JAKARTA - Cara merawat anggrek bulan agar rajin berbunga ternyata tidak selalu membutuhkan pupuk kimia atau perawatan mahal. Seorang penghobi anggrek bernama Bu Army membagikan sejumlah trik, mulai dari mengatur penyiraman, pencahayaan, sirkulasi udara, pemilihan tanaman, hingga memanfaatkan lidah buaya sebagai pupuk alami.
Anggrek bulan dikenal sebagai salah satu jenis anggrek yang cukup banyak dipelihara di rumah. Namun, membuat tanaman tersebut kembali berbunga sering menjadi tantangan tersendiri. Dalam perbincangan yang dibagikan melalui video YouTube, Bu Army menunjukkan koleksi anggrek bulan yang tumbuh sehat dan memiliki banyak tangkai bunga.
Penyiraman Anggrek Bulan Tidak Boleh Berlebihan
Salah satu hal penting dalam cara merawat anggrek bulan adalah memperhatikan media tanam dan jumlah air. Bu Army mengingatkan agar bagian akar tidak terus-menerus berada dalam kondisi terlalu basah karena dapat memicu pembusukan.
Baca Juga: Yamaha NMAX 155 2027 Tampil Makin Premium, Desain Putih Jadi Sorotan
Ia menyarankan penyiraman dilakukan dengan memperhatikan kondisi tanaman. Untuk koleksi yang sudah beradaptasi, penyiraman tidak harus dilakukan setiap hari. Bahkan, beberapa tanaman dapat bertahan selama dua hari tanpa disiram, selama kondisi media dan lingkungan mendukung.
Selain itu, akar anggrek sebaiknya tidak tertutup rapat. Penggunaan pot dengan banyak lubang dinilai membantu air lebih cepat keluar sekaligus menjaga sirkulasi udara di sekitar akar.
Sinar Matahari dan Angin Jadi Kunci
Selain air, pencahayaan juga menjadi faktor penting. Bu Army memanfaatkan sinar matahari pagi untuk koleksi anggreknya. Sementara pada sore hari, tanaman ditempatkan di area yang lebih terlindung.
Baca Juga: Yamaha NMAX 2027 Disebut Bakal Facelift, Ada Desain yang Bakal Diubah?
Sirkulasi udara juga perlu diperhatikan, terutama bagi penghobi yang tinggal di lingkungan padat dan minim ruang terbuka. Jika udara di sekitar tanaman terlalu pengap, penggunaan kipas angin dapat menjadi salah satu solusi.
Menurut pengalaman Bu Army, tanaman yang memperoleh udara cukup cenderung lebih mudah dirawat. Anggrek juga dapat ditempel pada media tertentu atau ditempatkan dalam pot yang memungkinkan akar mendapatkan udara.
Pupuk Kimia Diselingi Bahan Alami
Dalam perawatannya, Bu Army menggunakan pupuk daun dan pupuk untuk merangsang bunga secara bergantian. Pemberian pupuk dilakukan pada hari tertentu agar tanaman tidak memperoleh nutrisi secara berlebihan.
Ia juga memanfaatkan lidah buaya sebagai alternatif bahan perawatan alami. Lidah buaya dipotong-potong kemudian diblender dan dicampurkan dengan air cucian beras. Campuran tersebut selanjutnya digunakan untuk membantu perawatan tanaman.
Untuk penyemprotan, waktu pemberian juga diperhatikan. Bu Army memilih pagi hari dan menyesuaikannya dengan kondisi tanaman agar tidak terlalu lembap dan berisiko mengalami pembusukan.
Pilih Tanaman Sehat Saat Membeli
Cara merawat anggrek bulan sebenarnya dimulai sejak memilih tanaman. Bu Army menyarankan penghobi tidak terburu-buru membeli tanaman hanya karena melihat bunganya terlihat bagus.
Menurutnya, tanaman dengan batang atau bagian tubuh yang terlihat sehat dan berisi justru perlu menjadi perhatian. Tanaman yang memiliki pertumbuhan tunas baru juga dapat menjadi pilihan karena menunjukkan perkembangan yang baik.
Setelah tanaman sampai di rumah, perawatan perlu dilakukan secara bertahap agar anggrek bisa beradaptasi dengan lingkungan baru.
Untuk pemangkasan tangkai bunga, Bu Army juga tidak asal memotong. Bagian tertentu dapat disisakan agar berpotensi menghasilkan cabang atau bunga berikutnya. Bekas potongan kemudian dapat diberi antiseptik seperti Betadine untuk membantu mencegah pembusukan.
Pada akhirnya, perawatan anggrek bulan tidak hanya bergantung pada satu jenis pupuk atau metode tertentu. Konsistensi dalam mengatur air, cahaya, udara, nutrisi, serta memilih tanaman yang sehat menjadi bagian penting agar anggrek dapat tumbuh dan kembali menghasilkan bunga.
Editor : Maylanni Diana Fitri