BLITAR KAWENTAR - Minuman termahal di dunia tidak selalu memiliki harga tinggi hanya karena rasa atau kualitas bahan bakunya. Dalam industri minuman premium, usia, proses produksi, kelangkaan, reputasi merek, hingga kondisi lingkungan tempat bahan baku ditanam turut menentukan nilai sebuah produk.
Dua jenis minuman yang menarik perhatian dalam pasar premium adalah Champagne dari Prancis dan single malt whisky dari Skotlandia. Keduanya memiliki sejarah panjang serta proses produksi yang membuat harga beberapa produknya dapat mencapai ribuan hingga jutaan dolar.
Baca Juga: Cek Saldo PKH di ATM Mandiri, Ini Langkah Melihat Saldo Kartu
Champagne, Minuman Mewah dari Prancis
Perjalanan pertama mengarah ke wilayah Champagne, sekitar 150 kilometer di sebelah timur Paris, Prancis. Wilayah ini dikenal sebagai tempat produksi Champagne yang menggunakan nama tersebut secara resmi.
Champagne tidak sekadar menjadi sebutan umum untuk minuman berkarbonasi. Produk yang menggunakan nama Champagne harus berasal dari wilayah yang ditetapkan dan mengikuti aturan produksi tertentu. Sementara minuman serupa dari wilayah lain umumnya menggunakan istilah sparkling wine.
Wilayah Champagne memiliki kondisi geografis dan iklim yang menjadi bagian penting dalam proses produksinya. Suhu yang relatif dingin membantu menghasilkan tingkat keasaman yang sesuai untuk pembuatan Champagne.
Proses pemanenan anggur juga memiliki aturan ketat. Dalam materi disebutkan bahwa panen dilakukan secara manual karena penggunaan mesin dilarang. Hal tersebut berkaitan dengan kebutuhan untuk memilih buah anggur yang sesuai sekaligus menjaga kualitas bahan baku.
Tanah yang mengandung kapur dan kondisi wilayah berbukit juga menjadi bagian dari karakter terroir Champagne. Faktor-faktor tersebut kemudian berkontribusi terhadap karakter anggur yang dihasilkan.
Baca Juga: Cek Saldo Kartu PKH di ATM Mandiri, Ini Langkah yang Perlu Diikuti
Produksi Champagne Menggunakan Metode Tradisional
Champagne dibuat melalui proses fermentasi yang dilakukan dalam beberapa tahap. Setelah fermentasi pertama, fermentasi kedua berlangsung di dalam botol. Metode tersebut dikenal sebagai metode tradisional dan menjadi bagian penting dari karakter Champagne.
Sejarah Champagne sendiri telah berlangsung selama berabad-abad. Kebun anggur di wilayah tersebut telah berkembang sejak zaman Romawi. Pada masa berikutnya, Champagne semakin dikenal di lingkungan kerajaan dan kalangan bangsawan.
Perkembangan teknologi botol dan penggunaan kaca yang lebih kuat kemudian membantu mengatasi persoalan botol yang mudah pecah akibat tekanan karbon dioksida. Seiring waktu, Champagne berubah menjadi simbol kemewahan yang identik dengan perayaan dan kalangan kelas atas.
Namun, industri ini juga menghadapi tantangan perubahan iklim. Dalam materi disebutkan bahwa suhu di wilayah Champagne mengalami kenaikan sekitar 1,2 derajat Celsius dalam tiga dekade terakhir. Waktu panen juga disebut menjadi lebih awal dibandingkan sebelumnya.
Whisky Single Malt dan Faktor yang Membuat Harganya Mahal
Perjalanan berikutnya beralih ke Skotlandia, salah satu pusat produksi whisky single malt. Berbeda dengan Champagne yang menggunakan anggur, whisky dibuat dari bahan utama seperti barley.
Proses pembuatannya cukup panjang. Barley diolah dan dicampur dengan air panas hingga menghasilkan cairan manis yang kemudian difermentasi. Setelah itu, cairan menjalani proses distilasi menggunakan alat berbahan tembaga sebelum masuk ke dalam barrel untuk proses pematangan.
Usia menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan harga whisky. Semakin lama whisky disimpan dalam barrel, semakin banyak cairan yang menguap melalui proses alami yang dikenal sebagai angel's share.
Dalam materi disebutkan bahwa selama pematangan puluhan tahun, sekitar 30 hingga 40 persen alkohol dapat menguap. Artinya, whisky yang bertahan hingga usia sangat tua menjadi semakin terbatas jumlahnya.
Kelangkaan inilah yang kemudian dapat meningkatkan nilai sebuah botol.
Eksklusivitas dan Kolektor Turut Mendorong Harga
Selain usia, reputasi merek dan permintaan kolektor juga memiliki peran besar. Salah satu contoh yang disebut dalam materi adalah Macallan 1926 berusia 60 tahun yang pernah terjual sekitar 1,5 juta dolar AS dalam lelang.
Harga tersebut menunjukkan bahwa pasar whisky premium tidak hanya berkaitan dengan rasa. Sejarah, usia, kondisi botol, desain, reputasi produsen, serta jumlah produk yang tersedia dapat membuat sebuah botol berubah menjadi barang koleksi.
Whisky Jepang seperti Yamazaki juga disebut mendapat perhatian besar dari kolektor setelah memperoleh berbagai penghargaan internasional. Ketika persediaan produk terbatas sementara permintaan meningkat, harga dapat bergerak jauh dari harga produk biasa.
Pada akhirnya, baik Champagne maupun single malt whisky menunjukkan bahwa minuman termahal di dunia terbentuk dari kombinasi berbagai faktor. Bukan hanya isi botol yang dihargai, tetapi juga sejarah, proses produksi, kelangkaan, lingkungan, merek, dan nilai koleksi yang melekat pada produk tersebut.
Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest