15 Jenis Anggrek Unik di Dunia, Ada yang Berbentuk Sepatu hingga Mirip Makhluk Misterius

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 20:15 WIB
15 jenis anggrek unik di dunia punya bentuk dan aroma khas, mulai dari anggrek sepatu hingga Dracula yang sulit dibudidayakan.(pinterest)
15 jenis anggrek unik di dunia punya bentuk dan aroma khas, mulai dari anggrek sepatu hingga Dracula yang sulit dibudidayakan.(pinterest)

JAKARTA - 15 jenis anggrek unik di dunia menawarkan pesona yang jauh melampaui keindahan bunga pada umumnya. Ada anggrek bulan yang mampu mempertahankan mekarnya selama berbulan-bulan, Cattleya yang identik dengan kemewahan, hingga anggrek Dracula yang memiliki bentuk bunga menyerupai makhluk misterius. Perbedaan bentuk, warna, aroma, dan habitat membuat setiap jenis anggrek memiliki daya tarik tersendiri bagi kolektor maupun pencinta tanaman hias.

Anggrek termasuk kelompok tanaman berbunga dengan keragaman spesies yang sangat luas. Sebagian hidup menempel pada batang pohon, sedangkan jenis lainnya tumbuh di permukaan tanah atau bebatuan. Kondisi lingkungan, mulai dari suhu, kelembapan, hingga intensitas cahaya, menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan budidayanya.

Sejumlah anggrek relatif mudah dirawat di rumah, tetapi ada pula yang membutuhkan kondisi khusus menyerupai habitat aslinya. Berikut deretan jenis anggrek dengan karakteristik paling menarik untuk dikenal.

Anggrek Bulan, Cattleya, dan Dendrobium

Anggrek bulan atau Phalaenopsis merupakan salah satu jenis yang paling populer sebagai tanaman hias dalam pot. Bentuk bunganya lebar dan membulat, menyerupai ngengat yang sedang mengepakkan sayap. Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara hingga sebagian Australia dan umumnya tumbuh menempel pada batang pohon di alam liar.

Baca Juga: SMAX 160 Disebut Bisa Geser NMAX, Mesin Lebih Besar Jadi Sorotan

Di rumah, Phalaenopsis membutuhkan cahaya tidak langsung. Keunggulannya terletak pada kemampuan bunga bertahan selama berbulan-bulan sehingga cocok untuk mempercantik ruangan.

Sementara itu, Cattleya dikenal sebagai anggrek mewah yang pernah menjadi pilihan utama untuk korsase pada gaun pesta dan pernikahan. Bunganya besar, berlapis, dan memiliki aroma kuat. Warna yang umum dijumpai antara lain ungu, putih, kuning, lavender, dan magenta.

Berbeda dari Cattleya, Dendrobium mempunyai bentuk yang sangat beragam. Ada jenis dengan bunga kecil yang tumbuh berkelompok, sementara lainnya memiliki batang menyerupai tongkat dengan rangkaian bunga mencolok. Sejumlah spesies dikenal cukup tangguh menghadapi periode kering dan banyak dimanfaatkan sebagai bunga potong karena daya tahannya di dalam vas.

Vanda dan Oncidium Memiliki Bentuk Bunga Khas

Anggrek Vanda dikenal dengan bunga berukuran besar, simetris, dan berwarna cerah. Beberapa varietas memiliki warna biru terang, ungu pekat, hingga oranye dengan pola yang menyerupai lukisan. Anggrek ini berasal dari India, Asia Tenggara, dan Filipina.

Baca Juga: Yamaha NMAX 155 2027 Makin Berkelas, Ini yang Disorot dari Desain hingga Mesin

Vanda membutuhkan pencahayaan kuat dan kelembapan tinggi. Akar-akarnya dapat tumbuh menggantung di udara sehingga penanaman dan perawatannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.

Jenis berikutnya adalah Oncidium, yang dijuluki dancing lady orchid atau anggrek penari. Julukan tersebut muncul karena bentuk bunganya menyerupai sosok penari dengan rok lebar. Dalam satu tangkai, bunga yang dihasilkan dapat mencapai puluhan hingga ratusan kuntum.

Warna kuning dan cokelat menjadi ciri yang mudah dikenali, meskipun persilangan modern menghasilkan variasi warna lain. Beberapa varietas Oncidium juga mempunyai aroma menyerupai cokelat atau vanila.

Miltoniopsis dan Zygopetalum Mengandalkan Keindahan serta Aroma

Miltoniopsis disebut anggrek pansy karena bentuk bunganya menyerupai bunga pansy. Kelopaknya lebar, dengan guratan dan bercak kontras di sekitar bagian tengah. Anggrek ini berasal dari hutan awan Kolombia dan Ekuador yang memiliki suhu sejuk serta kelembapan tinggi.

Karena terbiasa dengan lingkungan dingin, Miltoniopsis sensitif terhadap panas. Tanaman ini memerlukan perhatian lebih, terutama ketika dibudidayakan di daerah tropis yang bersuhu tinggi.

Adapun Zygopetalum menawarkan daya tarik melalui aroma bunga yang kuat. Wanginya sering digambarkan sebagai perpaduan aroma bunga, tanah, dan kayu. Kelopaknya umumnya berwarna hijau kecokelatan, sedangkan bagian bibir bunga menampilkan warna putih atau lavender dengan guratan ungu.

Anggrek asal Amerika Selatan ini menyukai cahaya terang yang tersaring dan suhu relatif sejuk.

Paphiopedilum hingga Cymbidium, Favorit Para Kolektor

Paphiopedilum dikenal sebagai anggrek sepatu karena memiliki bagian bunga berbentuk kantong. Struktur tersebut berfungsi dalam proses penyerbukan dengan membantu mengarahkan serangga menuju bagian bunga yang mengandung serbuk sari.

Tanaman ini tumbuh di berbagai wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara. Beberapa jenis dapat hidup di lantai hutan atau lereng berbatu sehingga lebih toleran terhadap cahaya rendah dibandingkan sejumlah anggrek lainnya.

Sementara itu, Cymbidium menghasilkan tangkai panjang melengkung dengan bunga bertekstur tebal dan tahan lama. Bunga jenis ini banyak digunakan untuk rangkaian dan bunga potong. Berasal dari kawasan dataran tinggi Asia, Cymbidium juga mempunyai sejarah panjang dalam kebudayaan Tiongkok dan telah dibudidayakan selama lebih dari 2.000 tahun.

Epidendrum hingga Stanhopea, Punya Keunikan Ekstrem

Epidendrum termasuk anggrek yang relatif tangguh dan dapat tumbuh di berbagai kondisi lingkungan. Bunganya kecil, tumbuh berkelompok pada batang menyerupai tongkat, dan dapat mekar hampir sepanjang tahun di wilayah beriklim hangat.

Berbeda dari Epidendrum, Masdevallia memerlukan suhu sejuk. Bentuk bunganya menyerupai segitiga dengan ujung kelopak memanjang seperti ekor. Warna bunganya beragam, mulai dari merah, oranye, kuning, hingga putih.

Dracula mempunyai tampilan yang lebih tidak biasa. Bunganya menggantung ke bawah, sering dihiasi bintik atau garis gelap, dengan sejumlah spesies memiliki ujung kelopak memanjang. Anggrek ini berasal dari hutan pegunungan lembap di Kolombia dan Ekuador dan tergolong sulit dibudidayakan di luar habitat alaminya.

Berikutnya, Rhynchostylis atau anggrek ekor rubah memiliki rangkaian bunga padat yang menggantung menyerupai ekor. Bunganya biasanya berwarna putih atau lavender pucat dengan bintik ungu serta aroma manis yang dapat menguat pada pagi hari.

Coelogyne menawarkan bunga putih atau krem dengan corak kuning keemasan dan kecokelatan. Sejumlah jenis menghasilkan rangkaian bunga menjuntai dengan aroma lembut menyerupai madu.

Terakhir, Stanhopea memiliki bentuk bunga besar dan kompleks dengan aroma kuat menyerupai rempah atau vanila. Bunganya hanya bertahan beberapa hari. Keunikan lainnya, tangkai bunga tumbuh menembus bagian bawah wadah tanam sehingga membutuhkan keranjang berlubang.

Keragaman 15 jenis anggrek tersebut menunjukkan bahwa setiap tanaman memiliki kebutuhan dan keunggulan berbeda. Memahami karakteristik masing-masing jenis menjadi langkah penting sebelum memutuskan untuk membudidayakannya, terutama bagi pemula yang ingin menikmati keindahan anggrek dalam jangka panjang.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Anggrek Bulan Anggrek Dracula Jenis Anggrek Unik anggrek tanaman hias