JAKARTA - Anggrek bulan yang sulit berbunga kerap membuat penghobi mencari berbagai cara untuk memperbaiki perawatannya. Padahal, cara merawat anggrek bulan agar rajin berbunga bisa dilakukan dengan memperhatikan hal sederhana seperti sinar matahari, sirkulasi udara, penyiraman, pemupukan, hingga pemilihan tanaman sejak awal membeli.
Pengalaman tersebut dibagikan Bu Army, penghobi yang memiliki banyak koleksi anggrek bulan. Tanaman yang dirawatnya terlihat memiliki banyak tangkai bunga dan tunas baru. Ia pun membagikan sejumlah kebiasaan yang diterapkan untuk menjaga tanaman tetap sehat.
Jangan Terlalu Sering Membasahi Akar
Salah satu kesalahan yang perlu dihindari dalam merawat anggrek bulan adalah membuat media tanam terlalu basah. Bu Army menjelaskan, penyiraman menggunakan selang perlu dilakukan dengan hati-hati karena air yang mengendap di sekitar tanaman dapat meningkatkan risiko akar membusuk.
Baca Juga: iPhone 16e Makin Murah, Desain Jadul Justru Jadi Daya Tariknya
Untuk tanaman yang sudah beradaptasi, frekuensi penyiraman juga tidak harus setiap hari. Menurut pengalaman Bu Army, ada tanaman yang tetap mampu bertahan meski tidak disiram selama sekitar dua hari.
Ia juga menyarankan penggunaan pot berlubang. Dengan begitu, air dapat lebih cepat mengalir keluar dan akar memperoleh sirkulasi udara yang cukup.
Manfaatkan Sinar Matahari Pagi
Pencahayaan menjadi bagian penting lainnya. Bu Army memanfaatkan sinar matahari pagi untuk koleksi anggreknya. Saat sore, tanaman ditempatkan di area yang lebih terlindung.
Baca Juga: iQOO 16 Resmi Meluncur, Flagship Baru Ini Bawa Baterai 8.400 mAh
Pola tersebut dilakukan untuk menghindari paparan matahari yang terlalu kuat. Sementara itu, kondisi lingkungan juga harus memiliki sirkulasi udara yang baik.
Bagi penghobi yang tinggal di kawasan padat penduduk dengan ruang terbuka terbatas, kipas angin dapat digunakan untuk membantu menggerakkan udara di sekitar tanaman. Cara tersebut disebut bisa menjadi alternatif ketika anggrek kekurangan angin alami.
Pupuk Tidak Harus Selalu Kimia
Dalam hal nutrisi, Bu Army tidak hanya mengandalkan satu jenis pupuk. Ia menggunakan pupuk daun dan pupuk untuk bunga secara bergantian.
Pemberian pupuk dilakukan pada hari tertentu sehingga tidak diberikan secara terus-menerus. Pola tersebut menjadi bagian dari rutinitas perawatan koleksinya.
Menariknya, Bu Army juga menggunakan bahan alami berupa lidah buaya. Bahan tersebut dipotong-potong kemudian diblender. Hasilnya dicampurkan dengan air cucian beras sebelum digunakan untuk tanaman.
Bagi penghobi yang ingin mencoba metode serupa, penggunaan bahan alami tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tanaman dan lingkungan. Tujuannya bukan sekadar membuat tanaman cepat berbunga, tetapi menjaga pertumbuhan tetap sehat.
Cara Memilih Anggrek Sebelum Membeli
Perawatan anggrek bulan ternyata tidak hanya dimulai setelah tanaman berada di rumah. Pemilihan tanaman ketika membeli juga dianggap penting.
Bu Army menyarankan penghobi memperhatikan kondisi fisik tanaman. Anggrek dengan batang yang terlihat sehat dan berisi bisa menjadi pilihan. Pertumbuhan tunas baru juga dapat menjadi pertimbangan.
Ia mengingatkan agar penghobi tidak terburu-buru membeli hanya karena melihat foto tanaman yang sedang berbunga. Tanaman yang sehat justru menjadi modal utama agar perawatan berikutnya lebih mudah.
Untuk tangkai bunga lama, pemangkasan juga dilakukan secara selektif. Bagian tertentu dapat disisakan sehingga berpeluang menghasilkan cabang baru. Setelah dipotong, bekas potongan bisa diberi antiseptik seperti Betadine untuk membantu mengurangi risiko pembusukan.
Pada akhirnya, cara merawat anggrek bulan membutuhkan konsistensi. Pengaturan air, cahaya, sirkulasi udara, pupuk, dan pemilihan tanaman menjadi faktor yang saling berkaitan. Dengan perawatan rutin dan kondisi lingkungan yang sesuai, peluang anggrek bulan menghasilkan bunga dapat lebih terjaga.
Editor : Maylanni Diana Fitri