BLITAR KAWENTAR - GWK Bali menjadi salah satu destinasi ikonik yang menawarkan kemegahan patung Garuda Wisnu Kencana sekaligus panorama tebing kapur dan nuansa budaya Pulau Dewata. Namun, wisatawan yang baru pertama kali berkunjung perlu memahami alur tiket dan transportasi di dalam kawasan agar tidak salah jalur dan terlalu banyak berjalan kaki.
Garuda Wisnu Kencana Cultural Park berada di kawasan Bali Selatan. Patung Dewa Wisnu yang menunggangi Garuda menjadi daya tarik utama. Patung disebut memiliki tinggi sekitar 121 meter dan dapat terlihat dari kejauhan.
Tak hanya menghadirkan patung monumental, kawasan ini juga memiliki area terbuka luas, tebing kapur, restoran, food court hingga toko souvenir. Perpaduan tersebut membuat GWK tidak hanya menjadi tempat berfoto, tetapi juga destinasi untuk menikmati suasana budaya Bali.
Beli Tiket Sebelum Menjelajah GWK
Pengunjung yang belum memiliki tiket akan diarahkan menggunakan shuttle menuju Plaza Bhagawan. Di lokasi tersebut tersedia loket tiket untuk masuk ke kawasan GWK.
Tiket disebut berada di kisaran Rp150 ribu per orang. Sementara bagi pengunjung yang ingin menghemat tenaga, tersedia kendaraan buggy car dengan tarif sekitar Rp40 ribu per orang.
Baca Juga: Taman Brantas Kediri Jadi Destinasi Wisata Gratis, Nikmati Panorama Sungai dan Jembatan Bersejarah
Pilihan kendaraan tersebut cukup membantu karena jarak dari area loket menuju patung utama cukup jauh. Jika berjalan kaki, perjalanan disebut dapat memakan waktu sekitar 25 menit.
Pengunjung yang belum membeli tiket harus melewati jalur berbeda sehingga perjalanan menuju area utama terasa lebih jauh.
Jangan Sampai Salah Jalur Shuttle
Salah satu catatan dari kunjungan tersebut adalah rute shuttle yang dinilai belum terlalu mudah dipahami bagi pengunjung yang baru pertama kali datang.
Shuttle tidak mengantar pengunjung sampai seluruh titik wisata. Setelah turun, wisatawan masih harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau menggunakan buggy car.
Karena itu, pengunjung disarankan memastikan jalur yang harus ditempuh sejak awal. Mengambil peta kawasan atau meminta informasi kepada petugas juga dapat membantu agar perjalanan lebih efisien.
Baca Juga: Selomangleng Kediri Tawarkan Wisata Sejarah dan Alam, Jadi Destinasi Favorit Liburan Keluarga
Luasnya kawasan membuat wisatawan membutuhkan stamina. Terlebih, beberapa area terbuka memiliki cuaca yang cukup panas. Membawa air minum menjadi hal penting selama menjelajahi GWK.
Ada Food Court hingga Souvenir
Tak perlu khawatir jika kehabisan energi selama berkeliling. GWK menyediakan area makanan dan minuman yang dapat dimanfaatkan wisatawan untuk beristirahat.
Kawasan ini juga memiliki toko souvenir dengan beragam pilihan cendera mata khas Bali. Mulai kerajinan tangan, kaus, hingga berbagai oleh-oleh tersedia untuk dibawa pulang.
Keberadaan fasilitas tersebut membuat wisatawan tidak hanya mendapatkan pengalaman menikmati landmark, tetapi juga bisa mencari buah tangan untuk keluarga atau teman.
Patung Ikonik yang Dibangun Puluhan Tahun
Patung Garuda Wisnu Kencana menjadi pusat perhatian di kawasan tersebut. Pembangunannya berlangsung selama sekitar 28 tahun hingga akhirnya menjadi salah satu landmark terkenal Bali.
Patung tersebut menggambarkan Dewa Wisnu sebagai simbol pemelihara dan pelindung alam semesta dalam mitologi Hindu. Sosok Garuda yang menjadi tunggangan Wisnu juga memiliki makna penting dalam kisah budaya dan keagamaan Hindu.
Bagi pengunjung yang pernah datang bertahun-tahun lalu, perubahan kawasan GWK juga terasa cukup signifikan.
Kini, pengalaman berwisata di GWK Bali tidak hanya menawarkan kesempatan melihat patung raksasa. Dengan persiapan tiket, memahami jalur shuttle, membawa minuman, dan menyiapkan tenaga, wisatawan dapat menjelajahi kawasan dengan lebih nyaman.
Editor : Difa'un NadhirohSumber : Diolah dari berbagai sumber