagai angel's share. Proses penuaan tidak dapat dipercepat begitu saja karena membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Dom Pérignon juga memiliki pendekatan berbeda melalui produksi vintage. Jika hasil panen anggur tidak memenuhi standar yang ditetapkan, produk vintage tidak dibuat pada tahun tersebut. Artinya, setiap botol vintage berkaitan dengan kondisi panen pada tahun tertentu.
Baca Juga: Cara Cek Saldo Kartu PKH di ATM Mandiri, Ikuti Langkah Berikut
Kelangkaan Mulai Menentukan Harga
Memasuki level kedua dengan kisaran USD1.500 hingga USD5.000, kelangkaan mulai menjadi bagian penting dari nilai produk.
Louis XIII merupakan salah satu contoh. Minuman ini menggunakan campuran eau-de-vie dengan sebagian komponennya telah berusia sangat lama. Proses tersebut tidak dapat dipercepat hanya dengan meningkatkan biaya produksi.
Ada pula Louis XIII Rare Cask 42.6 yang berasal dari satu tong khusus. Jumlahnya hanya mencapai beberapa ratus botol untuk pasar dunia. Kondisi tersebut membuat jumlah produk yang tersedia tidak dapat dengan mudah ditambah ketika permintaan meningkat.
Botol Mulai Menjadi Bagian dari Kemewahan
Pada level ketiga, kisaran harga berada di sekitar USD3.000 hingga USD15.000. Di tahap ini, kemasan mulai memiliki nilai yang hampir sama pentingnya dengan minuman di dalamnya.
Krug Clos d'Ambonnay berasal dari satu kebun anggur berdinding yang sangat terbatas. Jika kondisi panen tidak memenuhi standar, produk tersebut tidak akan diproduksi.
Sementara itu, Patrón en Lalique Serie 3 menggabungkan tequila extra añejo dengan botol kristal Lalique yang dibuat secara khusus. Kolektor bukan hanya membeli minuman, tetapi juga sebuah benda koleksi.
Harga Jutaan Dolar karena Sejarah dan Kelangkaan
Pada level berikutnya, harga dapat mencapai puluhan ribu hingga ratusan ribu dolar. Port Ellen menjadi contoh bagaimana sejarah produksi memengaruhi nilai. Penyulingan tersebut sempat ditutup pada 1983. Meski kemudian dibuka kembali, produksi baru tidak dapat mengubah status stok lama yang berasal dari periode sebelum penutupan.
Romanée-Conti juga memiliki keterbatasan karena produksinya berasal dari lahan kebun anggur yang sangat kecil. Jumlah lahannya tidak dapat diperluas begitu saja untuk memenuhi permintaan pasar.
Pada level kelima, harga dapat mencapai sekitar USD200.000 hingga USD1,8 juta. Goût de Diamants menggunakan unsur logam mulia dan berlian pada botolnya. Sementara Armand de Brignac Midas hadir dalam ukuran 30 liter yang sangat besar dan membutuhkan beberapa orang untuk membawa serta menuangkannya.
Ketika Botol Menjadi Artefak Sejarah
Level paling ekstrem berada pada produk yang nilainya berasal dari kelangkaan luar biasa. The Macallan 1926, misalnya, berasal dari produksi yang sangat terbatas dan telah berusia hampir satu abad. Botol yang masih bertahan kini menjadi bagian dari koleksi pribadi dan pasar lelang.
Namun, salah satu contoh paling unik adalah Heidsieck 1907 yang ditemukan dari kapal Jönköping. Botol tersebut tidak dirancang sejak awal untuk menjadi barang langka. Perang, torpedo, kapal yang tenggelam, serta puluhan tahun berada di dasar laut menciptakan kondisi yang tidak dapat diulang.
Inilah yang membuat alkohol termahal di dunia tidak selalu ditentukan oleh rasa. Semakin tinggi levelnya, harga semakin berkaitan dengan usia, jumlah produksi, desain, sejarah, dan keadaan yang tidak mungkin direplikasi.
Pada akhirnya, ketika sebuah botol dibuka, jumlah koleksi yang masih tersisa akan berkurang. Dalam dunia kolektor, kelangkaan seperti inilah yang membuat sebuah minuman bisa berubah dari sekadar produk konsumsi menjadi benda sejarah bernilai sangat tinggi.
Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest