15 Jenis Anggrek Terunik di Dunia, Nomor 14 Punya Bunga Beraroma Madu

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 20:20 WIB
15 jenis anggrek terunik di dunia memiliki bentuk dan aroma khas, dari anggrek Dracula yang misterius hingga Coelogyne beraroma madu.(pinterest)
15 jenis anggrek terunik di dunia memiliki bentuk dan aroma khas, dari anggrek Dracula yang misterius hingga Coelogyne beraroma madu.(pinterest)

JAKARTA - 15 jenis anggrek terunik di dunia menyimpan beragam keistimewaan, mulai dari bentuk bunga menyerupai ngengat hingga anggrek Dracula yang tampilannya terlihat misterius. Selain warna yang memikat, sejumlah anggrek mempunyai aroma khas, masa mekar berbeda, serta kebutuhan lingkungan yang tidak sama. Ada jenis yang cocok dijadikan tanaman hias rumahan, tetapi ada pula yang membutuhkan suhu sejuk dan kelembapan tinggi agar bisa tumbuh dengan baik.

Anggrek merupakan kelompok tanaman berbunga dengan keanekaragaman yang sangat luas. Tanaman ini dapat tumbuh menempel pada batang pohon, di permukaan bebatuan, maupun di tanah. Karakteristik tersebut membuat perawatan anggrek tidak bisa disamakan antara satu jenis dan jenis lainnya.

Bagi pencinta tanaman hias, mengenali karakter setiap anggrek menjadi langkah penting sebelum mulai mengoleksi. Berikut 15 jenis anggrek dengan bentuk, aroma, dan kebiasaan tumbuh yang menarik untuk diketahui.

1. Phalaenopsis, Cattleya, dan Dendrobium

Phalaenopsis atau anggrek bulan merupakan salah satu jenis yang paling dikenal di dunia. Namanya populer karena bentuk bunganya menyerupai ngengat yang sedang terbang. Anggrek ini berasal dari Asia Tenggara hingga sebagian Australia dan di alam liar umumnya tumbuh menempel pada kulit pohon.

Baca Juga: Yamaha NMAX 155 2027 Tampil Makin Premium, Desain Putih Jadi Sorotan

Ketika dibudidayakan di rumah, Phalaenopsis membutuhkan cahaya tidak langsung. Keunggulan utamanya adalah bunga yang dapat bertahan selama berbulan-bulan, menjadikannya pilihan populer untuk dekorasi ruangan.

Sementara itu, Cattleya identik dengan kemewahan. Pada abad ke-19 dan ke-20, bunga ini banyak digunakan sebagai korsase untuk gaun pesta dan pernikahan. Bunganya berukuran besar, bertekstur berlapis, serta memiliki aroma kuat dengan warna ungu, putih, kuning, lavender, hingga magenta.

Berbeda dari kedua jenis tersebut, Dendrobium mempunyai variasi bentuk yang sangat luas. Sebagian menghasilkan bunga kecil dalam kelompok, sedangkan jenis lain mempunyai batang menyerupai tongkat yang dipenuhi bunga. Sejumlah spesies relatif tahan terhadap periode kering dan populer sebagai bunga potong karena mampu bertahan cukup lama di dalam vas.

2. Vanda dan Oncidium dengan Warna Mencolok

Anggrek Vanda dikenal karena warna bunganya yang cerah dan bentuknya simetris. Beberapa varietas mempunyai warna biru terang, ungu pekat, oranye, serta pola unik yang menyerupai lukisan. Tanaman ini berasal dari India, Asia Tenggara, dan Filipina.

Baca Juga: Yamaha NMAX 155 2027 Tampil Makin Premium, Desain Putih Jadi Sorotan

Vanda membutuhkan pencahayaan kuat serta kelembapan tinggi. Akarnya dapat menggantung bebas di udara sehingga kebutuhan perawatannya berbeda dari anggrek yang biasa ditanam menggunakan media padat.

Berikutnya, Oncidium memiliki julukan dancing lady orchid atau anggrek penari. Bentuk bunganya menyerupai sosok penari dengan rok lebar. Satu tangkai dapat menghasilkan puluhan hingga ratusan bunga, bergantung pada varietas dan kondisi pertumbuhannya.

Warna kuning dan cokelat banyak ditemukan pada kelompok ini. Menariknya, sejumlah varietas Oncidium memiliki aroma yang mengingatkan pada cokelat atau vanila.

3. Miltoniopsis dan Zygopetalum, Keindahan yang Beraroma

Miltoniopsis sering disebut anggrek pansy karena bentuk bunganya mirip bunga pansy di taman. Kelopaknya lebar, dengan guratan dan bercak kontras yang menyebar dari bagian tengah.

Anggrek ini berasal dari hutan awan Kolombia dan Ekuador yang memiliki udara sejuk serta kelembapan tinggi. Karena terbiasa hidup di dataran tinggi, Miltoniopsis cukup sensitif terhadap suhu panas dan membutuhkan perhatian khusus ketika ditanam di daerah tropis.

Sementara itu, Zygopetalum terkenal dengan aroma bunganya yang kuat dan khas. Wanginya sering digambarkan sebagai perpaduan aroma bunga dengan sentuhan tanah dan kayu. Kelopak bunga biasanya berwarna hijau kecokelatan, sedangkan bagian bibirnya berwarna putih atau lavender dengan guratan ungu.

4. Paphiopedilum hingga Cymbidium, Favorit Kolektor

Paphiopedilum dikenal sebagai anggrek sepatu karena memiliki bagian bunga berbentuk kantong. Struktur tersebut berperan dalam proses penyerbukan dengan membantu mengarahkan serangga melewati bagian bunga yang mengandung serbuk sari.

Anggrek ini berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara. Beberapa spesies tumbuh di lantai hutan atau lereng berbatu sehingga dapat beradaptasi dengan kondisi pencahayaan lebih rendah.

Adapun Cymbidium mempunyai tangkai panjang melengkung yang dipenuhi bunga bertekstur tebal. Bunganya mampu bertahan selama beberapa minggu sehingga banyak digunakan sebagai bunga potong dan bahan rangkaian. Tanaman ini berasal dari kawasan dataran tinggi Asia dan telah lama dibudidayakan di Tiongkok, bahkan selama lebih dari 2.000 tahun.

5. Epidendrum, Masdevallia, Dracula, hingga Stanhopea

Epidendrum termasuk anggrek yang relatif tangguh. Tanaman ini tumbuh di wilayah luas dari Florida hingga Amerika Selatan. Bunganya kecil dan berkelompok di ujung batang menyerupai tongkat. Dalam kondisi hangat yang sesuai, tanaman ini dapat berbunga hampir sepanjang tahun.

Berbeda dengan Epidendrum, Masdevallia membutuhkan lingkungan sejuk. Bunganya berbentuk segitiga dengan ujung kelopak memanjang seperti ekor. Warnanya bervariasi, mulai dari merah terang, oranye, kuning, hingga putih.

Dracula menjadi salah satu anggrek paling unik karena bunganya menggantung ke bawah, dengan pola bercak atau garis gelap. Beberapa spesies mempunyai ujung kelopak yang memanjang. Anggrek ini berasal dari hutan pegunungan lembap Kolombia dan Ekuador serta terkenal sulit dibudidayakan di luar habitat aslinya.

Sementara itu, Rhynchostylis, yang dikenal sebagai anggrek ekor rubah, menghasilkan rangkaian bunga padat yang menggantung menyerupai ekor. Bunganya umumnya berwarna putih atau lavender pucat dengan bintik ungu. Sejumlah jenis memiliki aroma manis yang menguat pada pagi hari.

Coelogyne menawarkan penampilan lebih sederhana melalui bunga putih atau krem dengan corak keemasan dan kecokelatan. Beberapa jenis menghasilkan rangkaian bunga menjuntai serta aroma menyerupai madu.

Terakhir, Stanhopea mempunyai bunga besar dengan bentuk kompleks dan aroma kuat menyerupai rempah atau vanila. Masa mekarnya relatif singkat, hanya beberapa hari. Tangkai bunganya tumbuh ke bawah sehingga membutuhkan wadah tanam berlubang agar bunga dapat berkembang tanpa terhalang.

Ke-15 jenis anggrek tersebut memperlihatkan betapa beragamnya karakter tanaman dari keluarga Orchidaceae. Sebelum mengoleksi, pencinta tanaman hias sebaiknya memahami kebutuhan cahaya, suhu, kelembapan, dan media tanam agar anggrek dapat tumbuh optimal.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Jenis Anggrek Anggrek Unik Anggrek Dracula anggrek tanaman hias