BLITAR KAWENTAR - Bali Safari menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari kebun binatang pada umumnya. Destinasi ini memadukan wisata satwa, edukasi, perjalanan menggunakan shuttle, pertunjukan hingga wahana air. Konsep tersebut membuat Bali Safari menjadi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan sambil mengenalkan anak-anak pada kehidupan dan habitat berbagai hewan.
Bagi wisatawan yang selama ini mengenal Bali melalui pantai, sunset, atau suasana pedesaan, Bali Safari menghadirkan alternatif aktivitas. Pengunjung tidak hanya berjalan dari satu kandang ke kandang lain, tetapi diajak merasakan pengalaman seperti berada di kawasan safari.
Ramah untuk Semua Anggota Keluarga
Salah satu daya tarik yang disorot adalah fasilitas yang mendukung kunjungan keluarga. Area Bali Safari cukup luas dengan jalur yang jelas, toilet, serta tempat duduk untuk beristirahat.
Fasilitas tersebut membuat kawasan wisata dapat dinikmati berbagai kelompok usia, mulai anak-anak hingga orang tua. Aktivitas melihat satwa juga memiliki nilai edukasi karena anak-anak dapat mengenal habitat, perilaku, dan cara hidup hewan.
Dengan konsep tersebut, kegiatan wisata tidak hanya berorientasi pada hiburan. Anak-anak tetap mendapatkan pengetahuan mengenai satwa tanpa harus mengikuti pembelajaran formal.
Baca Juga: Blitar Park, Rekomendasi Destinasi Wisata Keluarga Paling Seru di Musim Libur Sekolah
Keliling Area Satwa Menggunakan Shuttle
Pengalaman yang membedakan Bali Safari adalah perjalanan menggunakan shuttle. Pengunjung duduk di dalam kendaraan, sementara satwa berada di area habitat yang telah disiapkan.
Konsep tersebut memberikan sensasi berbeda karena wisatawan seolah masuk ke wilayah kehidupan satwa. Selama perjalanan, hewan yang ditemui bisa berbeda-beda.
Pengunjung berkesempatan melihat singa, zebra hingga gajah dari kendaraan. Bagi anak-anak, perjalanan menggunakan shuttle dapat terasa seperti petualangan karena mereka tidak hanya mengamati satwa dari balik pagar.
Konsep Open Habitat Jadi Daya Tarik
Bali Safari juga mengusung konsep open habitat. Satwa mendapatkan ruang gerak yang lebih luas sehingga pengunjung dapat melihat aktivitas mereka dalam lingkungan yang dibuat menyerupai habitatnya.
Penataan tersebut menjadi bagian dari pengalaman wisata. Pengunjung tidak hanya melihat hewan sebagai objek tontonan, tetapi juga diajak memahami kehidupan satwa dan lingkungan tempat mereka beraktivitas.
Zona satwa juga dibedakan berdasarkan kawasan asalnya. Satwa dari Afrika dan Asia ditempatkan pada area berbeda dengan lingkungan serta penataan yang disesuaikan dengan konsep habitat masing-masing.
Ada Veruna Show hingga Marine Safari
Selain safari satwa, Bali Safari memiliki sejumlah aktivitas hiburan dan edukasi. Salah satunya Veruna Show yang menggabungkan visual, musik, dan cerita dengan konsep bawah laut serta konservasi.
Pertunjukan tersebut disebut berlangsung sekitar 30 hingga 45 menit dan memiliki jadwal tertentu. Pengunjung disarankan mengecek jadwal melalui informasi di pintu masuk atau situs resmi sebelum menyusun agenda kunjungan.
Ada pula Marine Safari yang menghadirkan area edukasi mengenai kehidupan hewan laut. Pilihan pertunjukan lainnya mencakup Tiger Show dan Elepano, yang menampilkan harimau serta gajah.
Durasi pertunjukan disebut berkisar 20 hingga 30 menit dengan waktu tampil yang berbeda. Kondisi tersebut memungkinkan pengunjung mengatur berbagai aktivitas dalam satu hari.
Baca Juga: Blitar Park Hadir dengan Fasilitas Lengkap untuk Wisata Keluarga
Anak Lelah? Ada Water Park
Untuk keluarga yang membawa anak-anak, tersedia pula water park sebagai pilihan aktivitas tambahan. Anak-anak dapat bermain air, sementara orang tua memiliki area untuk duduk dan beristirahat.
Kombinasi safari, edukasi, pertunjukan, hingga area bermain membuat kunjungan ke Bali Safari dapat diisi dengan beragam kegiatan.
Bagi wisatawan yang mencari destinasi keluarga di Bali, pengalaman tersebut menawarkan alternatif selain wisata pantai. Bukan hanya berfoto, pengunjung dapat menikmati perjalanan melihat satwa sekaligus mendapatkan pengalaman edukatif yang dapat dikenang bersama keluarga.
Editor : Difa'un NadhirohSumber : Diolah dari berbagai sumber