BLITAR KAWENTAR - GWK Bali menjadi salah satu destinasi yang tak boleh dilewatkan saat menjelajahi kawasan Bali Selatan. Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana ini menawarkan kemegahan patung Garuda Wisnu, kawasan luas dengan sejumlah plaza, hingga layanan shuttle yang memudahkan wisatawan menuju area utama. Namun, luasnya kawasan membuat pengunjung perlu menyiapkan waktu dan fisik sebelum berkeliling.
GWK atau Garuda Wisnu Kencana bukan sekadar tempat untuk berburu foto. Kawasan ini memiliki nilai seni, budaya, dan kepercayaan yang kuat. Nama Garuda Wisnu Kencana sendiri merujuk pada Dewa Wisnu dan Garuda yang dalam mitologi Hindu memiliki makna simbolis.
Dewa Wisnu dikenal sebagai simbol perlindungan dan keseimbangan. Sementara Garuda merepresentasikan kekuatan, keberanian, pengabdian, serta kesetiaan. Makna tersebut kemudian diwujudkan melalui patung monumental yang menjadi ikon utama kawasan.
Menuju GWK dengan Shuttle
Perjalanan menuju area utama GWK menjadi pengalaman tersendiri. Setelah tiba di area parkir, wisatawan dapat memanfaatkan bus shuttle yang disediakan untuk menuju kawasan tiket.
Bus tersebut beroperasi secara berkala dari terminal shuttle. Pengunjung dapat menaiki bus dan turun di Plaza Bhagawan sebelum melanjutkan perjalanan menuju loket tiket.
Bagi wisatawan yang sudah membeli tiket secara daring, proses berikutnya adalah menuju pintu masuk untuk memindai tiket. Sementara pengunjung yang belum memiliki tiket masih dapat membelinya secara langsung di loket.
Setelah melewati pintu masuk, wisatawan harus menaiki sejumlah anak tangga. Dari area tersebut, pengunjung sudah bisa mendapatkan pemandangan kawasan GWK yang luas dan menjadi salah satu titik favorit untuk berfoto.
Menyaksikan Kemegahan Patung Wisnu
Perjalanan kemudian berlanjut menuju Vishnu Plaza. Area ini menjadi salah satu titik penting di kawasan GWK karena pengunjung dapat melihat bagian atas patung Dewa Wisnu yang monumental.
Patung tersebut menggambarkan Dewa Wisnu dengan atribut tradisional Bali, termasuk mahkota dan kalung kerajaan. Keberadaannya menjadi salah satu bagian sentral dari Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana.
Dari Vishnu Plaza, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan menuju Lotus Pond. Lapangan terbuka yang luas tersebut menghubungkan sejumlah area penting, termasuk Plaza Garuda.
Di Plaza Garuda terdapat patung Garuda yang memiliki tinggi sekitar 18 meter dan menampilkan bagian kepala serta tubuhnya. Garuda dalam mitologi Hindu dikenal sebagai simbol keberanian dan pengabdian.
Patung GWK Dibangun Selama 28 Tahun
Daya tarik utama kawasan tentu saja patung Garuda Wisnu Kencana. Pembangunan patung monumental tersebut membutuhkan waktu sekitar 28 tahun, setelah melalui proses perencanaan dan pengerjaan yang panjang.
Patung GWK kemudian diresmikan pada September 2018. Tingginya mencapai sekitar 122 meter, termasuk bagian alas yang memiliki tinggi 46 meter. Ukuran tersebut membuatnya menjadi salah satu landmark monumental yang dapat terlihat dari berbagai kawasan di Bali Selatan.
Bagi pengunjung yang ingin mendapatkan pengalaman lebih jauh, tersedia pilihan tiket tertentu yang memberikan akses ke bagian dalam patung dan museum.
Siapkan Waktu dan Alas Kaki Nyaman
Luas kawasan GWK membuat wisatawan perlu menyiapkan waktu yang cukup. Berjalan dari satu titik ke titik lain bisa menguras tenaga, terlebih jika datang ketika cuaca sedang panas.
Baca Juga: Taman Brantas Kediri Jadi Destinasi Favorit, Wisata Gratis dengan Pemandangan Sungai yang Menawan
Karena itu, alas kaki yang nyaman dan air minum menjadi perlengkapan penting. Wisatawan juga dapat memanfaatkan fasilitas transportasi atau kendaraan wisata yang tersedia apabila tidak ingin terlalu banyak berjalan.
Dengan perpaduan landmark megah, nilai budaya, area terbuka, dan berbagai titik foto, GWK Bali menawarkan pengalaman wisata yang tidak hanya mengandalkan kemegahan patung Garuda Wisnu Kencana. Bagi wisatawan yang berencana menjelajahi Bali Selatan, destinasi ini dapat menjadi salah satu tujuan untuk menikmati sisi budaya Pulau Dewata.
Editor : Difa'un NadhirohSumber : Diolah dari berbagai sumber