JAKARTA - Media tanam anggrek menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan saat memasuki musim kemarau. Seorang penghobi membagikan cara menanam Dendrobium menggunakan campuran cocopit, cacahan pakis, dan sedikit arang agar media mampu menyimpan air lebih lama. Namun, metode ini memiliki syarat penting, yakni pot harus memiliki banyak lubang dan tanaman ditempatkan di lokasi dengan sirkulasi udara yang baik.
Dalam video tersebut, penghobi juga melakukan unboxing dua tanaman Dendrobium yang dibeli melalui Shopee. Tanaman yang datang dalam kondisi segar itu kemudian langsung dipersiapkan untuk ditanam menggunakan media yang telah disesuaikan dengan kondisi musim kemarau.
Dendrobium Mini dengan Bunga Jumbo
Dua tanaman yang dibeli merupakan jenis Dendrobium dengan karakter tanaman relatif mini, tetapi memiliki bunga berukuran besar. Salah satunya disebut memiliki warna putih dengan bagian dalam berwarna ungu, sedangkan tanaman lainnya merupakan jenis Jumbo Dragon dengan ukuran bunga yang lebih besar.
Baca Juga: Harga iPad A16 Naik, Versi Bekas Kini Jadi Pilihan Lebih Terjangkau
Ukuran tanaman yang mini menjadi salah satu alasan memilih jenis tersebut. Dengan lahan rumah yang terbatas, Dendrobium berukuran kecil dianggap lebih praktis dibandingkan jenis yang memiliki batang tinggi dan membutuhkan ruang lebih luas.
Saat paket dibuka, akar dan daun tanaman masih terlihat segar. Penjual juga menyertakan identitas tanaman sehingga tidak tertukar ketika proses penanaman dilakukan.
Campuran Media untuk Musim Kemarau
Memasuki musim kemarau, penghobi tersebut memilih media yang dapat menyimpan air lebih lama. Campuran yang digunakan terdiri dari cocopit dan cacahan pakis dengan perbandingan sekitar 1:1, kemudian ditambahkan sedikit arang.
Baca Juga: SMAX 160 Punya Mesin 160 cc, Bodi Lebih Ringkas dari Yamaha NMAX
Menurut pengalaman yang dibagikan, penggunaan media tersebut dapat mengurangi frekuensi penyiraman. Jika sebelumnya tanaman perlu disiram satu atau dua hari sekali saat musim kemarau, media yang mampu menyimpan air memungkinkan penyiraman dilakukan lebih jarang.
Namun, metode ini tidak disarankan begitu saja bagi pemula. Media yang terlalu lembap berisiko membuat akar membusuk apabila sirkulasi udara buruk.
Karena itu, pot harus memiliki banyak lubang. Tanaman juga dianjurkan digantung dan tidak diletakkan langsung di lantai agar aliran udara di sekitar pot tetap lancar.
Jangan Padatkan Media Tanam
Pada bagian dasar pot, arang terlebih dahulu dimasukkan untuk membantu mencegah air mengendap. Tanaman kemudian diletakkan dan bagian sekeliling akarnya ditutup menggunakan campuran cocopit dan cacahan pakis.
Media tidak boleh ditekan terlalu padat. Tujuannya agar air tidak tertahan berlebihan dan udara tetap dapat masuk ke dalam media.
Sebelum ditanam, tanaman juga dapat direndam menggunakan fungisida atau vitamin B1. Namun, dalam proses tersebut stok fungisida dan vitamin B1 sedang tidak tersedia sehingga tanaman langsung ditanam.
Jika tanaman datang dalam kondisi daun menguning, akar busuk, atau tanaman terlihat kempes, penanganannya berbeda. Akar yang rusak dapat dibersihkan dari media lama dan bagian yang busuk dibuang.
Dendrobium Perlu Sirkulasi Udara
Setelah ditanam, Dendrobium disiram menggunakan air biasa. Vitamin B1 dapat ditambahkan apabila tersedia untuk mendukung pertumbuhan akar.
Tanaman kemudian digantung di tempat yang teduh, tidak terlalu panas, tetapi juga tidak terlalu gelap. Sirkulasi udara menjadi perhatian utama agar media yang menyimpan air tidak membuat akar terlalu lembap.
Penyiraman berikutnya juga tidak boleh dilakukan hanya berdasarkan jadwal. Kondisi media perlu diperiksa terlebih dahulu. Jika masih basah, penyiraman sebaiknya ditunda.
Tanaman dalam video dibeli dari toko Estis Orchid melalui Shopee. Harga yang disebut sekitar Rp40 ribu setelah mendapatkan potongan, dengan pembelian dua tanaman. Penghobi tersebut menilai tanaman yang diterima sepadan dengan harga karena kondisinya masih segar dan siap dikembangkan.
Editor : Maylanni Diana Fitri