JAKARTA - Cara menanam anggrek Dendrobium saat musim kemarau membutuhkan perhatian lebih, terutama dalam memilih media tanam dan mengatur penyiraman. Media yang mampu mempertahankan kelembapan bisa menjadi pilihan, tetapi harus diimbangi dengan pot berlubang dan sirkulasi udara yang baik agar akar tidak mudah busuk.
Hal tersebut terlihat dalam proses unboxing sekaligus penanaman dua anggrek Dendrobium yang dibeli secara daring. Tanaman datang dalam kondisi cukup segar dengan akar dan daun yang masih baik. Salah satu yang menarik perhatian adalah jenis Dendrobium mini dengan bentuk bunga menyerupai anggrek Phalaenopsis.
Ukuran tanaman yang relatif kecil membuat jenis ini dinilai cocok untuk rumah dengan ruang terbatas. Berbeda dengan Dendrobium berukuran tinggi yang membutuhkan area lebih luas, Dendrobium mini dapat ditempatkan dengan cara digantung sehingga tidak banyak memakan tempat.
Media Tanam Dendrobium untuk Musim Kemarau
Dalam video tersebut, media tanam yang digunakan disesuaikan dengan kondisi musim kemarau. Campurannya terdiri dari cocopit dan cacahan pakis dengan perbandingan kurang lebih 1:1, kemudian ditambahkan sedikit arang.
Baca Juga: Suzuki Vanguard 160 Muncul dengan Gaya Gahar, Honda ADV Disebut Jadi Lawan
Cocopit dan cacahan pakis dipilih karena mampu menyimpan kelembapan lebih lama. Dengan karakter tersebut, penyiraman tidak perlu dilakukan terlalu sering. Pengalaman pemilik tanaman menunjukkan media seperti ini dapat memungkinkan penyiraman sekitar satu kali dalam sepekan saat musim kemarau.
Namun, media tersebut bukan berarti aman digunakan tanpa pengawasan. Justru karena mampu menahan air, pemilik harus lebih memperhatikan kondisi kelembapan di dalam pot.
Jika media masih basah, penyiraman sebaiknya ditunda. Penyiraman terlalu sering dapat membuat air tertahan di sekitar akar dan meningkatkan risiko pembusukan.
Pot Harus Memiliki Banyak Lubang
Salah satu hal penting dalam cara menanam anggrek Dendrobium adalah memastikan pot memiliki lubang yang cukup. Lubang tersebut berfungsi membantu pembuangan air sekaligus menjaga sirkulasi udara di sekitar akar.
Baca Juga: Samsung Galaxy A07s Segera Masuk Indonesia? Ini Spesifikasi dan Harga Rumornya
Bagian dasar pot dapat diberi arang terlebih dahulu. Setelah itu, campuran cocopit dan cacahan pakis dimasukkan mengelilingi tanaman. Media tidak perlu ditekan terlalu padat agar air tidak mudah menggenang.
Dendrobium juga sebaiknya diletakkan dengan cara digantung, bukan ditaruh langsung di lantai. Posisi tersebut membantu menjaga aliran udara di sekitar tanaman dan mengurangi kondisi terlalu lembap yang berpotensi memicu busuk akar.
Perhatikan Kondisi Akar Sebelum Ditanam
Sebelum penanaman, tanaman idealnya direndam menggunakan fungisida atau vitamin B1. Fungisida dapat membantu mengantisipasi masalah jamur, sedangkan vitamin B1 biasa digunakan untuk mendukung proses adaptasi tanaman setelah dipindahkan.
Jika tanaman datang dengan akar busuk, akar yang sudah rusak sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu. Akar yang mati dapat dipotong agar tidak menjadi sumber masalah bagi bagian tanaman lainnya.
Dendrobium dikenal cukup mudah menumbuhkan akar baru. Karena itu, tanaman dengan kondisi akar kurang baik masih memiliki peluang untuk kembali tumbuh selama perawatannya tepat.
Setelah ditanam, anggrek ditempatkan di lokasi teduh dengan sirkulasi udara yang lancar. Area yang terlalu panas maupun terlalu gelap sebaiknya dihindari.
Perawatan berikutnya cukup dilakukan dengan memantau kondisi media. Jangan menjadikan jadwal sebagai satu-satunya patokan penyiraman. Jika media masih lembap, tanaman tidak perlu langsung disiram.
Dengan kombinasi media yang sesuai, pot memiliki drainase baik, serta sirkulasi udara terjaga, Dendrobium tetap dapat beradaptasi meski ditanam pada musim kemarau. Namun, penggunaan media yang mampu menyimpan banyak air tetap membutuhkan kehati-hatian, terutama bagi pemula.
Editor : Maylanni Diana Fitri