Hari Baik Membeli Perhiasan Menurut Hitungan Jawa, Hari 17 Disebut Paling Tepat

'Isyna Mufida Ma Radhita • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 12:20 WIB
Hari baik membeli perhiasan menurut hitungan Jawa disebut jatuh pada hari 17. Simak Kamis Pahing dan Sabtu Kliwon.
Hari baik membeli perhiasan menurut hitungan Jawa disebut jatuh pada hari 17. Simak Kamis Pahing dan Sabtu Kliwon.

 

JAKARTA - Hari baik membeli perhiasan dalam hitungan Jawa memiliki perhitungan tersendiri. Dalam materi video yang menjadi sumber artikel ini, pembelian cincin, anting, kalung hingga perhiasan lainnya disebut dapat dipertimbangkan berdasarkan hitungan hari. Salah satu hitungan yang dianggap baik adalah hari dengan jumlah 17 karena masuk dalam kategori Yoso Bumi. Sementara itu, hitungan Kerto, Rogoh, Sempoyong, serta Yoso dengan nilai tertentu disebut kurang sesuai untuk membeli perhiasan maupun kendaraan.

Rumus Hari Baik Membeli Perhiasan

Dalam penjelasan video tersebut, terdapat dua rumus yang digunakan untuk menentukan makna sebuah hari. Rumus pertama adalah Kerto, Yoso, Candi, Rogoh, Sempoyong. Sementara rumus kedua terdiri dari Bumi, Sengkolo, Kali, Srengenge.

Kedua rumus tersebut digunakan untuk melihat posisi hasil perhitungan suatu hari. Salah satu angka yang menjadi perhatian adalah 17. Dalam rumus Kerto-Yoso-Candi-Rogoh-Sempoyong, hitungan ke-17 jatuh pada Yoso.

Baca Juga: Hari Baik Membeli Motor Menurut Primbon Jawa, Sesuaikan dengan Tujuan Penggunaannya

Kemudian, jika angka 17 dilihat menggunakan rumus kedua, hasilnya jatuh pada Bumi. Kombinasi tersebut disebut Yoso Bumi, yang dalam penjelasan video dimaknai sebagai sesuatu yang indah atau hiasan yang berada di bumi.

Karena itu, hari dengan jumlah 17 dianggap baik untuk membeli perhiasan. Harapannya, barang yang dibeli dapat digunakan dalam waktu lama dan pemilik tidak mudah merasa kecewa terhadap hasil pembelian.

Kamis Pahing dan Sabtu Kliwon

Dalam hitungan yang dijelaskan, terdapat beberapa contoh hari yang memiliki jumlah 17. Salah satunya adalah Kamis Pahing.

Baca Juga: Hari Baik Membeli Motor Menurut Primbon Jawa, Sesuaikan dengan Tujuan Penggunaannya

Kamis memiliki nilai delapan, sedangkan Pahing memiliki nilai sembilan. Jika dijumlahkan, hasilnya menjadi 17. Hari lain yang juga disebut memiliki jumlah 17 adalah Sabtu Kliwon. Sabtu bernilai sembilan dan Kliwon bernilai delapan sehingga jumlahnya juga mencapai 17.

Kedua hari tersebut kemudian masuk dalam hitungan Yoso Bumi. Menurut penjelasan dalam video, pembelian perhiasan pada hari tersebut dipercaya dapat membuat pemilik lebih menyukai barang yang dibeli dan tidak mudah menjualnya kembali karena kebutuhan mendadak.

Bahkan, kondisi yang diharapkan bukan hanya mempertahankan perhiasan yang sudah dimiliki, tetapi juga memungkinkan jumlah perhiasan bertambah seiring waktu.

Baca Juga: Hari Baik Membeli Motor Menurut Primbon Jawa, Cek Hitungan Weton Sebelum Membeli

Sebaliknya, hitungan 12 disebut kurang baik untuk membeli perhiasan. Angka tersebut memang kembali jatuh pada Yoso dalam rumus pertama, tetapi pada rumus kedua jatuh pada Srengenge. Kombinasi Yoso Srengenge dimaknai sebagai “hiasan panas”, yang dikaitkan dengan pikiran tidak tenang dan kemungkinan barang lebih mudah dijual kembali.

Bukan Hanya Perhiasan, Kendaraan Juga Diperhitungkan

Menariknya, hitungan 17 tidak hanya disebut baik untuk membeli perhiasan. Dalam penjelasan tersebut, angka yang sama juga dianggap sesuai untuk membeli kendaraan bermotor, mobil, hingga truk.

Kendaraan yang dibeli pada hitungan Yoso Bumi dipercaya diharapkan tidak mudah mengalami masalah dan dapat digunakan dalam waktu lama.

Baca Juga: Hari Baik Membeli Barang Menurut Primbon Jawa, Minggu Pon Disebut Kurang Baik

Sebaliknya, beberapa hitungan disebut perlu dihindari. Kerto dikaitkan dengan kendaraan yang mudah menjadi perhatian atau “dirubung” orang. Rogoh dimaknai sebagai kemungkinan kehilangan, sedangkan Sempoyong menggambarkan sesuatu yang tidak kuat dan dikaitkan dengan kerusakan atau musibah.

Candi sendiri disebut lebih sesuai untuk keperluan membangun rumah dan memasang pondasi, bukan membeli kendaraan maupun perhiasan.

Perhitungan tersebut merupakan bagian dari tradisi Jawa yang digunakan sebagai ikhtiar oleh orang yang mempercayainya. Hasil akhirnya tetap bergantung pada kehendak Tuhan. Karena itu, materi video tersebut mengajak penonton mengambil sisi positif dari tradisi tersebut dan menjadikannya sebagai salah satu pertimbangan sebelum membeli barang bernilai.

Baca Juga: Hari Baik Membeli Motor Menurut Primbon Jawa, Cek Hitungan Weton Sebelum Membeli

Editor : 'Isyna Mufida Ma Radhita
Hari Sangar Hitungan Jawa Hari Baik Membeli Kendaraan Firasat Sempoyong Yoso Bumi