GWK Bali Kini Makin Megah, Ini Tips Beli Tiket dan Naik Shuttle agar Tak Salah Jalur

Difa'un Nadhiroh • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 09:15 WIB
GWK Bali makin megah. Simak tips tiket, shuttle, buggy car, food court hingga souvenir agar tak salah jalur saat berkunjung.(PINTEREST)
GWK Bali makin megah. Simak tips tiket, shuttle, buggy car, food court hingga souvenir agar tak salah jalur saat berkunjung.(PINTEREST)

BLITAR KAWENTAR - GWK Bali menjadi salah satu destinasi ikonik yang menawarkan kemegahan patung Garuda Wisnu Kencana sekaligus panorama tebing kapur dan nuansa budaya Pulau Dewata. Namun, wisatawan yang baru pertama kali berkunjung perlu memahami alur tiket dan transportasi di dalam kawasan agar tidak salah jalur dan terlalu banyak berjalan kaki.

Garuda Wisnu Kencana Cultural Park berada di kawasan Bali Selatan. Patung Dewa Wisnu yang menunggangi Garuda menjadi daya tarik utama. Patung disebut memiliki tinggi sekitar 121 meter dan dapat terlihat dari kejauhan.

Tak hanya menghadirkan patung monumental, kawasan ini juga memiliki area terbuka luas, tebing kapur, restoran, food court hingga toko souvenir. Perpaduan tersebut membuat GWK tidak hanya menjadi tempat berfoto, tetapi juga destinasi untuk menikmati suasana budaya Bali.

Beli Tiket Sebelum Menjelajah GWK

Pengunjung yang belum memiliki tiket akan diarahkan menggunakan shuttle menuju Plaza Bhagawan. Di lokasi tersebut tersedia loket tiket untuk masuk ke kawasan GWK.

Tiket disebut berada di kisaran Rp150 ribu per orang. Sementara bagi pengunjung yang ingin menghemat tenaga, tersedia kendaraan buggy car dengan tarif sekitar Rp40 ribu per orang.

Baca Juga: Taman Brantas Kediri Jadi Destinasi Wisata Gratis, Nikmati Panorama Sungai dan Jembatan Bersejarah

Pilihan kendaraan tersebut cukup membantu karena jarak dari area loket menuju patung utama cukup jauh. Jika berjalan kaki, perjalanan disebut dapat memakan waktu sekitar 25 menit.

Pengunjung yang belum membeli tiket harus melewati jalur berbeda sehingga perjalanan menuju area utama terasa lebih jauh.

Jangan Sampai Salah Jalur Shuttle

Salah satu catatan dari kunjungan tersebut adalah rute shuttle yang dinilai belum terlalu mudah dipahami bagi pengunjung yang baru pertama kali datang.

Shuttle tidak mengantar pengunjung sampai seluruh titik wisata. Setelah turun, wisatawan masih harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau menggunakan buggy car.

Karena itu, pengunjung disarankan memastikan jalur yang harus ditempuh sejak awal. Mengambil peta kawasan atau meminta informasi kepada petugas juga dapat membantu agar perjalanan lebih efisien.

Baca Juga: Selomangleng Kediri Tawarkan Wisata Sejarah dan Alam, Jadi Destinasi Favorit Liburan Keluarga

Luasnya kawasan membuat wisatawan membutuhkan stamina. Terlebih, beberapa area terbuka memiliki cuaca yang cukup panas. Membawa air minum menjadi hal penting selama menjelajahi GWK.

Ada Food Court hingga Souvenir

Tak perlu khawatir jika kehabisan energi selama berkeliling. GWK menyediakan area makanan dan minuman yang dapat dimanfaatkan wisatawan untuk beristirahat.

Kawasan ini juga memiliki toko souvenir dengan beragam pilihan cendera mata khas Bali. Mulai kerajinan tangan, kaus, hingga berbagai oleh-oleh tersedia untuk dibawa pulang.

Keberadaan fasilitas tersebut membuat wisatawan tidak hanya mendapatkan pengalaman menikmati landmark, tetapi juga bisa mencari buah tangan untuk keluarga atau teman.

Patung Ikonik yang Dibangun Puluhan Tahun

Patung Garuda Wisnu Kencana menjadi pusat perhatian di kawasan tersebut. Pembangunannya berlangsung selama sekitar 28 tahun hingga akhirnya menjadi salah satu landmark terkenal Bali.

Baca Juga: Gunung Kelud Kediri Jadi Destinasi Favorit, Ini Pesona Kawah, Jalur Baru, dan Spot Foto Instagramable

Patung tersebut menggambarkan Dewa Wisnu sebagai simbol pemelihara dan pelindung alam semesta dalam mitologi Hindu. Sosok Garuda yang menjadi tunggangan Wisnu juga memiliki makna penting dalam kisah budaya dan keagamaan Hindu.

Bagi pengunjung yang pernah datang bertahun-tahun lalu, perubahan kawasan GWK juga terasa cukup signifikan. 

Kini, pengalaman berwisata di GWK Bali tidak hanya menawarkan kesempatan melihat patung raksasa. Dengan persiapan tiket, memahami jalur shuttle, membawa minuman, dan menyiapkan tenaga, wisatawan dapat menjelajahi kawasan dengan lebih nyaman.

Editor : Difa'un Nadhiroh
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
Garuda Wisnu Kencana Bali Selatan tiket GWK shuttle GWK gwk bali