Warung Jendil Mbah Yamah Blitar, Kuliner Legendaris Iwak Kali Sejak 1970-an

'Isyna Mufida Ma Radhita • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 12:50 WIB
Warung Jendil Mbah Yamah di Blitar punya kuliner iwak kali legendaris. Ada jendil goreng, pepes hingga kuah pedas.
Warung Jendil Mbah Yamah di Blitar punya kuliner iwak kali legendaris. Ada jendil goreng, pepes hingga kuah pedas.

 

BLITAR - Warung Jendil Mbah Yamah menjadi salah satu tujuan wisata kuliner yang menawarkan sajian ikan air tawar khas Blitar. Berada di kawasan Bendungan Wlingi Raya, Kelurahan Jegu, Kecamatan Sutojayan, warung ini dikenal dengan olahan iwak kali, terutama ikan jendil atau patin. Menu yang tersedia antara lain jendil kuah pedas, jendil goreng, hingga pepes jendil. Keunikan lainnya terletak pada cara memasak secara tradisional yang mempertahankan cita rasa khas masakan rumahan.

Spesialis Ikan Jendil di Sutojayan

berada di Jalan Selatan Bendungan, RT 02/RW 01, Jegu, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Lokasinya tidak jauh dari kawasan Bendungan Wlingi Raya sehingga cukup mudah dijadikan tempat singgah setelah menikmati suasana sekitar bendungan.

Sesuai namanya, menu yang menjadi perhatian utama adalah ikan jendil. Ikan tersebut dikenal juga sebagai ikan patin dan menjadi bahan dasar berbagai sajian khas di warung tersebut.

Baca Juga: Menjaga Tradisi dan Budaya "Ngudek Jenang" untuk Generasi Muda di Wisata Edukasi Omah Jenang Blitar

Pilihan olahannya cukup beragam. Pengunjung dapat menemukan jendil goreng, jendil dengan kuah pedas, hingga pepes jendil. Beberapa sumber juga mencatat adanya botok jendil dan jendil masak kuning sebagai bagian dari pilihan menu yang tersedia.

Konsep makanannya sederhana seperti masakan rumahan. Pengunjung dapat memilih lauk sesuai selera, kemudian menikmatinya bersama nasi dan aneka sayuran tradisional.

Bertahan Sejak Era 1970-an

Daya tarik Warung Jendil Mbah Yamah bukan hanya pada menu ikan jendil. Usaha kuliner ini juga memiliki perjalanan panjang. Sejumlah sumber menyebut warung tersebut sudah berdiri sejak dekade 1970-an dan terus bertahan hingga sekarang. Salah satu laporan menyebut usaha tersebut mulai dirintis pada 1972.

Baca Juga: Owner Produksi Jenang di Blitar Edukasi Masyarakat dengan Lestarikan Makanan Para Raja Jawa, Begini Ceritanya

Pada awalnya, Mbah Yamah disebut berjualan secara keliling menggunakan pikulan bambu. Seiring waktu, usaha tersebut berkembang menjadi warung yang berada di kawasan sekitar Bendungan Wlingi Raya.

Warung yang telah melewati puluhan tahun perjalanan tersebut kemudian diteruskan oleh generasi berikutnya. Resep dan menu berbahan ikan jendil tetap dipertahankan sehingga menjadi identitas kuliner yang melekat pada nama Mbah Yamah.

Cara pengolahan secara tradisional juga menjadi bagian dari daya tariknya. Masakan disebut masih menggunakan kayu bakar sehingga menghasilkan aroma dan cita rasa yang berbeda dibandingkan masakan yang dimasak dengan peralatan modern.

Baca Juga: Pernah Viral, Nikmatnya Jenang Candil yang ada di Blitar Ini Bikin Nagih

Tak Hanya Ikan Jendil

Bagi pengunjung yang tidak ingin makan jendil, tersedia pula pilihan lauk lainnya. Di antaranya ayam kampung, lele, nila, hingga sejumlah menu sayuran seperti lodeh dan oseng-oseng.

Menu yang beragam membuat warung ini tidak hanya menyasar pencinta ikan air tawar. Konsep masakan rumahan juga menjadi daya tarik bagi warga lokal maupun wisatawan yang ingin mencicipi kuliner tradisional Blitar.

Sejumlah sumber juga mencatat suasana warung yang berada di kawasan pedesaan dan dekat bendungan menjadi bagian dari pengalaman bersantap. Tempat tersebut kerap menjadi persinggahan warga maupun pengunjung dari luar daerah.

Baca Juga: Menjaga Tradisi dan Budaya "Ngudek Jenang" untuk Generasi Muda di Wisata Edukasi Omah Jenang Blitar

Warung Jendil Mbah Yamah pun menjadi contoh bagaimana kuliner sederhana dapat bertahan lintas generasi. Di tengah banyaknya pilihan tempat makan modern, sajian ikan jendil dengan resep tradisional tetap menjadi daya tarik tersendiri.

Bagi pencinta kuliner khas daerah, warung ini menawarkan pengalaman menikmati iwak kali dengan olahan rumahan sekaligus mengenal salah satu kuliner yang telah menjadi bagian dari perjalanan kuliner Blitar.

Editor : 'Isyna Mufida Ma Radhita
bendungan wlingi Ikan Jendil Warung Jendil Mbah Yamah sutojayan kuliner blitar