Paylater memang menawarkan kemudahan dalam bertransaksi. Pengguna dapat membeli barang terlebih dahulu dan melakukan pembayaran kemudian sesuai ketentuan layanan. Namun, kemudahan tersebut tetap perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai kewajiban pembayaran agar tidak menimbulkan masalah keuangan.
Bagi orang tua, pendampingan menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk membantu anak menggunakan layanan keuangan digital secara bijak. Kewaspadaan tersebut bukan berarti menutup anak dari perkembangan teknologi, melainkan memahami layanan digital yang digunakan agar dapat memberikan arahan yang sesuai.
Baca Juga: iPhone 17 Diuji Seharian di Singapura, Ini Hasil Baterainya dengan 5G Aktif
Orang tua juga perlu mengingatkan anak bahwa paylater bukan berarti mendapatkan barang secara gratis. Setiap transaksi tetap menimbulkan kewajiban pembayaran pada kemudian hari.
Salah satu orang tua, Ratno, 58, mengatakan komunikasi menjadi hal penting dalam mendampingi anak menggunakan teknologi dan layanan keuangan digital.
“Menurut saya, yang paling penting adalah komunikasi antara anak dan orang tua. Jangan hanya melarang, tetapi orang tua juga perlu memahami perkembangan teknologi dan memberikan arahan agar anak bijak menggunakan paylater,” ujarnya.
Baca Juga: FKUB Blitar Ajak Lintas Agama Perkuat Pancasila dan Literasi Sejarah
Menurut Ratno, orang tua tidak cukup hanya memberikan larangan kepada anak. Pemahaman terhadap perkembangan teknologi diperlukan agar komunikasi yang terjalin tidak sebatas membatasi, tetapi juga memberikan edukasi mengenai penggunaan layanan digital.
Pendampingan dapat dilakukan dengan mengajak anak lebih terbuka mengenai kebiasaan mengatur uang. Orang tua dapat mengingatkan anak untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan sebelum melakukan checkout.
Hal tersebut penting karena berbagai promo dan tren yang muncul di media sosial dapat mendorong keinginan untuk membeli sesuatu. Kemudahan transaksi melalui paylater juga dapat membuat proses pembelian terasa lebih ringan.
Karena itu, anak perlu memahami bahwa kemudahan pembayaran tidak menghilangkan kewajiban untuk melunasi tagihan. Setiap transaksi yang dilakukan tetap harus diperhitungkan berdasarkan kemampuan keuangan.
Sikap waspada juga diperlukan agar anak tidak menjadikan paylater sebagai solusi setiap kali ingin membeli sesuatu. Penggunaan tanpa pertimbangan dapat membuat kewajiban pembayaran menjadi beban bagi kondisi keuangan.
Anak muda juga perlu memiliki kesadaran dalam mengambil keputusan finansial. Sebelum menggunakan paylater, mereka perlu memahami ketentuan layanan yang digunakan, termasuk jumlah pembayaran dan tanggal jatuh tempo.
Baca Juga: Tes Baterai iPhone 17 Seharian di Singapura, Dipakai 5G Intensif Tembus 5 Jam SOT
Kemampuan membayar juga perlu menjadi pertimbangan sebelum melakukan transaksi. Jangan sampai keinginan membeli barang justru menimbulkan kewajiban yang sulit dipenuhi pada kemudian hari.
Dengan komunikasi antara orang tua dan anak serta pemahaman mengenai layanan keuangan digital, penggunaan paylater diharapkan dapat dilakukan secara lebih bijak. Perkembangan teknologi tetap dapat diikuti tanpa mengabaikan kemampuan mengatur keuangan dan kewajiban pembayaran. (mg3/c1/sub)
Editor : Azahra Meilisani Salma